Bupati Pati Ungkap 4 Program Prioritas Kesehatan, Ini Targetnya…
Bupati Pati Haryanto memimpin rapat koordinasi bidang kesehatan di Ruang Pragolo Setda Pati, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020). (Antara-Humas Pemkab Pati)

Solopos.com, PATI — Pemerintah Kabupaten Pati bertekad menurunkan kasus HIV/AIDS dan kematian ibu-bayi pada 2020. Tekad itu dijadikan program prioritas Pati sehingga angka kedua kasus itu bisa lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Tekad itu dikemukakan Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan di ruang Pragolo Setda Pati, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020). "Selain berupaya menurunkan angka kasus HIV/AIDS dan angka kematian ibu dan bayi, kami juga memiliki dua program prioritas lain, seperti penurunan angka kemiskinan dan kekerdilan atau stunting," imbuhnya.

Ia mengungkapkan keempat program prioitas tersebut juga termasuk program nasional dan sudah ada kesepakatan dengan Kementerian Kesehatan sehingga harus bisa direalisasikan. Sejumlah daerah yang menjadi target dalam penuntasan program prioritas tersebut, diharapkan dapat menciptakan program-program yang nyata di masyarakat.

"Pemerintah desa kami minta tidak hanya fokus di program fisik maupun infrastruktur, melainkan juga harus dapat mengarah pada pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Dalam rangka menurunkan angka kasus HIV/AIDS, dia mendorong pemberdayaan komite kesehatan di setiap kecamatan yang dalam pelaksanaannya melibatkan segala unsur. "Komite kesehatan bisa berjalan optimal. Terlebih, kepala puskesmas saat ini memiliki kewenangan Badan Layanan Umum (BLU) sehingga dapat mengatur sendiri," imbuhnya.

Untuk penurunan angka kematian ibu (AKI), kata Haryanto, penanganan di Kabupaten Pati sejauh ini sudah cukup baik, karena hampir setiap tahun mengalami penurunan, sejak 2016. "Mulai dari angka kasus sebanyak 23% turun menjadi 19%, kemudian saat ini turun lagi menjadi 8%," ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, target penurunan pada 2020 harus bisa tercapai karena trennya cukup positif. Pelaksanaan program penurunan angka kekerdilan, AKI, dan angka kematian bayi (AKB), dibutuhkan kerja sama dengan sejumlah pihak, seperti Bappeda, Dispermades, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan pemerintah desa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho