Pengeroyokan Ojol di Semarang, Polisi Masih Buru Satu Pelaku

Polrestabes Semarang masih memburu satu pelaku pengeroyokan driver ojol di Kota Semarang yang berujung kematian satu orang.

 Ketiga tersangka pengeroyokan pelaku penganiayaan driver ojol dan saksi saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022). (Solopos.com-Ponco Wiyono)

SOLOPOS.COM - Ketiga tersangka pengeroyokan pelaku penganiayaan driver ojol dan saksi saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022). (Solopos.com-Ponco Wiyono)

Solopos.com, SEMARANG — Aparat Polrestabes Semarang masih memburu satu orang pelaku pengeroyokan pengemudi atau driver ojek online (ojol) di SPBU Majapahit, Kota Semarang, akhir pekan lalu.

Peristiwa pengeroyokan itu berujung kematian salah satu pelaku akibat dikeroyok para pengemudi atau driver ojol yang tidak terima rekannya dianiaya. Pelaku pengeroyokan ojol yang meninggal dunia bernama Kukuh Panggayuh Utomo, 31, warga Mijen. Sementara, rekannya berinisial AP hingga kini masih menjadi buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, menyebut pihaknya masih memburu satu pelaku penganiayaan driver ojol di SPBU Majapahit. Sementara, satu pelaku lainnya meninggal dunia akibat dianiaya driver ojol.

Dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022), terungkap jika Kukuh meninggal dunia setelah bentrok dengan para pengemudi ojol di kawasan Tlogosari. Bentrok itu dipicu pengeroyokan yang dilakukan korban bersama rekannya, AP, terhadap driver ojol bernama Hasto Priyo Wasono, 54, saat antre BBM di SPBU Majapahit, Kota Semarang, Sabtu (24/9/2022) sore.

Dalam kasus kematian pelaku pengeroyokan terhadap driver ojol itu, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya yakni Budi Sarwono, 45, warga Semarang Timur; Nugroho Saputro, 36, warga Wonodri, Semarang Selatan; dan Zaini Dahlan, 47, warga Sayung, Kabupaten Demak.

Baca juga: Pelaku Pengeroyokan Ojol di Semarang Meninggal, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Ketiga berperan dalam melakukan pengeroyokan terhadap korban hingga meninggal dunia. Budi diketahui memukul korban dengan helm, sementara Nugroho memukul dengan menggunakan bambu, dan Zaini turut menendang dan menginjak pelaku pengeroyokan driver ojol.

Kapolrestabes Semarang mengungkapkan dari hasil autopsi, korban diketahui mengalami pendarahan pada bagian otak. Kukuh dimakamkan di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

Sementara itu ketiga tersangka saat ini telah diamankan pihak kepolisian berikut barang bukti berupa senjata tajam jenis sangkur milik korban, helm milik Budi, dan bambu yang digunakan Nugroho.

Baca juga: Ini Kronologi Driver Ojol di Semarang Dikeroyok yang Berujung Kematian Pelaku

Ketiga tersangka ini pun dijerat dengan Pasal 70 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun karena melakukan kekerasan yang mengakibatkan korban terluka. Sementara itu, satu pelaku pengeroyokan driver ojol di Semarang berinisial AP saat ini masih dalam pengejaran polisi.

“Jadi nanti ada dua kasus. Kasus pertama [kematian pelaku pengeroyokan driver ojol] tetap kami proses dengan menghadirkan Adi Priyono [AP], pelaku pada kasus pertama [pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit]. Kami imbau pelaku [AP] segera menyerahkan diri,” jelasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.

      Kabid Dokkes Polda Jateng Sebut Jenis Racun yang Bunuh Keluarga di Magelang

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang diduga menggunakan racun jenis sianida maupun racun jenis arsenik.

      Balai Bahasa Jateng Buka Pelatihan Menulis Puisi & Feature

      Balai Bahasa Jateng membuka Bengkel Literasi untuk pelatihan penulisan feature maupun puisi bagi generasi muda.

      Tega, Bayi Laki-Laki di Pekalongan Dibuang dalam Karung

      Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam karung di kawasan Pantai Dewi, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

      Mantul! Desa di Jateng Ini Raih Predikat Desa Antikorupsi Terbaik di Indonesia

      Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang dinobatkan sebagai desa antikorupsi terbaik di Indonesia oleh KPK.

      Waspada, Mangkang & Tambak Lorok Semarang Potensi Banjir Rob pada Rabu Besok

      BMKG Tanjung Emas Semarang memberikan peringatan terkait potensi banjir rob di kawasan Mangkang dan Tambak Lorok pada Rabu (30/11/2022).

      Kronologi Pembunuhan Tiga Orang dalam 1 Keluarga di Magelang

      Berikut kronologi pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan cara diracun.

      Percepat Penanganan Stunting, Telkomsel Dukung Digitalisasi BKKBN Jateng

      Dukungan Telkomsel kepada BKKBN jateng diwujudkan dalam bentuk kerja sama seperti pengadaan layanan contact center.

      Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

      Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Sempat Tolak Autopsi untuk 3 Korban

      Pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang dengan cara memberi racun merupakan anak kedua dari korban.

      Peroleh 4 Mobil Baru, Polres Salatiga Bertekad Tingkatkan Layanan Masyarakat

      Keempat unit kendaraan dinas tersebut merupakan bantuan dari Korlantas, Baharkam Polri, dan BRI Cabang Salatiga.

      KPK Launching Desa Antikorupsi di Banyubiru Kabupaten Semarang

      Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan potensi desa memiliki nilai yang strategis. Hal itu karena desa-desa Indonesia memiliki kekayaan yang begitu luar biasa.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Akui Beri Racun ke Orang Tua & Kakak

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang, DD, telah mengakui perbuatan menghabisi orang tua dan kakak dengan memberikan racun.

      Ternyata! Pelaku Pembunuhan Keluarga Magelang Pernah Campur Racun dengan Dawet

      Pelaku pembunuhan keluarga di Magelang yang merupakan anak kedua korban ternyata pernah berusaha menghabisi nyawa korban dengan mencampur racun pada minuman dawet.

      UMK Semarang 2023 bakal Naik 7,95%, Pengusaha Protes

      Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Semarang tahun 2023 diusulkan naik 7,95 persen menjadi Rp3.600.348,78.

      Terkuak! Ini Motif Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang dengan Racun

      Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengungkapkan motif pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Mertoyudan Magelang.