Tutup Iklan

Sudah Lockdown, Kasus Covid-19 Malaysia Masih Melonjak

Malaysia melaporkan lonjakan tajam kasus penularan virus corona sebulan setelah penerapan lockdown Covid-19 nasional, Selasa (6/7/2021).

 Bendera Malaysia di pusat bisnis Kuala Lumpur, (Bisnis-Bloomberg-Joshua Paul)

SOLOPOS.COM - Bendera Malaysia di pusat bisnis Kuala Lumpur, (Bisnis-Bloomberg-Joshua Paul)

Solopos.com, JAKARTA — Malaysia melaporkan lonjakan tajam kasus penularan virus corona, Selasa (6/7/2021). Lonjakan kasus Covid-19 itu terjadi sebulan setelah penerapan lockdown nasional Malaysia.

Dilansir dari Channel News Asia, tambahan kasus baru di Malaysia mencapai 7.643, lebih dan setengahnya berasal dari daerah Klang Valley. Selangor melaporkan 3.260 kasus dan Kuala Lumpur sebesar 1.550.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 103 kematian dengan rentang usia 21-100 tahun. Adapun 12 di antaranya meninggal dalam perjalanan, termasuk laki-laki berusia 21 tahun yang memiliki riwayat epilepsi yang berasal dari Pahang.

Baca Juga: Antartika Catat Rekor Baru Suhu Terpanas, Ada Apa?

Dirjen Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan 943 pasien masih dirawat di ICU dan 450 di antaranya memerlukan bantuan oksigen. Dalam beberapa pekan terakhir, kasus baru terus tercatat di atas 6.000 orang setelah sempat menurun jadi 5.000 orang pada Juni.

Kenaikan hingga 7.000 kasus terakhir kali sempat terjadi pada 5 Juni. Seperti diketahui, Pemerintah Malaysia telah menetapkan lockdown demi menangkal Covid-19 berakhir pada 28 Juni, tetapi diperpanjang karena jumlah infeksi terus naik.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sebelumnya mengatakan bahwa kebijakan pembatasan pergerakan tidak akan dicabut sampai kasus harian turun di bawah 4.000 orang. Hingga Selasa, Malaysia telah melaporkan total 792.693 kasus Covid-19, di mana 72.201 saat ini aktif atau menular.

40.000 Penularan Sehari

Adapun sebelumnya menjelang akhir Juni 2021, Ketua Pengarah Kesihatan Kementerian Kesehatan Malaysia Tan Sri Noor Hisham Abdullah menyebut bahwa kebijakan penguncian total alias lockdown yang ditempuh pemerintah Malaysia mulai membuahkan hasil.

Pernyataan Noor Hisham berlandaskan fakta bahwa dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus harian di negeri jiran Indonesia itu stabil pada angka 5.000 hingga 6.000 kasus per hari. Padahal, sebelumnya Kementerian Kesehatan Malaysia memproyeksi kasus berisiko naik hingga 13.000 orang per hari pada pertengahan Juni, hingga 40.000 kasus per hari di awal Juli.

“Kita berhasil mengendalikan kurva persebaran virus, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk terus menurunkan jumlah kasus. Selama masih ada potensi kerumunan akibat aktivitas di beberapa sektor, kita harus tetap bersikap seperti sekarang,” papar Noor Hisham seperti diwartakan Astro Awani Sabtu (26/6/2021).

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Berita Terkait

Berita Terkini

494 Maru UMS 2022 Inden Sebelum Launching PMB

Animo calon mahasiswa baru (Maru) bergabung ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sangat tinggi.

C20 Ingatkan G20 Harus Lekas Mengatasi Kesenjangan Vaksinasi Global

Indonesia akan fokus mengerjakan tiga hal, yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Kapan SNMPTN 2022 Dibuka? Cek Sekarang, Jadwalnya Sudah Keluar Hlo!

Kira-kira kapan sih penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN 2022 dibuka? Ini hlo ada jadwal lengkapnya yang bisa kamu lihat di sini!

Solopos Hari Ini: Janji Struktur Upah Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 tak jauh dari kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang hanya 0,78%.

Harta Karun Ribuan Koin Perak Kuno Ditemukan di Sungai Jerman

Tumpukan 5.600 koin perak dari Kekaisaran Romawi yang diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun telah ditemukan di Jerman.

Jumlah Harian Cetak Rekor, Korsel Laporkan Lima Kasus Varian Omicron

Korea Selatan (Korsel) melaporkan lima kasus pertama virus corona varian Omicron. Hal itu diungkap Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDA).

Miris, Ibu Tua Digugat Lima Anak Gegara Warisan

Wanita berusia 72 tahun itu pasrah di kursi rodanya setelah menjalani pemeriksaan atas laporan anak kandungnya dengan tuduhan penggelapan sertifikat tanah yang dianggap menjadi warisan.

Lanskap: Dipasangkan Siapa Saja Prabowo Menang

Pasangan Prabowo-Puan yang tertinggi (67,7 persen) dibandingkan Prabowo-Anies (63,6 persen), Prabowo-Ganjar (62,0 persen) dan Prabowo-Sandi (58,7 persen).

Sejarah Hari Ini : 2 Desember 1971, Uni Emirat Arab Terbentuk

Beragam peristiwa penting terjadi pada 2 Desember terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya pembentukan Uni Emirat Arab.

Kuasa Hukum: Kenapa Jerinx Ditahan, Pak Jaksa?

Jerinx datang dari Bali berusaha kooperatif dan mempertanggungjawabkan apa yang dituduhkan kepadanya.

Saluran Limbah 2 Pabrik Farmasi di Jakut Ditutup DLH DKI Jakarta

Saluran outlet air limbah dua pabrik farmasi di Jakarta Utara ditutup Dinas Lingkungan Hidup atau DLH DKI Jakarta.

Isu Reshuffle: PAN Sodorkan Kader, Partai Gerindra Pasrah

PAN semenjak dinyatakan bergabung dengan koalisi partai politik pemerintah pada 25 Agustus 2021 lalu memang belum terakomodasi dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf.

Jelang Reuni 212, Tangerang Batasi Akses Masuk ke Jakarta

Jika ada warga yang terindikasi hendak mengikuti Reuni 212, pihaknya akan langsung menyuruh mereka untuk memutar balik ke arah Kota Tangerang.

Waspada Omicron, Pejabat Negara Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Indonesia Bertekad Hasilkan Terobosan Besar dari Forum G20

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat.

Duh, 1.826 Prajurit TNI Terinfeksi HIV/AIDS

Panglima TNI mengakui, kesatuan terus memberikan pendampingan kepada prajurit yang terinfeksi HIV/AIDS agar mereka bisa disiplin dalam melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan TNI AD.