BNN Gerebek Ruko di Palembang, 6 Ditangkap 1 Diantaranya Anggota DPRD
BNN menggerebek ruko di Palembang. (Raja Adil/detikcom)

Solopos.com, PALEMBANG -- Badan Narkotika Nasional atau BNN Sumatera Selatan melakukan penggerebekan ruko terkait kasus narkoba di Palembang, Sumatera Selatan. Kemudian petugas menangkap enam orang, salah satunya anggota DPRD Palembang berinisial D beserta 5 kg sabu.

"Kami mengamankan 6 tersangka. Barang bukti 5 kg sabu berikut ekstasi belum dihitung diamankan dari pelaku. Salah satunya ada oknum anggota DPRD inisial D," kata Kepala BNN Sumsel Brigjen Jhon Turman Panjaitan saat dimintai konfirmasi, Selasa (22/9/2020).

Lebih lanjut soal barang bukti sabu, kata Jhon, disita dari tempat usaha laundry milik D di Jalan Riau, Ilir Barat I Palembang. Barang bukti sabu dibawa dengan sepeda motor dan sudah diintai tim gabungan.

Kenal Lewat Aplikasi Kencan Online, Cewek Inggris Diperkosa Cowok Prancis di Thailand

"Ini dibawa dari jalan tadi sampai ke usaha laundry, dan itu usaha milik D. 5 kg dibawa pakai motor dan ditemukan di laundry milik D," katanya.

Tim gabungan BNN dan Polda Sumsel menggerebek sebuah ruko di Palembang sekitar pukul 08.00 WIB. Ada enam orang serta sabu dan pil ekstasi yang diamankan.

Ngerii! Pengendara Motor Tertabrak 2 Bus Sekaligus di Jl. Raya Solo-Sragen Karanganyar

Berdasarkan pantauan Detik.com di Jl. Riau, 26 ilir, Ilir Barat I, Palembang, terlihat ada dua ruko yang dipasang garis polisi. Terlihat juga ada petugas gabungan dari BNN Pusat, BNN Sumsel, hingga Polda Sumsel di lokasi.

DPO Lama

Mengenai anggota DPRD berinisial D setelah penggerebekan diketahui keluar dari ruko dan digiring petugas. Selanjutnya ia dibawa masuk ke mobil petugas dan diamankan di Mako BNN Sumsel.

"Iya benar, ada penggerebekan dari BNN Pusat. Ini DPO lama kita juga saat saya masih di BNN dulu, tetapi memang dia sangat licin," ujar Direktur Narkoba Polda Sumsel, Kombes Heri Istu, di lokasi.

Dua Kelompok Pesilat Bentrok di Madiun, 2 Orang Terluka, Kaca Mobil dan Rumah Rusak

Sedang terkait para pelaku yang diamankan, Heri menyebut mereka sebelumnya kerap lepas saat akan ditangkap.

"Bagi saya tidak jadi masalah siapa yang nangkap, yang penting jaringan mereka terputus," kata Heri.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom