Cek Fakta: Siti Fadilah Supari Membocorkan Vaksin dari Amerika?

Video Siti Fadilah Supari yang beredar di media sosial itu merupakan video lama.

 Siti Fadilah Supari. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Siti Fadilah Supari. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Belakangan ini, isu soal vaksin ramai dibicarakan orang menyusul pernyataan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menolak vaksin. Pernyataan itu muncul dalam sebuah video pendek yang beredar di media sosial.

Video berdurasi 9 menit 6 detik itu diunggah oleh akun Instagram @teluuur pada Minggu (26/7/2020). Video itu ditonton sedikitnya 66.800 kali dan ada 477 komentar. “Saat jadi menteri saya menemukan tiba-tiba 950.000 anak balita... akan divaksin,” kata Siti Fadilah dikutip dari tayangan video itu.

Menurut dia, masih dari video itu, vaksin itu tidak jelas sumbernya. Seorang pejabat eselon I yang ditanyai Siti Fadilah mengatakan vaksin itu disebut dari Tiongkok, namun ternyata dari Amerika Serikat (AS). Ia menyebutnya sebagai “funding yang baik hati.”

Vaksin itu juga belum pernah diujicobakan sebelumnya. Saat di Indonesia itulah vaksin akan menjalani uji cobanya.

Kepada Siti, pemilik vaksin itu datang. Namun, Siti menolak soal pemberian vaksin bagi anak-anak Indonesia. Mereka juga menarkan posisi yang tinggi untuk Siti jika memuluskan pemberian vaksin itu. Namun, dalam video itu, Siti menolak.

“Nah yang sekarang yang kaya itu berjalan. Saya melihat ada running text. Ada percobaan vaksin demam berdarah di DKI jakarta. Saya telepon. Percobaan… Sekarang ini. Vaksin selain 4 itu yang dulu saya larang, masuk semua. Silahkan. Bayangkan. Ngeri,” lanjut Siti.

Cek Fakta: Klaim Klepon Tidak Islami False Flag & Siapa Abu Ikhwan Aziz?

Kapan Video itu Dibuat?

Video yang beredar di media sosial itu merupakan video lama. Video itu diunggah dan viral seiring dengan pernyataan Siti soal penolakan vaksin Covid-19 dalam akun Youtube Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, video itu dibuat saat Siti Fadilah tak lagi menjabat Menkes. Artinya setelah Oktober 2009.

Dalam video itu ada dua buah logo yang menjadi latar sebagai pendukung acara di mana Siti menjadi pembicara. Logo itu yakni Forum Silaturahmi Masjid Perkantoran Jakarta (Forsimpta) dan Asosiasi Bekam Indonesia (ABI).

Solopos.com mengecek akun Twitter Forsimpta di @forsimpta melalui twopcharts.com. Hasilnya ditemukan, akun Forsimpta dibuat pada Minggu, 16 Mei 2010. Ada 211 cuitan diunggah Forsimpta.

Dari 211 cuitan itu tidak satupun ada ketikan nama “Siti Fadilah Supari.” Asumsinya, nama mantan Menkes itu bakal menjadi cuitan Forsimpta mengingat lembaga ini menjadi pendukung acara yang dihadiri Siti Fadilah Supari.

Cuitan pertama Forsimpta dibuat pada 22 Mei 2010 berbunyi, “Pesantren 22 Mei Tema: Mengoptimalkan Ikhtiar, Menjemput Jodoh, Bsama Ust. Hudalloh Mushlihm Lc. Tampaknya akan banyak penanya…”

Cek Fakta: 71 Pasien Covid-19 Klaster Hajatan Boyolali Dilarikan ke Moewardi Hoaks

Video Serupa

Tak hanya itu, jika diperiksa berdasarkan frame dalam video, akan muncul beberapa video sejenis di Youtube. Video paling lama diunggah pada 21 Agustus 2015 oleh channel KataSuara. Video berjudul Siti “Fadilah Supari Membocorkan Vaksin dari Amerika” itu sama persis seperti yang beredar di media sosial.

Video sama berikutnya muncul di channel Youtube PowerKhan. Kali ini judulnya berbeda yakni “Mengungkap Agenda Di Balik Vaksin” pada 6 November 2017.

Potongan video lainnya ada “Melumpuhkan Negara itu dengan Penyakit” berdurasi 43 detik yang diunggah Candraduri pada 21 Januari 2020. Akun yang sama juga mengunggah video Siti Fadilah lainnya yakni “TBC itu Harus Ada Terus di Dunia” berdurasi 2 menit 49 detik.

Terbaru, video berdurasi menit 6 detik itu diunggah pula oleh akun Secret X-files dengan judul “Siti Fadilah Supari vs WHO 2006” pada 1 Mei 2020.

Dari sederet video itu, diperkirakan acara Siti Fadilah itu terjadi antara Oktober 2009-Agustus 2015.

Cek Fakta: Termometer Tembak Sebabkan Kerusakan Otak? Cek Faktanya

Percobaan Vaksin

Pada rekaman video itu, Siti Fadilah juga menceritakan adanya percobaan vaksin demam berdarah di DKI Jakarta yang dibacanya melalui running text. Hasil penelusuran Solopos.com, percobaan itu terjadi pada Juni 2011.

Dikutip dari Kompas.com, 26 Oktober 2016, disebutkan selain di Indonesia penelitian vaksin dengue fase 3 itu juga dilakukan di Thailand, Malaysia, Veitnam, dan Filipina. Total sukarelawan fase ini mencapai 10.000 anak usia 2-14 tahun. Masih ditambah 20.000 anak usia 9-16 tahun di Colombia, Meksiko, dan Brazil.

Vaksin DBD ini sudah beredar di Indonesia. Dikutip dari Alodokter.com, harga vaksin demam berdarah mencapai Rp1 juta per dosis penyuntikan. Seseorang direkomendasikan menjalani tiga kali penyuntikan. Artinya menghabiskan Rp3 juta.

Dari pernyataan Siti Fadilah itu, video itu diperkirakan dibuat pada Juni 2011-Agustus 2015. Video itu merupakan video lawas yang diunggah kembali karena isinya dianggap koheren terhadap konteks pandemi Covid-19.

Kendati demikian, hingga kini belum jelas siapa yang membuat, kapan, dan di mana Siti Fadilah menjadi pembicara dalam acara itu.

Siti Fadilah yang kencang menolak vaksin dari luar negeri, kembali melontarkan pernyataan senada kepada Dedy Corbuzier. Menurut dia, pandemi merupakan bagian dari sesuatu yang terencana oleh elite tertentu sebagai teori konspirasi. Di setiap pandemi lahir pula vaksin yang tak lebih dari sekadar bisnis semata.

Heboh Kentut Member Twice Dijual Rp300.000? Cek Faktanya

Kandidat Vaksin

Wakil Ketua Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Herawati Supolo-Sudoyo, berpesan soal pentingnya sains dan sikap ilmiah dalam menghadapi pandemi. Sains haru dipakai untuk melawan konstruksi nonilmiah dalam memperbaiki cara pandang menyikapi persebaran penyakit.

“Masih banyak yang belum diketahui mengenai virus ini. Kita perlu terus mengeksplorasi virus ini. Setiap hari selalu ada publikasi baru. Sebulan lalu ada setidaknya 5.500 publikasi yang membahas virus ini. Dan jumlahnya terus bertambah,” kata dia, dalam Kuliah Umum Pandemi yang digelar Laporcovid19, beberapa waktu yang lalu.

Dari publikasi itu banyak hal yang bisa dpelajari dan studi genomik diperlukan untuk memberikan landasan penatalaksanaan penyakit.

Terkait vaksin Covid-19, lanjut Herawati, saat ini lanskap kandidat vaksin Covid-19 di dunia saat ini paling tidak ada enam strategi platform.

Selain itu ada 10 kandidat vaksin pada tahap evaluasi klinis dengan berbagai platform. Sebanyak tiga di antaranya sudah masuk uji klinis fase 2 dan 3.

“Di luar itu masih ada 121 kandidat vaksin dalam fase penelitian. Kebanyakan 40 di antaranya memilih platform protein subunit seperti yang dilakukan Lembaga Eijkman,” ujar Herawati.

Berita Terkait

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.