Cawali Solo Bagyo Wahyono Menunggak Tagihan Rp25 juta, Ini Penjelasan PDAM

Calon Wali Kota (Cawali) Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono dikabarkan menunggak tagihan PDAM hingga Rp25 juta. PDAM memberi penjelasan.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos.com/Dok.)

Solopos.com, SOLO--Calon Wali Kota (Cawali) Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono dikabarkan menunggak tagihan PDAM hingga Rp25 juta. Nilai itu didapat dari dua nomor pelanggan atas nama Bagyo sendiri dan istrinya.

Tunggakan merupakan akumulasi penggunaan selama berbulan-bulan, ditambah denda dan sanksi. Kepala Seksi Penertiban Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul Pamilih, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan surat tagihan itu kepada yang bersangkutan.

Catat, Gali Informasi hingga Kelurahan Sebelum Berlibur

“Saat tagihan menunggak selama tiga bulan itu, kami sudah berkirim surat agar segera dibayar dengan ancaman ditutup sementara. Kemudian saat bulan ke-4, kami kirim surat lagi setiap saat sewaktu-waktu bisa ditutup total,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Bayu mengatakan saat tagihannya besar, Perumda sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah memiliki nota kesepahaman dengan Kejaksaan sebagai pengacara negara. Tagihan di atas Rp10 juta bisa ditagih melalui mekanisme Kejaksaan. Hingga saat ini sudah ada 88 pelanggan dengan tunggakan di atas Rp10 juta yang dipanggil kejaksaan.

Ini untuk pelanggan yang alirannya sudah diputus tapi tidak segera membayar tunggakan. Tunggakan atas aliran yang diputus melekat di lokasi, siapapun yang menempati dia yang bertanggungjawab. Kejaksaan bisa menjadi mediator atau penengah, hingga menagih paksa.

Viral Pajero Sport Ugal-Ugalan Pakai Sirene Dan Strobo Di Jalanan Solo, Ternyata Pelakunya...

Tidak Mengangkat Telepon

Bayu menyampaikan Bagyo dan istrinya menunggak selama 33 bulan dari 2017-2019. Keduanya diakumulasikan mengingat berada di lokasi atau alamat yang sama. “Lokasi pelanggan atas nama istrinya itu lebih dulu dibanding Pak Bagyo. Nah, aliran PDAM atas nama istrinya ditutup total karena tidak membayar tagihan hingga tunggakannya sekitar Rp14 juta.

Karena sudah ditutup total, Pak Bagyo melakukan permohonan pemasangan lagi atas nama dirinya. Kami kelolosan. Karena sebenarnya tidak boleh seperti itu. Lalu ketahuan, ada tagihan dari istrinya yang tidak terbayar, makanya aliran kami tutup lagi. Ada sanksi bagi bekas pelanggan yang menyalur kembali tanpa melunasi tagihan sebelumnya. Bilangnya pisah rumah, padahal masih jadi satu. Makanya tagihan kemudian diakumulasikan dengan total Rp25 juta,” ucapnya.

Direktur Utama Perumda Toya Wening, Agustan, mengaku sudah mendapatkan laporan tersebut. Menurutnya, informasi tagihan atau tunggakan pelanggan bisa diakses siapapun. Setiap orang bisa mengecek tagihannya dengan menghubungi customer service.

“Sebenarnya ini bukan informasi yang dikecualikan UU KIP, atau UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, asal misalnya orang atas nama ini alamat ini maka customer service atau call center kami bisa memberikan informasi,” kata dia, dihubungi terpisah. Sementara saat dikonfirmasi, Bagyo tidak mengangkat telepon dan tidak membalas pesan yang dikirimkan ke aplikasi perpesanan WhatsApp. Saat awak pewarta mendatangi rumahnya, Bagyo tidak di tempat dan rumahnya tampak sepi. Tim pemenangan juga tidak berkomentar terkait hal tersebut.

Berita Terbaru

Tidak Netral di Pilkada 2020, 84 ASN di Jateng Kena Sanksi

Solopos.com, SEMARANG -- Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng mencatat setidaknya ada 95 aparatur sipil negara atau...

Ombudsman Jateng Tuding KPU Kota Semarang Maladministrasi

Solopos.com, SEMARANG -- Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah atau ORI Jateng menuding KPU Kota Semarang telah melakukan maladministrasi....

Setelah Dinyatakan Positif Covid-19, 10 Anggota KPPS di Klaten Mengundurkan Diri

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah anggota penyelenggara pemilu memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu mereka lakukan...

Waduh Biyung! 40-an Anggota Penyelenggara Pilkada Klaten Positif Covid-19

Solopos.com, KLATEN — Puluhan anggota penyelenggara Pilkada Klaten 2020 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terkonfirmasi dari hasil rapid test...

Kampanye di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Ajak Warga Jaga Kebugaran dengan Senam

Solopos.com, KLATEN — Calon bupati (cabup) Klaten nomor urut 1, Sri Mulyani, yang tengah sibuk kampanye di tengah pandemi...

Gubernur Minta Saksi di TPS Ikut Rapid Test, Pemkab Sragen Manut

Solopos.com, SRAGEN — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh saksi di tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pilkada 2020...

Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 353 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dinyatakan reaktif...

Debat Publik Pilkada 2020, Ini 5 Panelis Yang Disiapkan KPU Grobogan

Solopos.com, PURWODADI – Debat Publik Pilkada Grobogan 2020 bakal digelar di sebuah hotel di Kota Purwodadi dan disiarkan secara...

Debat Pilkada Sukoharjo : Wiwaha Soroti Sukoharjo Belum Punya GOR, Ini Faktanya

Solopos.com, SUKOHARJO -- Debat publik putaran kedua Pilkada Sukoharjo 2020 telah berlangsung di Hotel Brothers Solo Baru, Kamis (21/11/2020),...

Debat Pilkada Sukoharjo : Etik Sebut Angka Kemiskinan di Sukoharjo Turun, Benarkah?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon peserta Pilkada Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa (EA) dan Joko "Paloma" Santosa-Wiwaha Aji Santosa...