Bulog Pati Gelontorkan 26.556 Ton Beras untuk Operasi Pasar
Pegawai Bulog menunjukkan beras operasi pasar di Pasar Bitingan Kudus, Jawa Tengah, Rabu (18/12/2019) (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Perum Bulog Subdivre Pati menggelontorkan 26.556 ton beras untuk operasi pasar yang dilakukan di sejumlah kabupaten di Karesidenan Pati, Jawa Tengah.

"Hingga 16 Desember 2019, target operasi pasar beras sudah terealisasi 9.432,38 ton beras," kata Kepala Perum Bulog Subdivre Pati Yonas Haryadi Kurniawan di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi, Keuangan, dan Industri Daerah (Ekuinda) di Kudus, Rabu (18/12/2019). Rakor itu dipimpin Sekda Kudus Sam'ani Intakoris.

Dalam kesempatan itu, Yonas Haryadi Kurniawan mengungkapkan realisasi penyaluran cadangan beras pemerintah melalui operasi pasar dilakukan di Kabupaten Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Pati. Penyaluran terbesar di Pati yang mencapai 5.544,77 ton, disusul Blora 1.742,05 ton, Rembang 1.251,65 ton, Jepara 789,4 ton dan Kudus 104,51 ton.

Ia mengungkapkan hasil operasi pasar di Kabupaten Kudus menunjukkan preferensi konsumsi Kudus lebih memilih beras fresh tanpa mempedulikan beras medium atau beras premium. Harga beras di Kabupaten Kudus, katanya, belum mengalami kenaikan secara signifikan.

Kegiatan operasi pasar tersebut, katanya, bertujuan untuk menekan tingginya harga beras di pasaran. "Tahun 2019 beras bukan merupakan penyumbang inflasi di Kudus," ujarnya.

Bulog Pati juga memantau harga jual beras di tingkat produsen selama 2019 di Kabupaten Kudus, dari Januari 2019 mencapai Rp8.700/kg, kemudian turun bertahap hingga April 2019 mencapai Rp7.900/kg, kemudian naik bertahap hingga Desember 2019 menjadi Rp8.700/kg.

Untuk tren harga beras di Pasar Bitingan Kudus 2019, Perum Bulog Subdivre Pati juga mencatat beras paling laku pada awal 2019 adalah beras dengan harga Rp9.500/kg. Pasa bulan Mei 2019 ganti ke beras dengan kisaran harga Rp9.000/kg yang bertahan hingga bulan Oktober 2019. Sedangkan, pada bulan Desember 2019 naik ke Rp9.500/kg.

Sementara itu, harga beras eceran paling murah bulan Desember 2019 tercatat seharga Rp9.000/kg atau lebih rendah daripada awal Januari 2019 yang mencapai Rp8.700/kg.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kudus Dwi Agung Hartono menambahkan masyarakat Kudus memang cenderung memilih beras dengan harga yang tidak terlalu murah. "Buktinya, saat digelar operasi pasar penyerapannya belum maksimal yang dimungkinkan pembelinya juga dari kalangan pedagang," ujarnya.

Untuk stok beras, dia menganggap, tidak ada masalah karena selain stok yang dimiliki Bulog juga didukung stok beras yang dimiliki para pedagang besar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom