Bupati Sragen Presentasi Robot Virtual Penagih Pajak di Dalam Mobil

Di Kabin mobil yang sempit, Bupati mempresentasikan inovasi Robot Virtual Penagih Pajak Berbasis Artificial Intelligence di hadapan tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (21/11/2022).

 Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati presentasi tentang Inovasi Robot Virtual Penagih Pajak dalam penilaian Innovative Goverment Award di dalam mobil saat perjalanan dinas, Senin (21/11/2022) sore. (Istimewa/Ajudan Bupati Sragen)

SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati presentasi tentang Inovasi Robot Virtual Penagih Pajak dalam penilaian Innovative Goverment Award di dalam mobil saat perjalanan dinas, Senin (21/11/2022) sore. (Istimewa/Ajudan Bupati Sragen)

Solopos.com, SRAGEN—Di tengah kesibukannya yang sedemikian padat, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati masih bisa presentasi secara daring di dalam mobilnya saat dalam perjalanan dinas.

Di kabin mobil yang sempit itu, Bupati mempresentasikan inovasi Robot Virtual Penagih Pajak Berbasis Artificial Intelligence di hadapan tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (21/11/2022) lalu.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Presentasi tersebut merupakan bagian dari penilaian Innovative Goverment Award 2022 dan Sragen terpilih menjadi salah satu dari 12 nominasi di Indonesia.

Bupati mengawali presentasi dengan menyajikan informasi gambaran umum tentang Sragen, seperti luas wilayah, pertumbuhan penduduk, indeks pembangunan manusia (IPM), jumlah PNS sampai pertumbuhan ekonomi di Sragen.

Secara deduktif, Bupati Yuni menjelaskan inovasi yang dimiliki Sragen, yakni 278 inovasi yang terbagi atas empat kategori inovasi. Keempat kategori itu terdiri atas inovasi tata kelola pemerintahan 68 unit, inovasi pelayanan publik 117 unit, inovasi masyarakat 55 unit, dan inovasi pelayanan lainnya 38 unit.

Baca Juga: 2024, Stunting di Sragen Ditarget Bisa di Bawah 10%

Pada paparan selanjutnya, Yuni mulai fokus menjelaskan tentang Inovasi Robot Virtual Penagih Pajak Berbasis Artificial Intelligence.

Dia menjelaskan robot virtual penagih poajak itu adalah engine software cerdas yang bisa melakukan prosedur penagihan pajak daerah layaknya manusia. Dia menjelaskan robot ini mampu membaca data yang terintegrasi dengan database pajak daerah dengan Bank Jateng.

“Robot ini mampu mengubah prosedur penagihan pajak dari paperbased menjadi paperless dan mengubah proses manual menjadi elektronik. Robot virtual ini merupakan inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Sudah pernah diujicoba pada 2020 selama sebulan dan hasilnya penerimaan pajak bumi dan bangunan bisa mencapai Rp8,39 miliar. Robot ini bekerja 24 jam non stop setiap hari dengan mengandalkan alat kerja berupa server, engine software cerdas, WhatsApp Gateway, dan Simcard,” jelas Yuni.

Dia menerangkan robot ini benar-benar memudahkan dan mengakselerasi penerimaan pajak daerah. Dia menjelaskan proses alur penagihan biasa butuh waktu sampai delapan hari ternyata bisa dipercepat menjadi hanya dua menit dan praktis tidak membutuhkan anggaran dalam penagihan untuk cetak kertas.

Dia mengungkapkan dampak yang dirasakan bagi Pemerintah Daerah berupa peningkatan PAD sampai Rp11,48 miliar. Selain itu, Yuni mengungkapkan robot ini juga menjadi solusi atas permasalahan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan pelayanan pajak daerah.

Baca Juga: Berawal dari Karangpelem, Kini 20 Desa di Sragen Dinobatkan Jadi Desa Cantik

Dia mencontohkan target pendapatan pada 2021 senilai Rp91 miliar bisa tercapai realisasi sampai Rp107,29 miliar. Di 2020, lanjut dia, target Rp79,58 miliar bisa terealisasi Rp111,44 miliar.

Inovasi yang dimiliki Pemkab Sragen ini ternyata sudah direplikasi di Kota Magelang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Wonogiri.

Selain inovasi robot virtual, Yuni juga menyinggung tentang Pasar Bahulak yang menjadi inovasi non digital. Dia menerangkan Pasar Bahulak di Karungan, Plupuh, Sragen, merupakan pasar gotong-royong untuk pemberdayaan potensi lokal yang menjajakan produk kuliner tempo dulu sehingga ada penanaman nilai-nilai Pancasila dalam membangkitkan sektor ekonomi desa.

Inovasi Pasar Bahulak sudah direplikasi di Pasar Kawak, Pasar Selokarang, Pasar Tambak, Pasar Budaya Sangiran-Bukuran-Manyarejo-Ngebung, Pasar Tempo Dulu, dan Event Rendengan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kakung Sableng Klaten Ternyata Kepanjangan dari Kafe Ingkung Sambel Blenger

      Resto Kakung Sebleng berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Kartini/By Pass No. 3, Warung Kidul, Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah.

      Periksa Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor, Ditjen Dikti Terjun ke UNS Solo

      Ditjen Dikti Kemendikbudristek turun langsung ke UNS Solo untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor periode 2023-2028.

      Batuan Purba Sepanjang 100 Meter di Bayat Klaten Ini Bernama Watu Sepur

      Wisata Watu Sepur di Klaten menyuguhkan pemandangan deretan bebatuan purba yang mirip dengan ombak sepanjang 100 meter.

      Tidak Kuat, Presiden Jokowi Gendong Kaesang secara Simbolis seusai Siraman 

      Seluruh prosesi siraman jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022), berlangsung lancar.

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presiden Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.