BP Jamsostek Jateng-DIY Bayar Klaim Rp2,4 Triliun
Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku pejabat pengganti sementara (Pps) Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Jateng-DIY, Wiwik Septi Herawati. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah membayarkan klaim jaminan mencapai Rp2,4 triliun sepanjang Januari-November 2019.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku pejabat pengganti sementara (Pps) Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Jateng-DIY, Wiwik Septi Herawati, mengatakan perincian pembayaran itu adalah 296.000 kasus Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp2,2 triliun.

Lalu, 21.000 kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp106 miliar, 3.300 kasus Jaminan Kematian (Jkm) mencapai Rp92 miliar, dan 31.000 kasus Jaminan Pensiun (JP) senilai Rp18 miliar.

“Dari empat kasus yang telah kita bayarkan klaimnya memang paling banyak di kasus JHT, yakni Rp2,2 triliun. Kalau total keseluruhan kasus mencapai 352.000 kasus dengan total klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp2,4 triliun,” terang Wiwik saat dijumpai wartawan di Semarang, Kamis (26/12/2019).

Wiwik menambahkan saat ini total ada sekitar 3.344.741 tenaga kerja dari 79.803 badan usaha atau perusahaan yang menjadi anggota BP Jamsostek.

Kedepan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang manfaat BP Jamsostek guna menambah keanggotaan peserta.

Selain itu, BP Jamsostek juga akan gencar melakukan sosialisasi terkait program Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja. Pelatihan ini diberikan untuk para pekerja yang telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) agar bisa kembali bekerja.

“Pelatihannya gratis dan banyak manfaatnya. Kita berikan kepada eks pekerja yang sudah menganggur minimal 1 bulan dan maksimal 2 tahun dengan usia di maksimal 40 tahun,” terang Wiwik.

Wiwik mengatakan di wilayah Jateng dan DIY pelatihan ini sudah digelar selama kurang lebih dua bulan. Ada lima daerah yang digunakan untuk menggelar pelatihan yakni Kota Semarang, Kota Solo, Kabupaten Semarang, Jogjakarta, dan Cilacap.

“Ada macam-macam pelatihannya mulai dari operator garmen, las, manufaktur, membatik, dan mengoperasikan forklift,” tutur Wiwik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho