Dapat Bantuan Smartphone, Siswa SD di Madiun Ini Tak Perlu Lagi Sebrangi Sungai untuk Belajar Daring
Wahyu Agus Nurtino, 12, siswa kelas VI SDN Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, saat menggunakan smartphone miliknya, Kamis (6/8/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Wahyu Agus Nurtino, 12, siswa kelas VI SDN Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, akhirnya bisa tersenyum bahagia. Wahyu kini memiliki smartphone yang bisa digunakan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar daring dari sekolah.

Wahyu mendapatkan bantuan dari seorang donatur berupa satu unit smartphone. Selain ada yang memberikan handphone, sejumlah donatur pun ada yang datang ke rumahnya di Desa Brumbun untuk memberikan sejumlah bantuan berupa uang tunai.

"Alhamdulillah, ada yang memberikan HP. Saya kaget dan sangat senang. Saya ingin mengucapkan terima kasih bagi donatur yang telah membantu, memberikan HP untuk saya," ujarnya saat ditemui Madiunpos.com di rumahnya, Kamis (6/8/2020).

Truk Terguling di Jalan Raya Solo-Sukoharjo Telukan, Muatan 300 Lembar Besi Ambyar

Wahyu menyampaikan saat ini sudah mempunyai aplikasi WhatsApp (WA). Sehingga tugas-tugas dari guru yang biasanya disampaikan lewat WA tidak akan tertinggal lagi.

"Kalau sebelumnya kan saya harus ke rumah teman untuk tahu tugas sekolah. Tapi sekarang tidak perlu lagi, karena sudah punya WA sendiri. Jadi sudah tidak perlu jauh-jauh ke rumah teman untuk belajar," kata Wahyu.

Kondisi Keluarga

Dia berjanji akan memanfaatkan HP ini secara maksimal untuk kebutuhan belajar. Ayah Wahyu, Slamet Nursanto, mengatakan sangat senang atas bantuan yang diberikan kepada anaknya. Dia tidak membelikan anaknya smartphone memang karena kondisi ekonomi keluarga.

"Alhamdulillah, ada yang membantu. Saya ucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan," jelasnya.

Slamet menyampaikan smartphone yang diberikan kepada anaknya itu dijamin akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar daring. Dengan demikian, Wahyu tidak perlu bingung lagi saat ada tugas dari sekolah.

"Wahyu kan tidak perlu belajar di rumah temannya. Bisa mengerjakan soal di rumah," kata Slamet.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wahyu tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara online oleh pihak sekolah karena tidak memiliki smartphone. Pihak sekolah memang mengeluarkan kebijakan belajar online selama masa pandemi Covid-19.

Nekat! Petani di Polanharjo Klaten Tanam Sayuran di Lahan Motif Batik Terdampak Tol Solo-Jogja

Wahyu pun menumpang di rumah temannya selamapembelajaran daring. Untuk mencapai rumah temannya itu, Wahyu harus melewati aliran Sungai Catur yang memisahkan antara dusun tempat dia tinggal dengan dusun tempat temannya tinggal.

“Kalau lewat jalan ada, tapi muter. Jauh. Jadi saya seringnya nyabrang di sungai,” kata Wahyu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom