BPTP Jateng Apresiasi Pertanian Organik di Jaten Karanganyar
Pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar dan Pemprov Jateng melaksanakan panen bersama perdana padi organik di Dusun Sawahan, Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Senin (3/8/2020). (Istimewa-Dokumentasi Pribadi)

Solopos.com, KARANGANYAR-- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng mengapresiasi pertanian organik di Dusun Sawahan, Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

BPPTP Jateng mendorong petani menggunakan pupuk organik maupun bercocok tanam secara organik. Menurut BPTP, kandungan karbon organik tanah di Pulau Jawa rendah, yakni 2%.

Kepala BPTP Jaten, Joko Pramono, menyampaikan hal itu saat menghadiri panen perdana padi organik BUM Desa Jaten Bermartabat di Dusun Sawahan, Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Senin (3/8/2020).

Operasi Sikat Candi, Polda Jateng Sita 341 Kendaraan Hasil Kriminalitas

Joko menyampaikan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) 73% lahan sawah di Pulau Jawa memiliki kandungan karbon organik di bawah 2%. Salah satu penyebabnya adalah sistem pertanian konvensional menggunakan pupuk kimia. Joko menyebut penggunaan pupuk kimia memengaruhi produktivitas lahan.

"Pemakaian pupuk kimia terus menerus memengaruhi kesuburan tanah dan produktivitas lahan. Tanah harus disehatkan kembali menggunakan pupuk organik. Perlahan tetapi kalau sudah subur paling tidak karbon organik sampai 4% atau 5% itu berpengaruhi ke produktivitas dan kualitas panen," tutur dia saat memberikan sambutan.

Oleh karena itu, Joko mendorong petani bercocok tanam secara organik. Tetapi ada sejumlah catatan berkaitan dengan pertanian organik. Joko menyebut pertanian organik memerhatikan penggunaan pupuk, sumber air, dan lain-lain.

Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah di Jateng Tak Mau Tes Covid-19, Siapa?

"[Pertanian] organik ini bagus, sebagai upaya meningkatkan sumber daya lahan. Perlu didorong, program pertanian organik. Sebetulnya pertanian organik itu cocok di daerah lebih tinggi karena sumber air langsung dari mata air," ungkapnya.

 

Ramah Lingkungan

Tetapi, Joko mengapresiasi pengembangan pola bercocok tanam organik di daerah dataran rendah. Salah satunya dilakukan petani yang termasuk unit usaha BUM Desa Jaten Bermartabat. Dia berharap pemerintah di setiap wilayah mendorong budidaya pertanian ramah lingkungan.

"[Pertanian ramah lingkungan] upaya mendorong kesuburan lahan. Supaya daya dukung lahan untuk terus berproduksi tinggi dan memenuhi kebutuhan pangan lancar. Kami siap mendukung," ujarnya.

Politikus Gerindra Tak Setuju Pembelajaran Tatap Muka Diterapkan di Jateng

Salah satu bentuk dukungan adalah penyediaan bibit varietas unggul yang tahan terhadap musim kemarau dan kekeringan, tahan hama penyakit, produktivitas tinggi, tahan terhadap lingkungan, lebih genjah, dan lain-lain.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom