Kategori: Bisnis

Cabai Merah Sumbang Inflasi Kota Solo, Ini Penjelasan BPS


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO—Cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Solo pada Oktober 2020. Kenaikan harga pada sejumlah komoditas ini membuat Solo mengalami inflasi sebesar 0,10%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Totok Tavirijanto, mengatakan pada Oktober 2020 Kota Solo mengalami inflasi sebesar 0,10% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,10.

“Inflasi ini disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan oleh naiknya angka IHK. Sedangkan laju inflasi tahun kalender [Januari – Oktober] 2020 sebesar 0,88%, sementara laju inflasi year on year [Oktober 2020 terhadap Oktober 2019] sebesar 1,36%,”ujar dia, kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Totok menjelaskan komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan sumbangan inflasi, antara lain cabai merah, tahu mentah, minyak goreng, tarif angkutan udara, ongkos jahit, telur ayam ras, besi beton, pasir, santan jadi, sepeda anak, pasta gigi dan kacang panjang.

Menurutnya, cabai merah ini memberikan andil inflasi sebesar 0,06%, sementara tahu mentah andil inflasi 0,05%, minyak goreng 0,01%, angkutan darat 0,01%, dan telur ayam ras 0,01%.

Ini Kata Menteri Yasonna Soal Kontroversi UU Cipta Kerja

Relatif Stabil

Di sisi lain, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 0,27%, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,21%, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,02%, kelompok kesehatan naik 0,01%, kelompok transportasi naik 0,10%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 0,27% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,15%.

Sebaliknya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,22% dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,01%. Sedangkan kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan, minuman/restoran relatif stabil.

Di samping itu, dari enam kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka inflasinya, pada Oktober 2020 tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar 0,22%, diikuti Kota Semarang sebesar 0,20%, Kota Kudus sebesar 0,16%, Kota Cilacap sebesar 0,12%, Kota Solo sebesar 0,10%, dan Kota Purwokerto sebesar 0,07%.

Dari pantauan Solopos.com melalui pada sistem informasi harga dan produksi komoditi (Sihati) hargajateng.com di Solo pada Selasa (3/11/2020) sore WIB, harga cabai merah besar keriting Rp34.000/kilogram. Harga ini naik sejak akhir Oktober 2020. Pada 23 Oktober 2020, harga cabai merah besar keriting ini Rp26.000/kg, setelah itu naik menjadi Rp28.000/kg, Rp29.000/kg, Rp32.000/kg, dan sekarang Rp34.000/kg.

Sedangkan harga cabai merah besar biasa teropong senilai Rp31.600/kg. Sebelumnya komoditas ini senilai Rp23.500/kg pada 22 Oktober 2020 lalu naik menjadi Rp28.000/kg sampai Rp32.000/kg pada Senin (2/11/2020).

Jinny Dan Lea Tampil Menawan Di Teaser Comeback Secret Number

Terjaga Rendah

Sementara itu, sebelumnya Ketua Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Gunawan Purbowo, mewakili Kepala KPw BI Solo, Bambang Pramono, selaku Wakil Ketua TPID Solo menambahkan inflasi Kota Solo pada 2020 tercatat terjaga rendah bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, hal ini dikarenakan masih tertekannya demand komoditas pangan strategis selama pandemi Covid 19, ditengarai adanya perubahan preferensi masyarakat untuk makan di rumah, kebijakan learn from home untuk anak sekolah, kebijakan work from home untuk sebagian kantor, dan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat.

“Apabila minimnya demand terhadap inflasi volatile food tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan risiko penurunan produksi oleh petani dan peternak ke depannya sehingga dapat mengganggu ketahanan pangan,” jelas dia. (Farida Trisnaningtyas)

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati