Demam di Musim Hujan dan Banjir Bisa Jadi Tanda 7 Penyakit Ini

Keluhan seperti demam dan tidak enak badan sering kali terdengar di musim hujan dan banjir.

 Ilustrasi demam. (FreepiK)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi demam. (FreepiK)

Solopos.com, SOLO-Keluhan seperti demam dan tidak enak badan sering kali terdengar di musim hujan dan banjir. Demam merupakan kondisi dimana suhu tubuh seseorang lebih dari 38 derajat Celcius, dan menjadi salah satu gejala khas pada infeksi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar menuturkan, demam adalah mekanisme sistem imun tubuh dalam melawan kuman atau benda asing. “Di satu titik, kondisi demam yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan pusing, badan sakit-sakit, tidak nafsu makan, dehidrasi, dan akhirnya mengganggu proses penyembuhan itu sendiri. Jadi demam juga harus diatasi selain mengobati penyebabnya,” kata dokter yang akrab disapa Ning ini, melansir akun Instagram miliknya, Selasa (25/1/2022).

PromosiIndonesia Punya 75 Jenis Soto, Lima di antaranya Khas Solo

Namun jika demam terjadi di musim hujan, bisa jadi ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai. Simak ulasannya di info sehat kali ini.

Lantas, penyakit apa saja yang perlu diwaspadai bila demam terjadi secara tiba-tiba? Berikut ini ulasannya seperti dikutip dari Bisnis.com pada Rabu (26/1/2022):

1. Covid-19

Bila Anda mengalami demam akut 1-3 hari di masa pandemi ini dan di musim hujan bisa jadi adalah Covid-19. Sebab, penyakit ini sangat mudah menular. Gejalanya juga mirip dengan flu yang disebabkan oleh virus lain, seperti demam, nyeri tenggorokan, batuk pilek, hidung meler, nyeri kepala, nyeri otot, sesak napas, mual, muntah hingga lemas dan lelah. Apabila gejala Anda ringan, lakukan isolasi mandiri dengan benar. Ning menyarankan untuk beristirahat, mengonsumsi obat pereda gejala, mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi serta mengendalikan stres Anda.

Baca Juga: Elton John Positif Covid-19, Konser Kembali Ditunda

Selain itu, dia menghimbau agar Anda tetap waspada, karena masa kritis bisa terjadi di hari kelima atau lebih. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memantau gejala, suhu badan, tensi dan saturasi oksigen Anda. Apabila ada perburukan, segeralah ke rumah sakit terdekat.

2. Demam berdarah

Demam berdarah merupakan penyakit yang juga sangat berbahaya karena sampai hari ini belum ada obat untuk penyakit tersebut. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Genangan air merupakan tempat bersaranya nyamuk sehingga tidak heran saat menjelang musim hujan, banyak dijumpai kasus Demam Berdarah. Gejala khas dari demam berdarah meliputi demam tinggi, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, nyeri otot, mual, muntah, nyeri perut, lemas, lelah, muntah hingga turunnya trombosit.

Ning menuturkan, kondisi kritis dari penyakit ini terjadi di hari kelima atau lebih, dimana terjadi syok dan perdarahan yang berat. Bahkan, penderita demam berdarah bisa berujung pada kematian akibat tensi yang terus turun. Apabila Anda dirawat di rumah, Ning mengingatkan untuk selalu memenuhi asupan makanan dan cairan baik. Namun, bila Anda tidak bisa makan atau minum karena mual-muntah, tangan dan kaki dingin, tensi turun, perdarahan hebat atau trombosit turun dibawah 100.000, segera bawa ke rumah sakit terdekat.

3. Leptospirosis

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang ditularkan lewat air yang terkontaminasi kencing tikus. Ini dapat menyebabkan kerusakan liver dan ginjal hingga menyebabkan kematian apabila terlambat didiagnosis dan diobati. Gejala khas dari penyakit ini termasuk demam tinggi, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, nyeri otot terutama pada betis dan punggung, mual, muntah, nyeri perut hingga munculnya kuning pada kulit dan gangguan ginjal pada kondisi berat.

Baca Juga: Ini Loh Cara Pencegahan, Gejala, hingga Pengobatan Demam Berdarah

Ning mengatakan penyakit ini sering terlambat didiagnosis karena mirip dengan demam berdarah. Akan tetapi, ini bisa dibedakan dari perjalanan penyakitnya dan infeksi bakteri dari pemeriksaan darah. Selain itu, Ning juga menyarankan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit bila Anda mengalami penyakit tersebut.

4. Demam tifoid

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri yang menyerang usus halus, ditularkan melalui makanan atau air yang tidak matang dan terkontaminasi bakteri Salmonella. Selain demam yang diawali dengan meriang, penyakit ini juga menunjukkan gejala seperti nyeri kepala, nyeri otot, mual, muntah, konstipasi hingga menurunnya kesadaran apabila dalam kondisi berat.

“Gejala cerna harus ada dan bisa dibedakan dengan penyebab infeksi lain dengan pemeriksaan infeksi lain dengan pemeriksaan serologi,” ujar Ning, menambahkan bahwa kita perlu berhati-hati saat pemeriksaan Widal.

“Jika hanya satu kali tidak bisa memastikan diagnosis karena sebagian besar masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap tifoid. Pemeriksaan Widal harus dilakukan dua kali jeda 5-7 hari untuk melihat kenaikan titer antibodi untuk mendukung diagnosis,” jelasnya.

Baca Juga:  Diare? Atasi dengan Ramuan Kayu Secang

5. Influenza

Penyakit lain yang sering mengintai di kala musim hujan dan banjir adalah flu karena biasanya bersamaan dengan banyak kambuhnya alergi serta menurunnya daya tahan tubuh akibat cuaca dingin. Ning menjelaskan, flu sebetulnya merupakan gejala, namun disebabkan oleh banyak virus, mulai dari yang ringan seperti Common Cold hingga yang fatal seperti Covid dan flu akibat virus influenza yang masih bisa mematikan bagi populasi lansia dan penderita komorbid. “Karena penyebabnya virus, bila gejalanya ringan, tetap fokus istirahat, penuhi asupan nutrisi dan cairan. Untuk virus influenza, sudah ada obat anti virusnya bila perlu,” sarannya.

6. Diare

Penyakit saluran cerna ini disebabkan oleh infeksi maupun non infeksi.

“Terkait dengan penurunan daya tahan tubuh, diare akibat infeksi juga sering terjadi terutama bila makan atau minum yang tidak matang dan terkontaminasi,” ungkap Ning. Selain demam, gejala yang timbul meliputi nyeri kepala, lelah hingga diare dengan volume banyak atau sedikit dengan darah dan lendir. Memastikan asupan makanan dan cairan yang baik serta istirahat adalah pengobatan yang bisa Anda lakukan bila diare disebabkan oleh infeksi. Sedangkan, bila diare disebabkan oleh bakteri atau cacing, Anda membutuhkan antibiotik untuk mencegah komplikasi.

Baca Juga: Kenali! Ini Ciri Gejala Malaria

7. Malaria dan Chikungunya

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles, sedangkan Chikungunya disebabkan oleh virus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes. “Malaria harus tetap diwaspadai di daerah endemis karena juga bisa menyebabkan kematian,” ungkap Ning. Malaria biasanya menimbulkan gejala seperti demam, nyeri kepala, mual, muntah, lemas, hingga penyumbatan pembuluh darah di organ-organ vital pada kasus berat.

Sementara Chikungunya, menimbulkan gejala seperti demam yang disertai nyeri hebat pada sendi atau tulang, yang dapat mengganggu kualitas hidup. Pengobatan malaria yang paling penting adalah dengan obat anti malaria yang disertai dengan pengobatan pendukung seperti cairan, nutrisi, dan obat pereda gejala. Sedangkan Chikungunya dapat sembuh dengan sendirinya, kira-kira dalam waktu satu minggu. Namun terkadang, nyeri sendi dan tulang dapat bertahan selama beberapa waktu.

 

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Dea OnlyFans Hamil, Begini Komentar Warganet

Di Twitter, sejumlah komentar warganet terkait Dea OnlyFans hamil sangat beragam.

Ketahui Tanda-Tanda Hamil yang Jarang Disadari

Ada sejumlah tanda-tanda hamil yang kurang disadari lantaran mirip dengan gejala sebelum menstruasi.

Hmmm... Ternyata Ini Negara-Negara yang Melegalkan Film Porno

Berikut daftar negara yang melegalkan industri dan peredaran film porno.

Hendak Datang ke Jakarta, Nama Miyabi Trending Topic di Twitter

Kedatangan Miyabi ke Jakarta menuai pro kontra sehingga jadi perbincangan warganet dan trending topic di Twitter pada Selasa (17/5/2022).

Bolehkah Potong Rambut saat Hamil? Ini Penjelasannya

Salah satu pertanyaan yang kerap bikin penasaran adalah bolehkah potong rambut saat hamil?

Apakah Betul Nanas Muda Bisa Buat Mencegah Kehamilan?

Ada anggapan nanas muda bisa buat mencegah kehamilan, apakah betul anggapan ini?

Mengapa Makan Nanas Kadang Membuat Mulut Terasa Gatal?

Saat makan nanas kadang membuat mulut terasa gatal dan pipi terbakar.

Mungkinkah Hepatitis Akut Misterius Terkait Covid-19?

Sebuah penelitian berusaha mengungkapkan hubungan antaran hepatitis akut misterius dengan Covid-19.

Waspadai Hepatitis Akut, Begini Cara Adenovirus Masuk ke Tubuh

Kasus hepatitis akut yang   masih menjadi wabah misterius diduga dipicu adenovirus yang masuk ke tubuh melalui berbagai cara.

Sadis! Tukang Tambal Ban Sodomi Kucing Sampai Mati, Viral di Twitter

Kisah kucing-kucing liar yang disodomi dan disiksa tukang tambal ban sampai mati viral di jagat Twitter.

Mengenal Jenis-Jenis Bipolar, Medina Zein Mengidap yang Mana?

Ada warganet mempertanyakan Medina Zein mengidap jenis-jenis bipolar yang mana?

Kehidupannya Dibahas Warganet, Nama Sandra Dewi Trending di Twitter

Kehidupannya dibahas dan bikin iri warganet, nama Sandra Dewi pun trending topic di Twitter pada Senin (16/5/2022).

Panas Poool! Ini Prediksi Indeks Ultraviolet Sinar Matahari 16 Mei 2022

Indeks sinar ultraviolet adalah angka tanpa satuan untuk menjelaskan tingkat paparan radiasi sinar  UV yang berkaitan dengan kesehatan manusia.

Indonesia Dilanda Cuaca Panas, Ini Tips Jaga Stamina di Suhu Ekstrem

Agar tetap nyaman beraktivitas, ketahui tips jaga stamina di cuaca panas.

Kapan Batas Waktu Bayar Qadha Puasa Ramadan?

Kapan batas waktu membayar qadha puasa Ramadan? Berikut ini penjelasannya.

Pemanasan Global Meningkatkan Risiko Penularan Virus Lintas Spesies

Hasil penelitian tentang perubahan iklim yang akan meningkatkan penularan virus lintas spesies itu diterbitkan di Nature.