Corona Mewabah, Ini Nasib Seleksi CPNS 2019?
Suasana tes dalam seleksi CPNS. (Antara-Muhammad Adimaja)

Solopos.com, SOLO -- Badan Kepegawaian Nasional (BKN) resmi menunda pelaksanaan seleksi kompetensi bersama atau SKB CPNS 2019 akibat mewabahnya virus corona.

Penundaan seleksi CPNS 2019 akibat corona tersebut tertuang dalam keputusan yang disampaikan melalui akun media sosial Twitter resmi milik BKN, Senin (16/3/2020).

Pelajar SMK Karanganyar Korban Kecelakaan Ngeri Teringat Kondisi Di Bus Saat Kejadian

Meski menunda pelaksanaan tes seleksi SKB CPNS 2019 akibat corona, BKN menegaskan pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2019 tetap akan diumumkan sesuai jadwal yang sudah ada.

"Pengumuman hasil tes SKD tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal. Namun demikian, pelaksanaan SKB rencananya akan ditunda beberapa saat sebagai bagian dari tindakan pencegahan Covid 19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah," bunyi pengumuman dari Kepala BKN Bima Haria Wibisana.

Pengosongan Lahan Sriwedari Solo: Satpol PP dan Kelurahan Tak Hadir, Rakor Dijadwal Ulang

Adapun jadwal pelaksanaan SKB akan dilaksanakan mulai 25 Maret 2020 hingga 10 April 2020. Namun, untuk mencegah penyebaran virus corona, pelaksaan tes SKB ditunda hingga waktu yang tak ditentukan.

Status Darurat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melalui surat Nomor 13A/2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia memutusakn masa darurat nasional Covid-198 akan berjalan hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Pelajar SMK Karanganyar Korban Kecelakaan Ngeri Teringat Kondisi Di Bus Saat Kejadian

"Perpanjangan status keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu berlaku selama 91 hari terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020," demikian ketentuan yang tertulis dalam surat keputusannya dilansir Suara.com, Selasa.

Status darurat ini diterapkan karean penyebaran virus corona semakin meluas dan menyebabkan banyak korban jiwa, kerugian harta benda, dampak psikologis masyarakat, dan mengancam serta menganggu kehidupan masyarakat.

Kecelakaan Tabrak Lari Sragen, Sopir Truk Tertangkap Setelah Aksi Kejar-Kejaran Dengan Warga

Hingga Selasa  (17/3/2020), sebanyak 172 orang terinfeksi virus corona di Indonesia. Lima di antaranya telah meninggal dunia dan sembilan dinyatakan sembuh.

"Ada penambahan 20 orang dari pemeriksaaan spesimen Balitbangkes dan 5 pemeriksaaan di Universitas Airlangga, jadi total ada 172 kasus. Di mana kasus meninggal tetap 5. Penemuan terbanyak dari DKI Jakarta, berikutnya dari Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah, dan juga dari Kepulauan Riau," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho