Bolehkah Polisi Bertato? Seperti Ajudan Ferdy Sambo Bripka Matius Marey

Bolehkah polisi bertato? Pertanyaan tersebut ramai dilontarkan warganet saat beredar foto memperlihatkan tato pada tangan ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo yakni Bripka Matius Marey.

 Ilustrasi Polisi. (Antara Foto/R. Rekotomo)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Polisi. (Antara Foto/R. Rekotomo)

Solopos.com, SOLO — Bolehkah polisi bertato? Pertanyaan tersebut ramai dilontarkan warganet saat beredar foto di dunia maya memperlihatkan tato pada tangan salah satu ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo yakni Bripka Matius Marey.

Pada foto yang beredar itu memperlihatkan tangan kiri Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Matius Marey bertato. Saat itu, dia mengenakan seragam safari warna gelap berlengan panjang.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Tato tersebut tampak saat dia bertugas sebagai ajudan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. Bripka Matius Marey mendampingi Irjen Pol Ferdy Sambo saat menjalani pemeriksaan di kantor Bareskrim Polri.

Bolehkah polisi bertato?

Ternyata, Polri sudah membuat aturan tentang tato dan telinga bertindik pada tubuh calon anggotanya. Namun, syarat tato dan tindik tersebut merupakan bagian dari adat di daerah asal sang calon peserta seleksi anggota Polri.

Baca Juga : Bertato dan Pakai Tindik Bisa Menjadi Anggota Polri? Ini Keterangannya

Hal itu tercantum pada syarat-syarat menjadi anggota Polri, sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman tacticalinpolice.com, Sabtu (4/6/2022).

Berikut syarat-syarat menjadi anggota bintara Polri:

Syarat Umum:

  1. Warga negara Indonesia (WNI).
  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  4. Memiliki pendidikan minimal SMA/sederajat.
  5. Memiliki usia minimal 18 tahun saat dilantik menjadi anggota Polri.
  6. Sehat secara jasmani dan rohani.
  7. Tidak pernah dipidana karena melakukan kejahatan (dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempat).
  8. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela.

Baca Juga : Ini Urutan Pangkat Polisi, Brigadir dan Bharada Lebih Tinggi Mana?

Ketentuan usia:

  1. Lulusan SMA/sederajat berusia minimal 17 tahun 7 bulan dan maksimal 21 tahun saat pembukaan pendidikan.
  2. Lulusan D1 sampai DIII berusia minimal 17 tahun 7 bulan dan maksimal 23 tahun saat pembukaan pendidikan.
  3. Lulusan DIV/S1 berusia minimal 17 tahun 7 bulan dan maksimal 27 tahun saat pembukaan pendidikan.
  4. Belum pernah menikah, belum pernah hamil/melahirkan, belum memiliki anak biologis, dan sanggup untuk tidak menikah selama pendidikan pembentukan.
  5. Tidak bertato dan tidak ditindik, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.
  6. Bebas narkoba dari hasil pemeriksaan kesehatan oleh Panpus/Panda.
  7. Tidak mendukung atau ikut serta dalam organisasi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila. UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
  8. Tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma agama, kesusilaan, sosial, dan hukum.
  9. Membawa surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada seluruh bidang tugas Kepolisian yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui orang tua/wali.
  10. Membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang menawarkan, menjanjikan dan menjamin dapat membantu meluluskan dalam proses seleksi penerimaan terpadu yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali.
  11. Membuat surat pertanyataan bermaterai yang menyatakan bahwa calon peserta didik tidak mengikuti organisasi terlarang dan tidak melakukan perbuatan melanggar norma yang berlaku.
  12. Berdomisili paling sedikit dua tahun pada saat buka pendidikan di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan KTP dan Kartu Keluarga, kecuali calon peserta Bintara Kompetensi Khusus tidak berlaku ketentuan domisili, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga : Profil Kadiv Propam Ferdy Sambo, Rumahnya Lokasi Polisi Tembak Polisi

Jadi bolehkah polisi bertato? Apabila mengacu pada ketentuan tersebut maka boleh, tetapi dengan catatan tato dan tindik tersebut merupakan ketentuan agama/adat.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      PHK Besar-Besaran Indosat dan Senjakala Layanan Telepon & SMS

      PHK Besar-Besaran Indosat dan Senjakala Layanan Telepon & SMS

      Disrupsi teknologi mengancam keberlangsungan operator telekomunikasi. Kini, semakin jarang orang yang memanfaatkan layanan telepon dan SMS akibat gempuran instant messenging seperti WhatsApp yang menawarkan layanan lebih praktis dan hemat tentunya.

      Berita Terkini

      Dewan Kolonel Berhenti, Dewan Kopral Jalan Terus

      Noel menegaskan, Dewan Kopral akan tetap menjalankan tugas-tugasnya untuk memperjuangkan Ganjar jadi capres di Pilpres 2024.

      Lukas Enembe Beralasan Sakit, KPK: Kami Punya Dokter Andal

      KPK memiliki tenaga medis khusus yang andal melakukan pemeriksaan terhadap saksi ataupun tersangka yang dipanggil KPK.

      Megawati Bangun Kantor PDIP di Empat Titik Terluar Indonesia

      Empat titik terluar Indonesia itu masing-masing Sabang (Aceh), Merauke (Papua), Miangas (Sulawesi Utara) dan Pulau Rote (NTT). 

      Pesan Rocky Gerung ke Gibran: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

      Di hadapan Gibran, Rocky menyampaikan kritik kerasnya atas kondisi Indonesia di era Jokowi berkuasa selama delapan tahun terakhir.

      Diskusi Rocky Gerung dan Gibran: Presiden 3 Periode hingga Kontroversi Jokowi

      Menurut Rocky, ia dan Gibran membicarakan berbagai hal yang terjadi di Indonesia selama Presiden Jokowi berkuasa.

      Kronologi Wali Kota Gibran Temui Pengkritik Utama Jokowi, Rocky Gerung

      Menurut Rocky, pada Kamis (22/9/2022) ada seseorang yang mengaku sebagai orang dari Istana yang menghubungi dirinya.

      Bertemu Luhut dan Gibran, Rocky Gerung: Saya Akan Lebih Kritis ke Jokowi

      Warganet pun menghujani Rocky Gerung dengan pertanyaan, akankah mantan dosen Universitas Indonesia itu tetap kritis terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

      Ketua KNPB Timika Ditangkap karena Pasok Amunisi ke Separatis

      Ketua KNPB YA diduga terlibat dalam pemasokan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

      Indonesia Tegaskan Komitmen Bantu Pengungsi Palestina

      Indonesia selalu teguh mendukung aktivitas UNRWA, yaitu badan PBB yang bertugas membantu pengungsi Palestina.

      Kepala Akademi Perfilman Beijing Dituduh Perkosa Anak di Bawah Umur

      Du Yingzhe yang menjabat Kepala BFA telah memperdaya para pelajar perempuan di bawah umur agar melakukan hubungan seksual dengannya sejak 2007.

      Ternyata Ini Awal Mula Hasnaeni Moein Dijuluki Wanita Emas

      Ternyata ini alasan atau awal mula kenapa Hasnaeni Moein dijuluki dipanggil dengan sebutan wanita emas.

      Setelah Kasus Brigadir J, Polri Fokus Tiga Tugas Prioritas hingga Akhir Tahun

      Ssetelah menuntaskan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan pelanggaran etik, Polri fokus pada penyelesaian tiga tugas prioritas hingga akhir tahun.

      Turis Bali Asal Rusia Meninggal Bugil di Kursi Museum

      Turis itu bernama Belobok Aleksander, 34, asal Rusia yang ditemukan meninggal pada Kamis (22/9/2022) sekitar pukul 21.00 Wita.

      Tewaskan Teman, Siswa Pemilik Tendangan Maut Dihukum Lima Tahun Penjara

      Siswa pemilik tendangan maut, MR terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan hingga menyebabkan teman satu sekolahnya meninggal dunia.

      OTT Hakim Agung, Ketua PP Muhammadiyah: Mentalitas Penegak Hukum Rusak

      Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyadi menjadi bukti bahwa mentalitas penegak hukum sudah rusak.