Corona Sukoharjo: 190 ODP Tersebar di 12 Kecamatan
Ilustrasi virus corona (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Sebanyak 190 orang dalam pemantauan (ODP) yang diduga terpapar virus corona tersebar di 12 kecamatan di Sukoharjo. Perinciannya, 163 ODP menjalani isolasi mandiri, 11 orang dirawat, dan 16 lainnya dinyatakan selesai dipantau.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) corona Sukoharjo tercatat ada 12 orang. Tujuh pasien di antaranya  sudah melakukan tes swab. Hasilnya, tiga dinyatakan negatif, sedang empat sisanya masih menunggu hasil laboratorium.

"Untuk lainnya sudah sembuh namun belum sempat di tes swab," kata juru bicara Tim gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto, kepada Solopos.com, Senin (30/3/2020).

Sosiolog UNS Solo: Pekewuh Bikin Orang Indonesia Sulit Jaga Jarak Sosial

Gani mengatakan hingga kini di Kabupaten Sukoharjo terdapat dua pasien positif corona, satu di antaranya meninggal dunia. Sedangkan satu pasien lain masih dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Gani mengatakan Kecamatan Grogol ditetapkan sebagai zona merah dengan dua kasus positif corona.

"Dari 12 kecamatan di Sukoharjo, ada tiga kecamatan yang tidak terdapat PDP yaitu Tawangsari, Gatak dan Kartasura," katanya.

Saat ini, Gani mengatakan Tim gugus Covid-19 berfokus terhadap pemantauan para pendatang dari luar daerah ke Sukoharjo. Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yuni Wahdiyati.

6 Cara Ampuh Mencegah Penularan Virus Corona

Pemudik

DKK Sukoharjo terus memantau pendatang dari luar daerah. Apalagi pendatang yang berasal dari daerah rawan corona. Mereka secara otomatis masuk dalam kategori ODP corona Sukoharjo.

Ketua Gugus Tugas Pencegahan Corona Sukoharjo, Agus Santosa meminta seluruh RT melaporkan setiap pendatang kepada pihak desa. Selanjutnya, warga tersebut diminta secara sukarela melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Kritik Deddy Corbuzier soal Corona: Kita #Dirumahaja, Tapi WNA Masuk Indonesia

"Sudah dikeluarkan SE Bupati mengenai antisipasi pendatang, kami berharap itu dipatuhi dan dilaksanakan. Pendatang yang mengalami gejala sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan yang terdekat seperti Puskesmas," jelas Agus.

Di satu sisi, pihaknya menekankan agar masyarakat tetap mematuhi anjuran pemerintah. Yakni tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar guna mencegah sekaligus memutus mata rantai persebaran virus corona.

Dianggap Tak Pantas, Filter Corona Dihapus Instagram


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho