Sandiaga Uno (Instagram @sandiuno)

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, akhirnya buka suara soal wacana pencalonan dirinya menjadi pimpinan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sandiaga Uno mengakui beberapa hari ini memang sering berkomunikasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir melalui pesan teks maupun WhatsApp. Namun, dia menegaskan bahwa dirinya dan Erick Thohir tidak pernah membicarakan kursi bos BUMN.

"Saya memang intens berkomunikasi dengan Pak Erick, tetapi tidak pernah membicarakan hal itu [penunjukkan sebagai direksi BUMN]," tegas Sandi yang dikutip dari Bisnis.com, Rabu (20/11/2019).

Kesempatan! 23 Formasi CPNS 2019 di Pemprov Jateng Belum Ada Pelamar

"Kami selalu berkomunikasi ya tentunya karena saya sahabat lama beliau [Erick Thohir] dari masa kecil kami. Kami tapi enggak pernah bertemu muka, kami selalu berkomunikasi melalui teks, melalui WhatsApp, saya berikan apa yang menjadi pemikiran saya bahwa sektornya Pak Erick ini penting sekali," sambungnya.

Meskipun begitu, dia mengaku sanggup membantu kinerja BUMN dari luar pemerintahan. Dia mengatakan tidak harus masuk ke dalam pemerintahan untuk membantu peningkatan ekonomi bangsa Indonesia.

Heboh Es Teh Purwodiningratan! Ada Juga Es Teh Kampul Hits di Pasar Legi Solo, Antrenya Bejibun

Pada kesempatan itu pula, Sandi juga mengatakan proses pemilihan pimpinan BUMN harus dijalankan secara transparan agar masyarakat bisa mengawasi proses tersebut.

Diberitakan sebelumnya oleh Solopos.com, nama Sandiaga Uno muncul setelah sebelumnya mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga ramai dikabarkan bakal dijadikan bos salah satu BUMN. Bahkan Ahok sudah dipanggil Erick Thohir.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten