Buron Usai Rekannya Meninggal, Pelaku Pengeroyokan Ojol di Semarang Ditangkap

Satu pelaku pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit, Kota Semarang, akhirnya diringkus setelah buron beberapa hari.

 Ilustrasi pengeroyokan. (dokJIBI/SOLOPOS)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengeroyokan. (dokJIBI/SOLOPOS)

Solopos.com, SEMARANG — Aparat Polsek Pedurungan akhirnya meringkus satu pelaku pengeroyokan atau penganiayaan driver ojek online (ojol) di SPBU Jalan Brigjend Sudiarto, Kota Semarang, Sabtu (24/9/2022). Pelaku berinisial AP ditangkap polisi di rumahnya, Kecamatan Genuk, setelah sebelumnya sempat kabur ke luar kota.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Dina Novitasari, mengatakan pelaku pengeroyokan berinisial AP ini ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Kamis (29/9/2022). Saat ini, pelaku telah ditahan di ruang tahanan Polsek Pedurungan untuk dilakukan pemeriksaan.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Betul [sudah tertangkap]. Tertangkat saat pulang ke rumah di Genuk,” kata Dina kepada Solopos.com, Sabtu (1/10/2022) malam.

Dina menyampaikan, pelaku awalnya sempat kabur ke luar kota, yakni ke rumah adiknya yang berada di Kabupaten Temanggung. Namun, pada Kamis malam pelaku pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit Jalan Brigjend Sudiarto, Kota Semarang, itu terpantau kembali atau pulang ke rumahnya.

“Kebetulan malam itu [Kamis] tersangka pulang. Pertimbangan [pulang] karena keluarga,” beber dia.

Baca juga: Awal Mula Pengeroyokan Driver Ojol di Semarang yang Sebabkan 1 Orang Meninggal

Terkait peristiwa pengeroyokan itu, Dina menampik jika pelaku dalam pengaruh minuman keras (miras). Pelaku juga mengaku melarikan diri karena panik setelah diteriaki begal.

“Tidak ada [pengaruh alkohol]. Kemarin [setelah pengeroyokan], lari kaarena diteriaki begal. Tersangka ketakutan,” jelas Kapolsek Pedurungan.

Tersangka AP merupakan satu dari dua pelaku pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit, Kota Semarang. Satu pelaku lainnya, yakni Kukuh Panggayuh Utomo, meninggal dunia akibat dikeroyok para driver ojol di Tlogosari, Kota Semarang, yang melakukan balas dendam karena mengetahui rekannya dikeroyok.

Mereka berdua mengeroyok driver ojol bernama Hasto Priyo Wasono (HPW), 54, warga Pedurungan saat mengantre BBM di SPBU Majapahit, Kota Semarang, Sabtu sore. Setelah mengeroyok seorang driver ojol, keduanya didatangi sejumlah massa yang mayoritas dari kalangan driver ojol hingga terjadi bentrokan.

Baca juga: Pengeroyokan Ojol di Semarang, Polisi Masih Buru Satu Pelaku

Bentrokan antara massa driver ojol dengan pelaku pengeroyokan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia adalah Kukuh Panggayuh Utomo, 31, warga Mijen, yang menjadi pelaku pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit.

Polisi telah menetapkan empat orang dalam kasus kematian pelaku pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit Semarang itu. Meski demikian, AP yang turut mengeroyok driver ojol itu juga dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kulon Omah Coffee, Tempat Nongkrong dengan View Pegunungan Telomoyo dan Merbabu

      Mengusung konsep angkringan prasmanan serta tempat pilihan tempat indoor dan outdoor memberikan kepuasan pengunjung yang datang.

      Peduli Lansia, Kapolres Salatiga Antarkan Pasutri Peroleh Pengobatan Gratis

      Polres Salatiga melalui Program Siaga membantu pasutri lansia mendapatkan layanan kesehatan gratis.

      Lindu Aji Championship Kembali Digelar, 50 Fighter Siap Berebut Uang Rp250 Juta

      Kejuaraan bela diri Lindu Aji Championships akan kembali digelar di Kota Semarang pada 10 Desember 2022 nanti.

      Jelang Tutup Tahun, DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Kebut Proyek Infrastruktur

      DPRD Kota Semarang mendesak OPD Pemkot Semarang segera menyelesaikan rencana pembangunan infrastruktur menjelang berakhirnya tahun 2022.

      Komisaris KAI Dukung Penataan Stasiun Cepu yang Sudah Berusia 120 Tahun

      Penataan Stasiun Cepu menyasar perluasan lahan parkir, pembangunan shelter UMKM, dan fasilitas penunjang lainnya.

      Firasat Ayah Korban Kecelakaan Bus di Sarangan, Sempat Mimpi Dirikan Tenda

      Ayah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus asal Semarang di Jalan Raya Sarangan sempat memiliki firasat buruk yang diperoleh dari mimpi.

      Salatiga Digoyang Gempa, BPBD: Ada 2 Sesar Aktif

      BPBD Kota Salatiga menyebutkan adanya dua sesar aktif yang bisa memicu terjadinya gempa di Kota Salatiga.

      Hadiri Kirab Pusaka HUT Blora, Mangkunagoro X Beri Tombak

      Selain menghadiri kirab, Mangkunagoro X juga menandatangani kerja sama dengan Pemkab Blora untuk pengembangan kebudayaan.

      Kesaksian Warga Manyaran Semarang Selamat dalam Kecelakaan Maut Bus di Sarangan

      Berikut kesaksian warga Manyaran Semarang yang selamat saat menumpang bus yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Sarangan.

      Pasutri Semarang Meninggal Kecelakaan Maut Bus di Sarangan, Anak Cucu Selamat

      Korban kecelakaan maut bus wisata di Sarangan di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Manyaran, Semarang.

      Kota Salatiga Raih Penghargaan I-SIM for Cities

      Penghargaan ini bukan untuk personal melainkan untuk masyarakat Kota Salatiga dan seluruh perangkat Kota Salatiga, Sekda, OPD, camat, lurah dan unit terdekat di masyarakat

      Air Sumur Warga Salatiga Sempat Panas, Diduga Aliran Lahar Gunung Merbabu

      Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Salatiga, Roy Anjar, menyebut saat ini sumur sudah kembali dingin dan normal.

      Bejat! Guru Ngaji di Batang Cabuli Bocah Berusia 6 Tahun

      Seorang guru ngaji di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 6 tahun.

      Festival Kampung Singkong Salatiga, Sebuah Mimpi Bahagia

      Ketua panitia Toni Anandya Wicaksono mengaku bahwa kegiatan diselenggarakan pada 3-4 Desember 2022 itu adalah sebuah mimpi.

      Iriban, Tradisi Warga Desa Kenteng Kabupaten Semarang Bersihkan Sendang Desa

      Tradisi yang disebut dengan iriban itu bertujuan menjaga kebersihan Sendang Tlogo dan sebagai ungkapan syukur.

      Pemkot Semarang Jamin Biaya Perawatan Korban Selamat Kecelakaan Bus Sarangan

      Pemkot Semarang menjamin biaya perawatan korban yang luka-luka akibat kecelakaan bus pariwisata di Sarangan.