Kategori: Klaten

Bukan Cuma Wisata Air, Tes Swab Acak Bakal Sasar Semua Objek Wisata di Klaten


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN — Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, memastikan tes swab secara random atau acak bakal menyasar ke objek wisata lain selain wisata air di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal itu dilakukan untuk mengecek seberapa besar risiko persebaran Covid-19 di objek wisata.

Tes swab acak sebelumnya dilakukan di lima objek wisata air yang mulai diizinkan beroperasi bertepatan dengan libur panjang dalam rangka cuti bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pekan lalu. kelima lokasi itu yakni Umbul Susuhan, Umbul Ponggok, Umbul Pelem, Umbul Manten, serta Pancingan 100.

Ada sekitar 40 orang, mulai dari pengunjung, pengelola, serta pedagang di lima objek wisata tersebut yang mengikuti tes secara acak pada Jumat (30/10/2020).

Hasilnya keluar pada Minggu (1/11/2020) pagi dengan satu orang pengunjung berasal dari Sukoharjo yang mengikuti tes swab acak di Umbul Pelem dan satu orang karyawan berstatus freelance yang mengikuti tes swab acak di Umbul Ponggok dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara, hasil pengujian sampel dari 38 orang lainnya dinyatakan negatif terpapar virus corona.

Kades Sepat Sragen Ditetapkan Jadi Tersangka, Warga Tak Terima & Siap Pasang Badan

Sujarwanto mengatakan screening melalui self assessment pengunjung sebelum masuk objek wisata termasuk wisata air sudah berjalan. Hanya saja, screening itu merupakan pendataan awal untuk melihat riwayat kesehatan dan perjalanan para pengunjung.

Untuk memastikan kondisi kesehatan pengunjung maupun pengelola objek wisata di Klaten dari paparan virus corona, perlu dilakukan tes swab.

"Kalau mau dilakukan swab test semua, tentu nanti high cost [biaya tinggi]. Hanya persoalannya ketika ada OTG [orang tanpa gejala] ini yang sangat susah terdeteksi. Makanya kami lakukan random test yang menjadi cara kami untuk mengetahui seberapa besar risikonya dan ternyata ada [yang terkonfirmasi positif Covid-19] serta sudah dilakukan penanganan," kata Sujarwanto saat ditemui wartawan di aula Kantor Kemenag Klaten, Senin (2/11/2020).

Hasil Cepat

Sujarwanto mengatakan hasil tes swab yang digelar secara acak itu bisa diketahui secara cepat lantaran ada fasilitasi dari Pemprov Jateng. Selama ini, hasil swab test di Klaten baru diketahui antara tiga hingga sepekan lantaran antre pengujian sampel di laboratorium.

"Waktu random kemarin kami difasilitasi Pak Gubernur untuk laboratorium dan ini kedepan juga terus kami difasilitasi dimana pengujian sampel itu bisa selesai selama 24 jam sehingga pengambilan keputusan bisa cepat," kata Sujarwanto.

Kisah ODHA di Sragen: Minum Obat Enggak Boleh Telat, Tapi Obat Langka karena Pandemi

Terkait temuan kasus orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes swab test secara acak di objek wisata Umbul Pelem dan Umbul Ponggok Klaten, Sujarwanto mengatakan dilakukan penutupan selama tiga hari pada kedua objek wisata tersebut.

Penutupan sementara yang dilakukan sejak Minggu (1/11/2020) itu guna kepentingan proses tracing serta sterilisasi kawasan objek wisata.

"Untuk yang terpapar pengelola dilakukan tracing. Termasuk untuk [pengunjung] dari luar kota [yang terkonfirmasi positif], kami sudah kirimkan [data hasil pengujian sampel] untuk dilakukan tracing oleh Satgas kabupaten yang bersangkutan dan yang bersangkutan sudah dilakukan isolasi," kata dia.

Lebih lanjut, Sujarwanto memastikan tes swab secara random tak terbatas dilakukan di lima objek wisata air tersebut. Tes wab secara random bakal terus dilakukan di objek wisata lainnya.

"Namanya random tidak harus kontinyu. Jadi kami akan selalu gelar random untuk yang itu [objek wisata]," jelas Sujarwanto.

Tutup

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan setelah ada temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes swab secara acak, Umbul Pelem dan Umbul Ponggok ditutup sementara selama tiga hari. Penutupan diminta dilakukan sejak Minggu.

Terkait objek wisata lainnya, Nugroho mengatakan tetap bisa beroperasi. Hanya saja, dia menekankan agar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 benar-benar diterapkan secara ketat.

"Protokol kesehatan harus betul-betul ditaati agar wisata air tidak menyumbang klaster baru. Apapun itu, tanggung jawab tetap pada pengelola," kata Nugroho.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra