Jangan Terlambat! Deteksi Dini Bisa Cegah Anak Telat Bicara
Ilustrasi anak sedih (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Deteksi dini berperan penting untuk mencegah anak telat bicara. Selain itu, orang tua juga diimbau tidak buru-buru membawa anak menjalani terapi wicara.

Dokter spesialis anak Rumah Sakit JIH Solo, dr. Lucy Endang Savitri, menjelaskan sebenarnya orang tua bisa memantau perkembangan sang buah hati, termasuk kemampuan bicaranya.

Tanda Anak Telat Bicara

"Pada buku Kesehatan Ibu dan Anak terbitan Kementerian Kesehatan, orang tua bisa melihat anak umur sekian harusnya sudah bisa melakukan apa. Ini bisa menjadi deteksi dini kalau ada yang tidak sesuai, kita bisa tahu lebih dini anak telat bicara atau tidak," ujar dokter Lucy.

Misalnya, pada bayi umur 1 bulan bayi bisa mengeluarkan suara "oo" atau pun mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh pada bayi umur 3 bulan.

Lalu pada bayi usia 3-6 bulan, semestinya anak sudah bisa menirukan bunyi-bunyi.

Begitu pula pada bayi usia 6-12 bulan, anak bisa mengucapkan kata-kata "ma.. ma.. pa.. pa.." atau panggilan untuk kedua orang tuanya.

Hati-Hati! Perkembangan Anak Yang Sebenarnya Normal Bisa Terlambat Karena Ini

Dokter Spesialis Anak Lucy Endang Savitri (Istimewa)
Dokter Spesialis Anak Lucy Endang Savitri (Istimewa)

"Kalau ibu menemukan buah hatinya tidak bisa melewati tahapan-tahapan seperti pada buku panduan tersebut, maka bisa segera diperbaiki. Kalau si anak kelebihan tidak apa-apa, ini boleh saja, bukan suatu kelainan, tapi kalau anak 3 tahun belum ada kata kata yang jelas, ini jelas terlambat. Maka dengan deteksi dini, kita menghindari speech delay yang terlalu terlambat pada anak," paparnya.

Orang tua harus memberi stimulus secara mandiri dalam setiap fase perkembangan bicara pada anak agar mengalami kemajuan.

Jika selama dua pekan tidak ada kemajuan, anak harus diperiksakan ke dokter spesialis anak guna mengetahui penyebab keterlambatan kemampuan bicara.

Penyebab Anak Telat Bicara

Penyebab anak telat bicara bermacam-macam. Yang pertama yaitu pola pengasuhan.

Bisa jadi si anak memiliki indra yang normal, tapi menjadi bermasalah karena tidak pernah distimulasi kedua orang tuanya.

Misalnya, orang tuanya pendiam sehingga jarang sekali mengajak bicara anak.

Lalu, penyebab anak telat bicara yang kedua adalah screen time. Artinya, anak terlalu banyak menonton televisi, bermain gadget, komputer, dan sebagainya.

"Dalam screen time ini pola interaksi yang terjadi hanya satu arah sehingga anak tidak memeroleh stimulus untuk berbicara," jelas dokter Lucy.

Hati-Hati! Perkembangan Anak Yang Sebenarnya Normal Bisa Terlambat Karena Ini

Dokter Spesialis Anak Lucy Endang Savitri (Istimewa)
Dokter Spesialis Anak Lucy Endang Savitri (Istimewa)

Kemudian penyebab anak telat bicara yang ketiga adalah faktor dari luar.

Sebagai contoh, bisa jadi anaknya memang tidak normal, seperti tidak bisa mendengar sehingga tak bisa berbicara.

Dalam hal ini, alat pendengaran pada anak harus baik terlebih dahulu sebelum memperbaiki produksi bicaranya.

Di sisi lain, pada faktor ini dimungkinkan anak sempat sakit kejang-kejang atau pun mengalami infeksi pada otak sehingga membuatnya speech delay.

"Nah, setelah itu kapan sebaiknya si anak harus terapi wicara? Ya setelah diketahui penyebabnya. Ini diperbaiki dulu dulu semuanya, baru memutuskan terapi wicara. Misalnya, ternyata alat pendengaran si anak bermasalah atau ada gangguan, ya ini diperbaiki dulu, enggak boleh shortcut langsung terapi wicara," jelas dokter spesialis anak Rumah Sakit JIH Solo, dr. Lucy Endang Savitri.

Hati-Hati! Perkembangan Anak Yang Sebenarnya Normal Bisa Terlambat Karena Ini

Sehari Nge-Teh Berapa Gelas? Awas Lho, Ini Bahayanya Kalau Kebanyakan

Kumpulan Tips Parenting

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom