Ingin Wabah Corona Segera Berakhir? Mahamenteri Keraton Solo Tedjowulan Sarankan Ini
ilustrasi virus corona atau Covid-19 (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Mahamenteri Keraton Solo, KGPHPA Tedjowulan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperbanyak doa guna mengusir wabah Covid-19 atau virus corona yang telah menyerang Solo.

Masyarakat diminta lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengurangi kesenangan duniawi. Menurut Tedjowulan, serangkaian ikhtiar atau usaha manusia tidak bisa dilepaskan dengan doa sebagai pasangannya.

Sebagai simbol atau perlambang harapan, masyarakat bisa membuat bubur atau jenang ketan hitam tanpa gula dan santan. Bubur yang dibuat lantas dimakan bersama keluarga dan dibagikan kepada tetangga di sekitar rumah.

Ada 639 ODP & 6 PDP Corona di Klaten, Ini Sebaran Wilayahnya

“Bubur atau jenang ketan hitam hanya menggunakan garam kasar secukupnya. Tidak pakai gula dan santan,” ujar dia kepada wartawan, Jumat (27/3/2020).

Beras ketan hitam sebagai pralambang kondisi kurang baik yang terjadi. Kondisi yang kurang baik ini disebabkan serangan wabah corona. Sendi-sendi kehidupan masyarakat menjadi rapuh dan goyah.

Tak adanya gula di bubur ketan hitam yang dibuat itu sebagai simbol mengurangi kesenangan. Dalam situasi seperti sekarang masyarakat harus memperbanyak tirakat atau mendekatkan diri kepada Tuhan.

Perempuan Pingsan di Jalan Wonogiri Dikira Terinfeksi Corona, Warga Tak Berani Menolong

“Sedangkan tidak memakai santan dengan maksud kita menahan diri untuk tidak bepergian,” terang dia.

Menetralkan Situasi dan Kondisi

Sementara penggunaan garam kasar sebagai simbol sarana untuk menetralkan situasi dan kondisi yang serbatidak enak saat ini menjadi rasa asin yang memberikan kekuatan.

“Insya Allah semua itu akan tawar,” kata dia.

Dengan membuat dan memakan jenang ketan hitam tanpa gula dan santan, diharapkan masyarakat Solo akan terhindar dari berbagai hal negatif, termasuk wabah corona.

Pulau-Pulau Ini Jadi Angker Setelah Ditinggalkan Penduduknya, Berani Datang?

“Mari kita senantiasa dekatkan diri kepada Tuhan,” ajak dia.

Berdasarkan data terbaru, Jumat, di Kota Solo sudah ada empat pasien corona yang meninggal dunia. Jumlah pasien positif corona ada delapan orang, jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP ada 22 orang.

Sementara jumlah orang dalam pemantauan atau ODP tercatat 69 orang. Satu orang yang terkonfirmasi positif corona asal Mojosongo, Jebres, Solo, dinyatakan sembuh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho