Darurat Sinyal, 20 Desa di Wonogiri Masuk Kategori Susah Sinyal Parah
Sebuah menara telekomunikasi

Solopos.com, WONOGIRI — Kondisi susah sinyal telepon dan Internet di Wonogiri ternyata tak hanya dirasakan pelajar di Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Setidaknya ada 20 desa yang masuk kategori susah sinyal cukup parah di kabupaten itu.

Hanya 105 desa di Wonogiri yang bisa mengakses jaringan Internet berkualitas tinggi 4G/LTE untuk mendukung pembelajaran online. Selebihnya, sebanyak 168 desa di Wonogiri bisa memanfaatkan jaringan 3G/H/H+.

Sementara masyarakat di 17 desa harus puas dengan jaringan 2G dan masyarakat di tiga desa bahkan tak mendapat sinyal Internet. Tiga desa tersebut tersebar di Kecamatan Giriwoyo satu desa dan di Kecamatan Wonogiri ada dua desa.

Wah… Mbah Minto Klaten Kini Jadi Jutawan, Tak Perlu Kerja Serabutan

Data tersebut merujuk pada publikasi Badan Pusat Statisik (BPS) Wonogiri dalam Statistik Potensi Desa Kabupaten Wonogiri tahun 2018.

Data itu juga sejalan dengan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Wonogiri. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wonogiri, Heru Nur Iswantoro, mengatakan di Wonogiri ada 20 desa yang termasuk blank spot kategori parah.

Ia mengaku sudah mengusulkan kepada Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kominfo terkait daerah yang layak dibangun menara telekomunikasi.

Ada 2.750 Ton Amonium Nitrat Ada di Lokasi Ledakan Beirut, Waduh!

Menara Telekomunikasi Hanya Ada di 134 Desa

Merujuk data BPS Wonogiri, menara telekomunikasi atau base transceiver station (BTS) memang hanya ada di 134 desa di Wonogiri.

Selebihnya, di 160 desa di Kabupaten Sukses itu tidak ada BTS. Akibatnya, jaringan Internet pun tidak bisa maksimal, apalagi jika digunakan untuk kegiatan pembelajaran online.

Di sisi lain, Heru menyebut Dinas Kominfo di daerah hanya bertanggung jawab terhadap jaringan intra pemerintah. Sementara telekomunikasi menjadi wewenang pusat.

Catat! 1.500-an Peserta Tes CPNS Sragen Wajib Karantina Mandiri Sebelum Ikuti SKB

“Kami hanya bisa mendorong atau menawarkan kepada provider untuk membangun menara telekomunikasi di daerah blank spot,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (2/8/2020).

Ia menambahkan beberapa tahun lalu telah ada survei terkait rencana pembangunan BTS. Tetapi, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dan kejelasan pembangunan menara telekomunikasi tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom