Dari Ribuan Pengunjung New Kemukus, Hanya 33 Orang yang Mau Divaksin

Dari ribuan orang pengunjung New Kemukus, Tim Polres Sragen hanya berhasil menyuntik 33 orang pengunjung karena vaksinasi itu bersifat sukarela.

 Petugas dari Seksi Dokkes Polres Sragen melakukan vaksinasi di New Kemukus, Rabu (4/5/2022) malam. (stimewa/Polres Sragen)

SOLOPOS.COM - Petugas dari Seksi Dokkes Polres Sragen melakukan vaksinasi di New Kemukus, Rabu (4/5/2022) malam. (stimewa/Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN – Membeludaknya pengunjung hingga ribuan orang di New Kemukus dimanfaatkan Polres Sragen untuk menggencarkan vaksinasi dosis ketiga atau booster pada Rabu (4/5/2022). Dari ribuan orang pengunjung itu, Tim Polres Sragen hanya berhasil menyuntik 33 orang pengunjung karena vaksinasi itu bersifat sukarela.

Kasi Dokkes Polres Sragen Rahmat Supriyanto saat dihubungi Solopos.com, Kamis (5/5/2022), menjelaskan vaksinasi di New Kemukus Sumberlawang hanya menghabiskan tiga vial atau 33 orang. Dia mengatakan 33 orang yang disuntik itu terdiri atas tiga orang vaksin dosis kedua dengan ukuran 0,3 ml dan 30 orang vaksin dosis ketiga dengan dosis 0,15 ml.

PromosiButuh Gerakan Reformasi Jilid Kedua

“Animonya memang sedikit. Itu pun kami sudah pakai halo-halo dengan pengeras suara. Sekarang mencari sasaran vaksin memang sulit, kecuali pakai bantuan langsung tunai. Selama Lebaran kami melakukan vaksinasi di Rest Area km 519A dan animonya juga kecil. Dalam sehari paling hanya dapat enam orang,” ujarnya.

Camat Sumberlawang, Sragen, Endang Widayanti, masih memantau situasi di Posko Lebaran Sumberlawang dan New Kemukus. Dia mengatakan membeludaknya pengunjung di New Kemukus dimanfaatkan Polres Sragen untuk vaksinasi tetapi sifatnya tidak memaksa dan hasilnya hanya dapat 33 orang.

Baca Juga: Wisatawan dari Luar Kota Serbu New Kemukus Sragen, Begini Suasananya

Menurutnya, pengunjung New Kemukis penuh dan lalu lintas padat merayap menuju gerbang masuk objek wisata milik Pemkab Sragen itu. “Pengunjung berdatangan sejak H+1 atau 2 Mei lalu. Kebanyakan pengunjung datang pada malam hari karena menikmati lampu-lampu di promenade,” ujarnya.

“Upaya mengubah citra New Kemukus terbilang berhasil karena banyak pengunjung kebanyakan keluarga. Ini murni wisata keluarga karena mulai dari anak-anak sampai dewasa ada semua.”

Dia menjelaskan para pengunjung itu merupakan pemudik yang ingin tahu tentang Kemukus. Mereka penasaran dengan Kemukus yang sering muncul di media sosial padahal daya tariknya ya masih sama, yakni lampu.

Baca Juga: BOB Sebut Wisata Sragen Bisa Dijual ke Luar Negeri, Ini Alasannya

“Banyaknya pengunjung Kemukus itu jelas karena liburan panjang, pemudik yang penasaran, dan faktor media sosial yang paling utama. Mereka datang itu sebenarnya orang nonton orang itu keunikan tersendiri,” katanya.

Dia mengungkapkan pengunjung kebanyakan mobil pribadi dari luar Sragen. Sebelumnya, kata dia, ada rombongan sepur kelinci itu orang lokal Sragen. Dari warga Pendem juga menyajikan kesenian sebagai hiburan.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.

Video Viral Wali Kota Gibran Punguti Sampah di CFD Solo

Aksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka memunguti sampah di kawasan CFD Solo viral di media sosial.

Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono Dimakamkan di Tanah Kelahiran Sragen

Jenazah mantan Bupati Wonogiri, Oemarsono, dimakamkan di tanah kelahiran Dukuh Cungul RT 035, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Senin (23/5/2022).

Ada Keluhan Mata, Rumah Sakit Mata Solo Siap Layani Kapan Pun

Rumah Sakit Mata, yang berada di Jl. Adi Sucipto No. 169 Solo tersebut terus berupaya memberikan layanan prima untuk masyarakat