Bukan dengan Pijat, Ini Cara yang Benar Mengobati Saraf Kejepit
Ilustrasi nyeri pinggang. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Tahukah Anda ternyata cara mengobati saraf kejepit bukan dengan dipijat hlo?

Sebagaimana diketahui, saraf kejepit merupakan suatu kondisi di mana bantalan antar tulang belakang menonjol sehingga menekan saraf di sekitarnya. Biasanya, saraf kejepit ini terjadi di area punggung bagian bawah atau tulang belakang. Penyakit ini sering dialami seseorang di rentang usia 30 hingga 50 tahun.

Gejala khas yang muncul dari penyakit ini adalah rasa nyeri pada bagian punggung bawah hingga menjalar ke bagian pantat dan telapak kaki. Sebagaimana diungkapkan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RSUD Dr Moewardi Solo, dr. Rieva Ermawan, Sp. OT(K).

Baca Juga: Jadi Kota Layak Anak di Indonesia, Ini 5 Taman Cantik di Solo yang Cocok Buat Main Si Kecil

"Gejala dari saraf kejepit yang khas adalah nyeri punggung bagian bawah. Kemudian menjalar hingga pantat, paha, betis dan telapak kaki," ujar dia kepada Solopos.com pada Rabu (7/4/2021).

Pada kesempatan itu pula, ia mengatakan cara mengobati saraf kejepit bukan dengan dipijat. Hal ini dikarenakan pijatan hanya bisa menyentuh bagian otot pada manusia saja.

Baca Juga: Ini Daftar Menu Hidangan di Syukuran Pernikahan Atta - Aurel, Ada Es Teh

Sehingga anggapan masyarakat yang menyebut cara mengobati saraf kejepit dengan pijat adalah tidak benar.

"Jelas tidak benar, under diagnosis, Diagnosanya belum tau. Dan yang diurusi dengan pijat massage adalah ototnya saja, tidak bisa hingga ke bantalan sendinya," terang dia.

Baca Juga: Hoaks Covid-19 Jadi Ancaman Global, Saring Dulu Sebelum Sebar!

Untuk itu, ia membeberkan cara benar mengobati saraf kejepit yang ada lima. Beberapa di antaranya adalah mengubah gaya hidup yang lebih sehat, penggunaan obat oles atau pun minum, fisioterapi, operasi, dan juga laser.

Mengobati Saraf Kejepit dengan Laser

Nah, untuk saat ini salah satu metode pengobatan saraf kejepit yang paling banyak diminati masyarakat adalah laser atau dalam bahasa medis disebut Percutaneus Laser Disc Decompresion (PLDD).

Cara mengobati saraf kejepit dengan metode laser ini menggunakan jarum kecil yang ditusukkan ke bagian punggung. Jarum tersebut akan dilaliri oleh daya elektromagnetik yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Selama proses tindakan, pasien hanya akan dibius lokal.

Baca Juga: Lebih Mahal dari Gibran, Jam Tangan Hermes yang Dipakai Selvi Ananda Harganya Fantastis!

Rieva menjelaskan metode pengobatan saraf kejepit dengan menggunakan laser ini cenderung aman dan cepat. Pasalnya, pasien hanya membutuhkan satu hari perawatan.

"Risiko komplikasi relatif rendah. Karena target lasernya hanya di bantalan sendinya saja dan arah jarumnya bisa diperkirakan dengan adanya alat bantu selama tindakan tersebut. Selain itu, tindakan PLDD cukup satu hari dirawat. Bahkan, bisa saja one day care [tanpa rawat inap]. Dan setelah relatif bisa beraktivitas biasa dengan ditambah program rehab medik," jelas pria yang juga sebagai dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini.

Baca Juga: 5 Keuntungan Tinggal di Solo, Kota Paling Nyaman di Indonesia

Ia juga menambahkan, sebagian besar pasien yang menggunakan metode laser ini langsung merasakan efeknya langsung. Di mana rasa nyeri yang disebabkan saraf kejepit bisa bekurang beberapa jam setelah dilakukan tindakan laser.

Bagi kamu yang ingin mendapatkan penanganan dengan cara yang tepat untuk mengobati saraf kejepit ini bisa mengunjungi RSUD Dr. Moewardi Solo ke Klinik Bedah Orthopaedi yang berlokasi di Jl Kolonel Sutarto No. 132, Jebres. Atau bisa konsultasi video call melalui Telekonsul dengan dokter spesialis pilihan Anda melalui nomor 081 1267 1881.

Baca Juga: Apa Manfaat Puasa Mutih untuk Nikah, Seperti yang dilakukan Aurel Hermansyah?

Artikel ini hasil kerja sama RSUD Dr Moewardi Solo dengan Bank Jateng. 



Berita Terkini Lainnya








Kolom