Kategori: Sragen

Bikin Penelitian Unik, 2 Siswi Sragen Berprestasi di Kancah Nasional


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN - Berawal dari masalah sulitnya para siswa menghafal kosa kata atau istilah dalam Mata Pelajaran Biologi, dua siswi SMA Trensains Sragen membuat penelitian terkait metode menghafal. Dua siswi itu adalah Anisa Muizaning Tyas, siswi Kelas XI MIPA 3 asal Kediri dan Anisa Nurul Hidayah, siswi Kelas XI MIPA 4 asal Tanon, Sragen.

Dibawah bimbingan dua guru yakni Ulya Granit Pramudita dan Susanti Rahayu, dua siswi SMA Trensains itu mengikutkan penelitiannya yang berujudul, “Adu warna teks dalam membantu proses mengingat: Siapa yang menang?,” dalam lomba Indonesia Fun Science Award (ISFA) 2.0.

Dua Anak Solo Terpapar Corona, Umur 2 dan 6 Tahun

Penelitian itu mengambil sampel 15 siswa Kelas X yang sama sekali belum dikenalkan dengan kosa kata atau istilah dalam Biologi yang dipelajari di kelas XI. Penelitian itu dilakukan pada Januari-Februari lalu.

Dua siswi itu sengaja menuliskan 24 kosa kata dalam ilmu Biologi. Kosa kata itu dituliskan dengan tiga warna teks berbeda yakni merah, biru dan hitam. Adapun latar belakang teks itu berwarna putih.

“Kami memakai layar LCD untuk penelitian ini. Ke-24 kosa kata itu terbagi dalam tiga warna sehingga masing-masing warna ada delapan kosa kata. Kami memberi waktu 45 detik kepada masing-masing siswa untuk menghafal kosa kata itu. Hasilnya, rata-rata siswa lebih cepat menghafal kosa kata dengan warna teks merah. Kosa kata dengan teks berwarna biru menempati urutan kedua,” ujar Ulya Granit Pramudita kepada Solopos.com, Jumat (24/4/2020).

Situasi Covid-19 Indonesia 24 April: Positif Tambah 436 Jadi 8.211, Pasien Sembuh Tembus 1.000 Orang

Kesimpulan yang diambil dari penelitian itu, warna merah dalam membantu proses mengingat. Ini karena warna merah memiliki karakteritik gelombang warna yang panjang. Saat saat masuk ke retina dan dilanjutkan ke sel fotoreseptor pada mata, warga merah lebih cepat sampai ke otak dari pada warna biru dan hitam.

Kompetisi Ilmiah

ISFA 2.0 kali pertama digelar di Indonesia. Ini merupakan ajang kompetisi ilmiah yang menantang pesertanya untuk membuat penelitian yang unik, lucu, penuh kreasi dan mudah untuk diterapkan. Meski begitu, penelitian ini tetap mengedepankan kaidah ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Paper penelitian itu dikumpulkan pada 12 Maret. Pada 16 Maret, diumumkan 20 besar dari total 180 riset. Pada 14 April, diumumkan lima besar, kami termasuk di antaranya,” papar Wakil Kepala SMA Trensains Sragen, Hakim Zanky.

Arti Mudik & Pulang Kampung Masih Tuai Perdebatan, Ini Kata Pakar UGM

Pada 21 April, digelar babak grand final ISFA 2.0 yang disiarkan live di Youtube, Swiss Germany University (SGU). Presentasi dan tanya jawab di babak grand final itu diselenggarakan via teleconference. Babak grand final itu memperebutkan hadiah utama berupa beasiswa ke SGU dan Macbook Pro.

Babak Grand Final itu mengusung dewan juri Rektor SGU Filiana Santoso, pencetus ISFA Abdullah Muzi, Board of Director SGU Evan Kanter, Kabid Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian dari LIPI Yenny Meliana dan Digital Initiative Editor Kompas Gramedia Ade Sulaeman.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi