Dampak Proyek Flyover Purwosari: Macet, Becak Mati, Perawatan Jalan Rusak
Lalu lintas memadati di Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Selasa (13/3/2018). Pada hari kedua simulasi manajemen rekayasa lalu-lintas (MRLL) proyek flyover Manahan, lalu lintas lebih terurai. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Pembangunan flyover Purwosari tak hanya berdampak pada kemacetan. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga harus memikirkan biaya perawatan jalan yang menjadi penopang pengalihan arus.

Flyover Purwosari menjadi satu dari sekian fasilitas umum yang dibangun Pemkot Solo tahun ini. Proyek dengan anggaran hingga Rp104 miliar ditargetkan rampung Desember tahun ini.

60 Pohon Masih Dipertahankan di Lahan Proyek Flyover Purwosari Solo, Ini Alasannya

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VII, Akhmad Cahyadi, mengatakan bangunan flyover Purwosari memiliki tiang penyangga 120 titik dengan panjang masing-masing 18 meter hingga 21 meter. Pelaksana proyek menggunakan dua bore pile dan satu bore pile agar mampu menyelesaikan tiga tiang per hari.

Pembangunan flyover menjadi komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akibat arus lalu lintas yang padat dan adanya double track sehingga intensitas kereta api bertambah.

Pejalan Kaki di Rel Ganda Jl. Transito Meningkat Akibat Proyek Flyover Purwosari Solo

Pembangunan infrastruktur transportasi itu diharapkan mengurangi kemacetan. Sebab, pertumbuhan kendaraan di Solo tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur transportasi.

Kendati begitu, pembangunan tak hanya berdampak pada pengalihan arus. Kemacetan, matinya penarik becak, dan sepinya pusat bisnis di titik tersebut juga dikeluhkan.

Belum lagi pengeluaran ekstra Pemkot untuk biaya perawatan jalan-jalan yang menjadi penopang pengalihan arus.

Bahagia Itu Sederhana! Proyek Flyover Purwosari Solo Jadi Wisata Dadakan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Endah Sitaresmi, menyebut dua faktor utama yang menyebabkan kerusakan jalan yakni beban jalan dan cuaca.

Menurut Sita, musim hujan mengakibatkan jalan menjadi cepat rusak. Air hujan akan merembes ke sela material jalan sehingga mengurangi kekuatan aspal.

“Dampaknya nanti usia jalan akan lebih pendek dari yang semestinya. Tapi, kalau soal beban lalu lintas sebenarnya tidak terlalu besar dampaknya. Ada, tapi tidak sebesar musim hujan,” kata dia, Senin (10/2/2020).

Biar Tak Makin Macet, Distribusi Material Flyover Purwosari Solo Malam Hari


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho