Cerita Bakul Bakso Nasabah Kospin Syariah Karanganyar Tak Bisa Cairkan Tabungan
Nasabah KJKS Kospin Syariah Karangangar mendatangi kantor Kospin Syariah Karanganyar pada Selasa (17/11/2020). (Solopos.com/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR – Puluhan nasabah menggeruduk kantor Kospin Syariah Karanganyar, Selasa (17/11/2020). Mereka menuntut uang tabungan yang disimpan dicairkan.

Puluhan orang itu mengaku menyimpan uang di Kospin Syariah dalam bentuk tabungan maupun deposito. Sayangnya, sejak setahun terakhir, nasabah tidak dapat mengakses uang yang disimpan.

Salah satu nasabah dari Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Darman, mengaku datang ke kantor Kospin Syariah Karanganyar untuk mencoba mencairkan uang tabungan milik istrinya, Sugiyanti. Nilai tabungan Sugiyanti Rp50 juta.

"Ceritanya disimpan dulu biar tidak habis. Ini malah tidak bisa dicairkan. Rp50 juta itu tidak sedikit buat saya. Kami nabung sejak puluhan tahun lalu. Seminggu Rp15.000. Keuntungan jualan bakso. Saya tidak menuntut neko-neko. Uang saya bisa diambil begitu saja," kata penjual bakso keliling itu saat berbincang dengan Solopos.com.

Wih Ada Bilik Asmara di Pengungsian Merapi Magelang, Fasilitasnya Yahud

Nasabah lain dari Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar, Nuning Indriyati, menceritakan dirinya menangis karena tidak bisa mencairkan uang saat Ramadan lalu. Padahal uang itu akan dibagikan kepada pengurus pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).

Nuning mengaku menyimpan uang iuran rutin PKK dan PAUD tempatnya bekerja di Kospin Syariah Karanganyar senilai Rp45 juta sejak 2017.

"Satu tahun ini tidak bisa ambil dana. Pernah ambil Rp1 juta tetapi hanya diberi Rp200.000. Kadang malah tidak dikasih karena kata pegawai [Kospin Syariah] tidak ada uang. April lalu, saya nabung Rp3 juta dan masih diterima. Itu uang PKK," ujar Nuning.

Sayangnya usaha mereka menggeruduk kantor Kospin Syariah Karanganyar untuk meminta kejelasan soal nasib tabungan tidak membuahkan hasil. Pantauan Solopos.com, kantor Kospin Syariah Jl. Kapten Mulyadi Kelurahan/Kecamatan Karanganyartutup atau tidak ada aktivitas perbankan selama beberapa waktu terakhir. Pintu pagar maupun pintu kantor tertutup rapat pada Selasa.

Terkuak! Pembunuh ABG Berseragam Pramuka di Hotel Semarang Ternyata Pacar Korban, Baru Kenal 2 Pekan

Jalan Damai

Informasi yang dihimpun Solopos.com, perwakilan nasabah dengan pihak Kospin Syariah pernah melakukan pertemuan untuk berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Nasabah Kospin Syariah dari Tegalasri, Karanganyar, Nawang, membenarkan pertemuan tersebut.

Pertemuan menghasilkan kesepakatan Kospin Syariah menggelontorkan Rp4 miliar secara bertahap selama lima bulan terhitung Agustus 2020.

"Ada RAT luar biasa. Di situ [Kospin Syariah] memberi tahu kerugian koperasi lebih dari Rp30 miliar. Disepakati penyelesaian, penyehatan. Koordinasi Kospin dengan tim perwakilan nasabah enam orang. Kospin bersedia menggelontorkan Rp4 miliar dimulai Rp500 juta, Rp500 juta, Rp1 miliar, Rp1 miliar, dan Rp1 miliar. Terealisasi Rp500 juta dan Rp500 juta," jelas Nawang yang mengaku menjadi salah satu dari tim enam perwakilan nasabah.

Nasabah Maybank Solo Kehilangan Uang Rp72 Juta di Rekening, Sisa Rp85.000

Menurut Nawang pencairan Rp3 miliar secara bertahap terhenti. Nawang tidak mengetahui pasti alasan koperasi melalui kuasa hukumnya menghentikan pencairan dana tersebut. Nawang menyebut komunikasi koperasi dengan nasabah terputus. Dia berharap uang Rp170 juta yang disimpan di koperasi dapat dicarikan.

Kospin Syariah menggandeng Najib Ali Gisymar Law Firm sebagai kuasa hukum. Salah satu kuasa hukum, Najib Ali Gisymar, menyampaikan koperasi terpaksa menghentikan pencairan Rp4 miliar karena nasabah dinilai melangkah secara sepihak atau diluar kesepakatan yang telah dibuat. Salah seorang nasabah, menurut Najib, melaporkan pengurus Kospin Syariah ke polisi.

"Komitmen awal tidak ada saling lapor supaya pengurus Kospin Syariah konsentrasi menyelesaikan masalah internal. Karena dilanggar yasudah, kami hentikan pencairan berikutnya. Kami tawarkan solusi tetapi ditolak nasabah," ujar Najib saat dihubungi Solopos.com, Selasa.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom