Debat I Pilkada Klaten 2020: One Sebut Klaten Daerah Termiskin di Soloraya, Benarkah?

Klaten sebenarnya berada di urutan kedua terkait jumlah penduduk miskin dengan presentase sebesar 12,28 persen.

SOLOPOS.COM - Tiga pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Klaten mengikuti debat publik mengangkat tema Pengembangan Layanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat yang digelar KPU Klaten di Al Hakiim Convention Hall, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (20/11/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Calon Bupati Klaten nomo urut 2, One Krisnata, menyebut Klaten sebagai daerah termiskin di Soloraya. Hal ini disampaikan saat segmen pertama Debat I Pilkada Klaten 2020 diselenggarakan di Gedung Al Hakim Convention Hall, Klaten, Jumat (20/11/2020) malam WIB.

Debat I Pilkada Klaten: Sri Mulyani Janjikan Pemerintahan Anti-Korupsi, ABY Kembangkan Desa Pinggiran

"Tahun 2006 wonogiri daerah termiskin di Soloraya, tahun 2007 Klaten mengambil posisi tersebut, sampai sekarang Klaten daerah termiskin di Soloraya," katanya sebagaimana dipantau Solopos.com. "Paslon nomer 2 kami memiliki program bottom up [dari bawah ke atas], kami ingin mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi," lanjutnya.

One mengatakan dirinya bakal mengembangkan program Desa Mandiri. "Ke depan kami paslon nomer 2 memberikan kesempatan kepada desa untuk dapat menentukan nasibnya sendiri," tuturnya.

One ingin masyarakat Klaten menentukan nasibnya sendirinya. Karenanya, partisipasi dan pemberdayaan bakal dimaksimalkan. "Bagaimanapun juga banyak masyarakat cerdas di desa-desa. Mereka akan mempunyai peluang untuk membantu kita memajukan Klaten melalui desa-desa," katanya lagi.

Penampilan Cabup Klaten di Debat I: Mulyo Pakai Lurik, ORI Kemeja Putih, ABY-HJT Kejawen

Data

Diperiksa Solopos.com, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, Klaten sebenarnya berada di urutan kedua. Ini terkait jumlah penduduk miskin dengan presentase sebesar 12,28 persen.

Di peringkat pertama dengan daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak adalah Sragen dengan presentase 12,70 persen. Di bawah Klaten ada Wonogiri dengan 10,25 persen disusul Karanganyar 9,55 persen dan Boyolali dengan 9,53 persen.

Presentase kemiskinan di Solo berada di angka 8,7 persen atau lebih banyak dari Sukoharjo dengan 7,17 persen.

Dari perkembangannya, Klaten memang sempat menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Soloraya pada 2017.

Dari data jumlah penduduk miskin tersebut persentase penduduk miskin tertinggi pada kondisi Maret 2017 adalah Kabupaten Klaten, dengan persentase penduduk miskin sebesar 14,14 persen. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo memiliki persentase penduduk miskin terendah yaitu sebesar 8,75 persen.

Catat! Debat Cabup-Cawabup Klaten Malam Nanti Dibagi 6 Segmen

Riwayat Daerah Termiskin

Hal yang menarik terjadi pada 2018 bulan Maret, di mana ada pergeseran peta kemiskinan di Soloraya. Kabupaten Klaten yang pada 2017 memiliki persentase penduduk miskin terbesar kini mengalami peningkatan satu strip di atas Kabupaten Sragen yang menjadi kabupaten dengan persentase penduduk miskin terbesar di tahun 2018.

Kabupaten Sragen memiliki persentase penduduk miskin sebesar 13,12 persen sedangkan Kabupaten Klaten memiliki persentase penduduk miskin sebesar 12,96 persen.

Lalu bagaimana dengan kabupaten/kota lainnya? Kabupaten Sukoharjo tetap menjadi kabupaten dengan persentase penduduk miskin terendah yaitu sebesar 7,41 persen.

Kota Solo dan Kabupaten Wonogiri memiliki peringkat yang sama dengan tahun 2017, di mana Kota Solo pada peringkat kedua persentase penduduk miskin terendah dan Kabupaten Wonogiri pada peringkat kelima.

Pergeseran peta kemiskinan juga terjadi di Kabupaten Boyolali dan Karanganyar. Kabupaten Boyolali yang pada 2017 berhasil menjadi kabupaten dengan persentase penduduk miskin terendah ketiga. Pada 2018 turun menjadi peringkat keempat, berkebalikan dengan Kabupaten Karanganyar yang sebelumnya berada pada peringkat keempat kini naik ke peringkat ketiga kabupaten dengan persentase penduduk miskin terendah.

Jumlah Turun

Selain pergeseran peta kemiskinan di Soloraya, ternyata berdasarkan data BPS, kabupaten dengan penurunan persentase penduduk miskin dari 2017 ke 2018 yang terbaik di Soloraya adalah Kabupaten Karanganyar. Daerah ini mengalami penurunan persentase kemiskinan sebesar 2,27 poin (dari 12,28 persen menjadi 10,01 persen). Diikuti Kabupaten Wonogiri dengan 2,16 poin.

Dan lagi-lagi Kabupaten Sragen menjadi kabupaten dengan penurunan persentase kemiskinan terkecil, yaitu sebesar 0,90 poin (dari 14,02 persen menjadi 13,12 persen).

Jika dibandingkan secara nasional, hanya ada dua kabupaten/kota yang memiliki persentase penduduk miskin lebih rendah dibandingkan angka nasional yang sebesar 9,82 persen, yaitu Kabupaten Sukoharjo dan Kota Solo.

Sedangkan jika dibandingkan dengan persentase penduduk miskin Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 11,32 persen, masih ada kabupaten yang memiliki persentase penduduk miskin yang lebih tinggi yaitu Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sragen.

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng Telusuri Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten, Mana Saja?

Solopos.com, SEMARANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi pada pilkada serentak...

Beda Quick Count KPU, Partai Demokrat Klaim Menang di Pilkada Rembang

Solopos.com, SALATIGA — Partai Demokrat mengklaim meraih kemenangan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Padahal hasil...

Harta Rp22 Miliar, Sahrul Gunawan Hanya Punya 1 Mobil

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Sahrul Gunawan untuk sementara unggul dalam hitung cepat Pilkada Bandung...

Sahrul Gunawan: Gagal di Pemilu Legislatif, Berjaya di Pilkada Bandung

Solopos.com, JAKARTA -- Artis sekaligus penyanyi Sahrul Gunawan yang menjadi calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, untuk sementara unggul...

Tak Bertuan, 32.772 Lembar Formulir C Pemberitahuan Dikembalikan

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 32.772 lembar formulir model C pemberitahuan sebagai undangan bagi pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)...

Keluarga Kalla Kalah dalam Pilkada Makassar?

Solopos.com, JAKARTA — Pemilihan umum kepala daerah di Kota Makassar diikuti empat pasangan calon yang memperebutkan kursi wali kota...

Partai Demokrat Sementara Menangi 44% Pilgub 2020

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengklaim menang di empat dari sembilan provinsi...

Berkat Sosialisasi di Masjid, Partisipasi Pemilih Pilkada Wonogiri Tinggi

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mengklaim tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 71,26 persen berdasar...

Sri Mulyani Ungkap Kunci Sukses Dongkrak Suara di Pilkada Klaten 2020

Solopos.com, KLATEN - Pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardaya unggul atas lawan-lawannya berdasarkan hitung cepat Desk Pilkada Pemkab Klaten. Sri Mulyani...

Pilkada Klaten: Mulyo Unggul di 23 Kecamatan, ORI 2 Kecamatan, ABY-HJT 1 Kecamatan

Solopos.com, KLATEN – Pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya atau Mulyo, menang di 23...