Tutup Iklan

Dapat Izin Menparekraf, GL Zoo Perbolehkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk

Pengelola kebun binatang Gembira Loka atau GL Zoo memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun untuk masuk ke dalam area wisatanya.

 Sejumlah wisatawan berkunjung ke GL Zoo di masa uji coba operasional wisata seiring dengan pemberlakuan PPKM level 3, Senin (13/9/2021). (Harian Jogja/Yosef Leon)

SOLOPOS.COM - Sejumlah wisatawan berkunjung ke GL Zoo di masa uji coba operasional wisata seiring dengan pemberlakuan PPKM level 3, Senin (13/9/2021). (Harian Jogja/Yosef Leon)

Solopos.com, JOGJA — Pengelola kebun binatang Gembira Loka Zoo atau GL Zoo di Yogyakarta mulai mengizinkan anak usia di bawah 12 tahun untuk masuk ke area wisata sejak Minggu (10/10/2021).

Diizinkannya anak-anak masuk itu pun membuat jumlah kunjungan GL Zoo mengalami lonjakan yang signifikan.

Kepala Bagian Humas dan Promosi GL Zoo, Fahmi Ramadan, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembukaan secara normal sejak Minggu kemarin.

Baca juga: Banyak Pengunjung di Bawah 12 Tahun Ditolak, GL Zoo Minta Dispensasi

“Sudah kami buka untuk hari biasa dan akhir pekan. Hal itu juga sesuai dengan arahan dari Kemenparekraf,” terang Fahmi, dikutip dari suara.com, Selasa (12/10/2021).

Dengan kembali dibukanya kebun binatang ini, anak-anak usia di bawah 12 tahun juga diperbolehkan masuk ke GL Zoo.

Fahmi mengatakan diperbolehkannya anak usia di bawah 12 tahun itu masuk ke GL Zoo tak terlepas dari diskresi yang diberikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

“Setelah ada izin dan diskresi dari Menparekraf mulai ada peningkatan. Total sampai Selasa ini mencapai 3.000 orang pengunjung,” jelas dia.

Meski mengizinkan anak usia di bawah 12 tahun berkunjung, pengelola tidak serta merta membolehkan jika pendamping atau orang tua anak belum mendapat vaksin dosis 1 dan 2. Hal itu untuk memastikan pengunjung lain aman ketika berada di dalam kawasan kebun binatang Gembira Loka atau GL Zoo.

“Tetap kami cek terlebih dahulu vaksinasi pendampingnya, apakah sudah 2 kali vaksin atau belum. Jika belum divaksin dan membawa anak di bawah 12 tahun, tentu kami tolak,” katanya.

Baca juga: 4 Objek Wisata Jogja Bisa Ceriakan Ananda

Kendati demikian, Fahmi menyebut banyak pengunjung GL Zoo yang sudah menjalani vaksinasi dua kali. Hal itu pun membuat kedatangan mereka ke GL Zoo tidak sia-sia karena lolos dari skrining untuk diizinkan masuk.

Lebih lanjut, pengelola GL Zoo, cukup ketat melakukan protokol kesehatan. Bagi wisatawan yang tidak menggunakan masker sesuai prosedur, pihaknya menyediakan fasilitas tambahan.

Tak hanya itu, pengunjung juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memindai QR code sebagai salah satu persyaratan masuk ke lokasi wisata GL Zoo.

“Pemindai ini wajib ditunjukkan untuk memindai kondisi wisatawan. Sehingga ada rekam jejak ketika nantinya terjadi persebaran Covid-19,” jelasnya.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Polisi Ungkap Fakta Baru Diduga Siskaeee Pamer Payudara-Kelamin di YIA

Polisi mengungkap bahwa kasus eksibisionis yang dilakukan perempuan diduga Siskaeee di Bandara YIA menjadi catatan penting bagi Polres Kulonprogo.

Banjir Lahar Dingin Merapi, Bupati Sleman Tetapkan Tanggap Darurat

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Lahar Dingin Merapi

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat banjir lahar dingin Merapi agar upaya penanganannya bisa lebih cepat dilakukan.

Kunjungi Seniman Bantul, Rachmat Gobel Pesan 6 Robot dari Motor Rosok

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel mengapresiasi usaha kreatif Eri Sudarmono, 42, warga Bantul yang menyulap motor tua menjadi replika robot.

Libur Akhir Tahun Mau Ke Jogja? Ketahui Dulu 3 Lokasi Penyekatan Ini

Penyekatan akan kembali dilakukan Pemprov DIY di tiga lokasi pada libur Nataru mendatang. Akan ada pemeriksaan sampel pula untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.

Dinas Kebudayaan DIY Salurkan Gamelan ke Pesantren, Jadi Media Dakwah

Dinas Kebudayaan DIY menyalurkan seperangkat gamelan kuningan pelog dan slendro kepada sejumlah pesantren.

Bikin Susah, Warga Nanggulan Tolak Penambangan Pasir Kali Progo

Sejumlah warga dari Kapanewon (Kecamatan) Nanggulan, Kulonprogo, mengeluhkan aktivitas penambangan pasir di sekitar Kali Progo.

Disdikpora Bantul Usulkan Gerakan Pasermas Lidi, Apa Maksudnya?

Disdikpora Bantul mengatakan, secara regulasi belum ada aturan yang mengatur keterlibatan masyarakat itu dalam dunia pendidikan.

Pemkot Jogja Tidak Lakukan Pendataan Jaminan Sosial 2021, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Jogja tidak mendata ulang keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial pada 2021. Pemkot menggunakan data tahun lalu.

Ini Dia! Sosok Siskaeee yang Disebut Pamer Organ Vital di Bandara YIA

Sosok pengguna akun siskaeee tengah ramai dibicarakan setelah video viral perempuan yang memamerkan payudara dan alat vital di Bandara YIA.

Tak Ada CCTV, Tempat Diduga Siskaeee Pamer Payudara-Kelamin di YIA

Perempuan diduga Siskaeee melakukan aksi eksibisionisme di akses jalan penghubung antara lantai satu dan dua parkir Bandara YIA yang tidak terpasang cctv dan jarang dilalui orang.

Kata Bandara YIA Soal Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di Parkiran

PT AP I (Persero) selaku pengelola Bandara YIA merasa dirugikan oleh perempuan yang melakukan aksi eksibisionisme, yakni pamer payudara dan kemaluan di lantai dua parkir Bandara YIA.

+ PLUS PKL Harus Pindah agar Malioboro Menjadi Mirip Orchard Road

Konsep besar yang segera direlisasikan adalah mengembangkan Malioboro menjadi seperti kawasan Orchard Road di Singapura. Basisnya adalah penataan dan pemberdayaan sumbu filosofis keraton dan Kota Jogja.

Polisi Kantongi Identitas Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di YIA

Polres Kulonprogo mengantongi identitas perempuan yang diduga melakukan aksi eksibisionisme di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Terbaru, Soal Kasus Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di Bandara YIA

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mendesak polisi menyelesaikan kasus video viral perempuan memamerkan payudara dan alat kelamin di Bandara YIA.