Curhat Agen Bus di Terminal Klaten Penumpang Sepi Dampak PSBB Jakarta
Suasana bagian dalam Terminal Ir Soekarno Klaten sepi, Jumat (18/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Pengelola agen bus di Terminal Ir. Soekarno Klaten mengaku pasrah aktivitas pemberangkatan penumpang di terminal yang mulai berangsur normal, kembali lesu selama hampir sepekan terakhir.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang kembali diterapkan di Jakarta ditengarai menjadi pemicu lesunya penumpang di terminal Klaten tersebut. Salah satu karyawan agen bus di Terminal Ir. Soekarno Klaten, Muklis, 35, mengakui kondisi tersebut.

"Ada PSBB otomatis penumpang yang akan berangkat menurun. Pada ketakutan kalau berangkat ke Jakarta nanti mau balik lagi ke sini sulit. Ada yang cancel pemberangkatan pada Sabtu-Minggu kemarin," kata Muklis, Jumat (18/9/2020).

Ngeri, Begini Cara Pelaku Bawa Potongan Tubuh Korban Mutilasi ke Kalibata City

Lebih lanjut, dia mengungkapkan agen tempatnya bekerja melayani pemberangkatan melalui tiga perusahaan otobus (PO). Dari tiga PO itu, sebanyak dua PO libur sejak diberlakukan PSBB di Jakarta. Alhasil sejak Senin, pemberangkatan penumpang melalui agen miliknya sepi.

"Hari ini ada modal satu penumpang mau diberangkatkan. Namun saya dihubungi dari PO kalau cancel pemberangkatan,” ungkap dia.

Tutup Sekitar Tiga Bulan

Muklis mengatakan saat awal pandemi Covid-19 terjadi, agen tempatnya bekerja tutup sekitar tiga bulan dari pertengahan Maret hingga pertengahan Juni.

Kemudian, jumlah penumpang yang berangkat berangsur mulai normal memasuki Agustus apalagi sudah ada pelonggaran-pelonggaran yang diberlakukan.

Presiden Jokowi Kirim Surat Ucapan Selamat Ultah Ke-23 Untuk Solopos: Semoga Selalu Menginspirasi!

Pada Agustus, rata-rata jumlah penumpang yang diberangkatkan melalui agen tempat Muklis bekerja sebanyak 10 orang per hari. "Tetapi sekarang menurun lagi," ungkap dia.

Sebelum ada pandemi Covid-19, Muklis setidaknya bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp130.000-Rp200.000/hari. Namun, sejak ada pandemi terjadi pendapatannya menurun.

"Sekarang mendapatkan penghasilan Rp80.000 per hari sudah bersyukur," urai dia.

Bikin Terenyuh, Perawat Ini Lepas Masker Sambil Kesakitan

Muklis kini pasrah ketika pembelian tiket bus melalui agennya kembali lesu menyusul ada PSBB. Dia hanya berharap pandemi segera berakhir dan kondisi kembali normal.

"Pasrah saja. Rejeki sudah ada yang mengatur. Yang penting KTP masih laku [untuk mengajukan pinjaman]," jelas dia.

Seluruh Sektor Ekonomi

Hal senada disampaikan pengelola agen bus lainnya di Terminal Ir. Soekarno, Imam Suwarto, 50. Imam menjelaskan dampak pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan pengelola agen bus melainkan seluruh sektor ekonomi.

"Memang menurun. Yang penting disyukuri saja. Mau tidak mau ini menjadi ladang kami. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan pemerintah bisa tanggap. Kami tetap awali dari pribadi masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Imam.

Presiden Ingatkan Pemda Tak Gegabah Ambil Keputusan Terkait Covid-19

Sementara itu, Pengelola Teknologi Informasi Terminal Ir Soekarno Klaten, Saryana, mengatakan ada sekitar 28 agen bus di Terminal Ir Soekarno Klaten. Meski ada tren penurunan penumpang yang berangkat, para pengelola agen tetap membuka kios mereka.

"Berbeda dengan PSBB sebelumnya. Ada beberapa yang memilih tutup. Kalau sekarang semuanya tetap buka," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom