Ilustrasi bursa kerja (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, SEMARANG — Badan Pusat Statis (BPS) menyebutkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah pada Agustus 2019 berkurang menjadi 4,49% dari Agustus 2018 yang tercatat 4,51%.

Laporan BPS itu menyebutkan jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah pada Agustus 2019 sebanyak 18,26 juta orang, bertambah 0,20 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2018. Sejalan dengan itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) kini 68,62%.

“Dalam setahun terakhir, sebetulnya jumlah pengangguran bertambah sekitar 5.000 orang. Namun, kenaikan jumlah pengangguran jauh lebih rendah daripada kenaikan jumlah penduduk yang bekerja,” papar laporan BPS yang dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (7/11/2019)

Penduduk bekerja tercatat 17,44 juta orang pada Agustus 2019 diibandingkan dengan tahun sebelumnya 17,25 juta orang. Akibatnya, angka TPT turun sebesar 0,02% poin dibandingkan dengan Agustus 2018, menjadi 4,49% pada Agustus 2019.

Adapun, TPT tertinggi masih dicatatkan oleh penduduk dengan pendidikan tamatan SMK, yaitu sebesar 10,16%. Jika dilihat dari lapangan pekerjaan utama, lapangan usaha yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja cukup besar, antara lain di pertanian 0,90% dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,23%.

Sebanyak 10,15 juta orang atau 58,21% penduduk Jateng bekerja dalam kegiatan informal. Namun, selama setahun terakhir, porsi pekerja informal itu juga turun sebesar 2,73% poin dibanding kondisi pada Agustus 2018.

Persentase tertinggi penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam/minggu) sebesar 73,32%. Sementara itu, penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1 jam hingga 7 jam memiliki persentase yang paling kecil, yaitu 2,06%.

Pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu 21,30% dan pekerja setengah pengangguran 5,38%.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten