Tutup Iklan

Brebes Sidang di Tempat Pelanggar Prokes, 28 Jadi Korban

PPKM darurat di Brebes menerapkan sidang di tempat kepada warga yang dianggap melanggar protokol kesehatan.

 Edukasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Grogol Sukoharjo. (Sukoharjokab.go.id)

SOLOPOS.COM - Edukasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Grogol Sukoharjo. (Sukoharjokab.go.id)

Solopos.com, JAKARTA — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat di Brebes, Jawa Tengah menerapkan sidang di tempat kepada warga yang dianggap melanggar protokol kesehatan. Alhasil, 28 warga menjadi korban kebijakan yustisia di Brebes karena dianggap pelanggar prokes itu.

Sebanyak 28 pelanggar ketentuan PPKM Darurat itu disidang dengan jeratan tindak pidana ringan atau tipiring dengan dalih tidak mematuhi prokes. “Dalam operasi hari ini yang dilakukan di sekitar Pasar Bulakmaba, kita masih temukan 28 pelanggar protokol kesehatan yang melakukan pelanggaran. Mereka yang terjaring langsung kita sidang di tempat,” ungkap Kasat Binmas Polres Brebes AKP Kamal Hasan dilansir dari laman resmi Polda Jateng, Sabtu (17/7/2021).

Baca Juga: Sudah Lockdown, Kasus Covid-19 Malaysia Masih Melonjak

Kamal mengungkapkan bahwa dari hasil razia di Brebes yang dilakukannya itu, hampir didominasi pelanggar prokes dengan tidak menggunakan masker dengan baik atau tidak menggunakan masker saat bepergian termasuk adanya pedagang yang tetap menyediakan meja dan kursi di lokasi dagangannya.

“Rata-rata mereka yang terjaring karena tidak patuh prokes. Padahal selama ini sosialisasi terhadap prokes sudah kita gencarkan, tetapi masih ada saja yang melakukan pelanggaran. Sehingga kita ambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi denda kepada para pelanggarnya antara Rp30.000 sampai Rp150.000 tergantung kesalahannya,” lanjutnya.

PPKM Darurat adalah nama yang disematkan pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo untuk kondisi semacam karantina wilayah. Jerat pidana PPKM Darurat itu pada umumnya mengacu pada UU No. 6/2018 Kekarantinaan Kesehatan meskipun diterapkan kepada penduduk tanpa santunan karantina.

Tekan Jumlah Pelanggar

Kasat Binmas sendiri menilai dari beberapa operasi yang digelar mereka terdapat penurunan data jumlah pelanggar setiap harinya. Ini membuktikan masyarakat sudah mulai paham penerapan disiplin protokoler kesehatan di masa PPKM Darurat dan pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah kalau dilihat datanya dari hari-kehari ada peningkatan disiplin protokol kesehatan di masyarakat Brebes khususnya. Dimana mereka mulai sadar bahaya penyakit Covid-19 yang ada di sekitar mereka. Namun tetap masih ada saja yang bandel. Sehingga untuk memberikan efek jera kepada mereka, kita lakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi denda kepada mereka-mereka yang melanggar,” tukasnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Berita Terkini

Miris! Manusia Silver Semarang Ternyata Pensiunan Polisi

Kasus manusia silver di Semarang tak kalah mengundang keprihatinan.

Sejumlah Event Besar bakal Digelar di Borobudur, Vaksinasi Dipercepat

Pemprov Jawa Tengah akan mempercepat cakupan vaksinasi di kawasan Candi Borobudur karena sejumlah agenda atau event wisata bakal digelar.

Rumah Kamera Borobudur, Bisa Swafoto Bersama ‘Presiden Jokowi’ Hlo!

Di Rumah Kamera ini, pengunjung bisa dengan leluasa berswafoto dengan Presiden Ri yang akrab disapa dengan Jokowi ini dalam bentuk replika yang terlihat seperti sosok presiden yang nyata.

Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Bupati Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga sekaligus leluhur raja-raja Mataram Islam.

Sempat Viral, Video Harimau di Kedungjati Grobogan Ternyata Hoaks

Video seekor harimau besar sedang berada di kawasan hutan sempat beredar di media sosial dan WhatsApp Group (WAG) di Kabupaten Grobogan

Gelar JDC 2021, AMSI Jateng Ingin Tahu Arah Dunia Digital ke Depan

JDC 2021 merupakan salah satu sumbangsih AMSI Jawa Tengah untuk bicara terkait seperti apa arah industri digital ke depan.

Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta.

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Cilacap, Presiden Jokowi Ingatkan Warga Taat Prokes

Presiden Jokowi mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Waduh! 9 Daerah di Jateng Endemis Penyakit Kaki Gajah, 6 di Pantura

Sembilan kota dan kabupaten di Jawa Tengah tercatat menjadi daerah endemis filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Banyak Anak Jateng yang Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Jumlahnya Bikin Sedih

Perlu adanya sinergi berbagai potensi masyarakat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak terdampak Covid-19.

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, 8 SD-SMA di Blora Batal PTM

Kasus di delapan sekolah di Blora itu bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19, karena ditemukan saat screening sebelum PTM.

Petani Jambu Air Di Grobogan Ini Namanya Mirip Nama Penyanyi Indonesia

Pembeli datang ke kebun jambu air di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Grobogan, petik langsung sambil selfi atau swafoto.

Ini Lho, Bandar Arisan Online Salatiga Tertangkap

Bandar arisan di Salatiga yang dicari karena membawa kabur uang hingga miliaran rupiah milik peserta akhirnya ditangkap polisi.

Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kuliner khas Purbalingga berupa Soto Bancar memiliki keunikan dengan sajian soto lainnya, yakni tambahan saus kacang, bakso, dan kerupuk merah putih dalam penyajiannya.

UKSW dan TNI Gelar Vaksinasi Massal Bagi Pelajar dan Masyarakat Umum

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kerja sama dengan TNI Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menggelar vaksinasi massal di Balairung Universitas

Ganjar Pranowo Emoh Mikir Jadi Capres: Pilpres Urusan Bu Mega

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa urusan capres pada Pilpres 2024 merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.