Tutup Iklan
Cek Fakta: Kenapa di Wisma Atlet Tak Ada Pasien Covid-19 Kejang-Kejang?
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (Antara/Hafidz Mubarak A.)

Solopos.com, SOLO - Akun Instagram @teluuur mengunggah sejumlah video dan gambar yang diklaim berisi pasien dan kondisi Rumah Sakit Darurat Covid-19 RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Dalam unggahan itu disebut tak ada pasien kejang-kejang di Wisma Atlet.

Cek Fakta: Drama Corona, Kenapa di Indonesia Tak Ada Pasien Bergelimpangan?

Unggahan itu berisi 10 slide. Pada slide pertama ada sebuah video berdurasi 18 detik. Video itu menggambarkan kondisi sejumlah penghuni RSDC Wisma Atlet yang tengah berjemur di rooftop. Kebanyakan dari mereka mengenakan masker dan menjaga jarak.

Lalu, seorang pria yang merekam video itu berkata, “Selamat pagi. Kemayoran aman. Tempatnya nyaman. Enggak ada yang kejang-kejang.”

Pada slide berikutnya ada gambar berisi teks berlatar hitam. Gambar itu bertuliskan, “Wisma Atlet Kemayoran terpantau aman & nyaman. Tidak ada yang kejang2. View-nya juga lumayan Tak mengerikan seperti yang diberitakan.”

Cek Fakta: 71 Pasien Covid-19 Klaster Hajatan Boyolali Dilarikan ke Moewardi Hoaks

Kemudian, pada slide ketiga, ada video pemandangan Kota Jakarta pada malam hari. Video itu diduga dibuat oleh orang yang sama dengan video pada pagi hari.

Si pria yang mereka video itu berkata, “Pemandangan malam hari dari wisma kemayoran tempat positif covid katanya. [kata-kata berikutnya tidak terdengar jelas ].”

Slide Berikutnya

Pada slide kelima, ada sebuah tangkapan layar judul berita Detik.com yang diunggah pada 16 Juli 2020. Berita itu bertajuk “Massa PA 212 Dkk di DPR Tuntut Pemakzulan Jokowi dan Pembubaran PDIP.”

Cek Fakta: Virus Baru yang Lebih Mematikan dari Covid-19 Mewabah di China?

Sedangkan, pada slide ke-5 hingga ke-10, admin @teluuur menyebutkan video itu merupakan suasana demo di depan gedung DPR-MPR menuntut dihapuskannya RUU HIP dan Omnibus Law oleh alumni 212, mahasiswa, kaum buruh dan anak STM.

Admin akun @teluuur menuliskan keterangan pada unggahannya itu dengan kalimat, “Mana kemarin yang suruh jadi relawan ke Wisma Atlet [emoticon menjulurkan lidah].”

Pantauan Solopos.com, akun @teluuur selama ini kerap mengunggah konten yang menyangkal terkait pandemi Covid-19. Covid-19 diyakininya sebagai produk hasil konspirasi dan bisnis semata. Segala konten berkaitan Covid-19 bagi admin adalah hoaks.

Akun teluuur memiliki pengikut sebanyak 210.000 followers. Setiap unggahannya direspons dengan ribuan suka dan ratusan komentar.

Kondisi RSDC Wisma Atlet

Mengapa di RSDC Wisma Atlet tak ada pasien kejang-kejang? Selain itu, pemandangan di Wisma Atlet tak mengerikan seperti yang diberitakan.

Dikutip dari laman kemkes.go.id, RSDC Wisma Atlet merupakan RS Karantina. Artinya seluruh fasilitas yang berada di dalam pagar Wisma Atlet adalah zonasi kekarantinaan. Seluruh kawasan Wisma Atlet merupakan zona kuning yang artinya akses terhadap lokasi ini terbatas.

Lalu, apa itu karantina? Dalam laman pusatkrisis.kemkes.go.id, disebut Karantina adalah istilah untuk orang sehat. “Kegiatan ini untuk mengendalikan penyebaran penyakit dengan membatasi perpindahan orang (tujuannya untuk mencegah perpindahan penyakit ke orang yang sehat),” tulis laman itu. Hal ini berbeda dengan isolasi yang dilakukan bagi orang sakit.

Siapa yang dikarantina?

Sejak beroperasi pada 23 Maret 2020, RSDC Wisma Atlet akan menerima pasien orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dengan hasil rapid test reaktif. Penggunaan istilah ODP dan PDP kini diganti dengan sebutan suspek, probable, kontak erat, dan konfirmasi.

Dikutip dari Covid-19 dalam Angka per 17 Juli 2020 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), disebutkan jumlah kasus suspek di Indonesia mencapai 46.493 orang, kasus konfirmasi 83.130 orang, dan dalam perawatan 37.339 orang.

Selain itu, kasus sembuh mencapai 41.834 orang dan meninggal dunia 3.957 orang. Sementara itu, jumlah spesimen yang diperiksa menembus 683.805 spesimen dengan 600.675 di antaranya negatif.

Sementara itu, dikutip dari covid19.kemkes.go.id, RSDC Wisma Atlet juga merawat pasien yang terkonfimasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji laboratorium reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR). Pasien ini harus memenuhi persyaratan lainnya yakni berusia di atas 15 tahun dan kondisinya mampu mandiri. Selain itu, pasien memiliki penyakit komorbid yang terkontrol (self handling).

Sedangkan, jika pasien positif Covid-19 memiliki pneumonia sedang/berat baik dengan atau komorbid (penyakit penyerta), yang bersangkutan akan dirujuk ke RS Rujukan Covid-19. Hal serupa juga dilakukan terhadap pasien yang tidak mampu mandiri meski tak memiliki komorbid.

Pasien Covid-19 RSDC Wisma Atlet

Hingga Minggu (19/7/2020), RSDC Wisma Atlet merawat 1.282 pasien positif Covid-19 dengan perincian 827 laki-laki dan 482 perempuan. Selain itu, ada 4.789 orang dinyatakan sembuh.

“Rekapitulasi sejak 23 Maret 2020, pasien terdaftar sebanyak 7.085 pasien. Pasien sembuh 4.789 orang, kata Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian, sebagaimana dilansir Antara, Minggu.

Tak hanya itu, Wisma Atlet juga merawat pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG). Istilah ini kini diganti menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Kasus konfirmasi tanpa gejala mendominasi positif Covid-19 di DKI Jakarta. Dikutip dari Bisnis.com, Minggu (19/7/2020), data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta yang menemukan 55 persen pasien positif Covid-19 merupakan orang tanpa gejala.

Hingga Minggu kasus positif Covid-19 DKI Jakarta mencapai 16.351 orang. Dari jumlah itu sebanyak 10.444 orang dinyatakan sembuh dan 745 lainnya meninggal dunia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho