Cara Pemkab Sragen Cegah Corona: Penyemprotan Disinfektan dan Bikin Hand Sanitizer Massal
ilustrasi virus corona atau Covid-19 (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN -- Pemkab Sragen menyiapkan sejumlah cara untuk cegah penyebaran virus corona. Salah satu cara yakni penyemprotan disinfektan massal serentak di seluruh sekolah, fasilitas, gedung kantor, dan lain-lain pada pekan depan.

Selain itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga sudah menginstruksikan farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen untuk membuat hand sanitizer sendiri secara massal supaya bisa menghemat.

Saat ini, Pemkab Sragen sudah membentuk gugus tugas pencegahan dan penanganan virus corona yang bekerja efektif mulai Senin (16/3/2020). Gugus tugas itu lah yang akan menyemprot fasilitas publik dan sosial menggunakan disinfektan secara serentak pada pekan depan.

Tambah Lagi! 1 Pasien Positif Corona Jateng Meninggal Dunia

Cara itu dilakukan Pemkab Sragen untuk cegah penyebaran virus corona. Apalagi jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Sragen meningkat dari 65 orang menjadi 139 orang per Selasa (17/3/2020). ODP itu adalah mereka yang baru pulang dari luar negeri.

Sebelumnya, Bupati memutuskan untuk masa libur sekolah diperpanjang dari yang semula sepekan menjadi dua pekan untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai SMA/SMK/MA.

Penyemprotan Disinfektan Dinilai Efektif

“Selama 14 hari ke depan, kami berharap memiliki waktu cukup untuk bersih-bersih,” ujarnya.

RSIS Yarsis Surakarta Karantina 45 Karyawan Kontak Dengan Pasien Corona

Yuni bersama tim gugus tugas akan mengadakan penyemprotan massal di 1.804 sekolah dari jenjang PAUD-SMA/SMK/MA pada pekan depan. Selain itu juga tempat ibadah, perkantoran dari kabupaten sampai kelurahan atau desa dan seterusnya.

Penyemprotan disinfektan ini dinilai efektif dan terbukti saat penanganan virus Avian influenza (AI) beberapa waktu lalu. Yuni memastikan stok disinfektan tidak menjadi soal.

“Hand sanitizer akan dibuat sendiri oleh farmasi DKK secara massal sehingga lebih hemat daripada beli di luar tetapi sulit mencarinya,” ujarnya.

Cabup Pilkada Klaten: Didukung 7 Parpol, Pejabat Kementerian PUPR Ini Siap Tantang Sri Mulyani

Nantinya setiap sekolah juga akan diberi termometer digital untuk pemeriksaan suhu badan siswa secara harian.

Bupati menekankan libur 14 hari itu bukan untuk piknik tetapi harus di rumah untuk belajar. Gerakan tinggal di rumah itu juga untuk memutus mata rantai serta menjadi cara cegah penularan corona di Sragen.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho