Tugu Makutha Solo. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO – Warga mengkhawatirkan kondisi Tugu Makutha atau Mahkota yang berada di Jl. Adisucipto, tepatnya di perbatasan antara Solo dan Karanganyar. Mereka was-was gapura berbahan besi dan alumunium berbentuk seperti mahkota itu rubuh apabila didera angin kencang, mengingat usianya yang hampir satu dekade.

Salah seorang warga Kelurahan Karangasem, Kecamatan Banjarsari, Solo, Slamet, meminta pihak berwenang mengecek kondisi Tugu Makutha. Pasalnya, beberapa besi kontruksi tugu sudah tampak berkarat.

Slamet yang mengaku ikut menjadi pekerja saat Tugu Makutho dibangun itu juga takut sekrup yang mengikat besi kontruksi mahkota dan ornamennya sudah mulai aus.

“Alangkah lebih baik kalau dicek, karena kalau dilihat dari bawah, kontruksinya masih kuat. Tapi, kalau sekrup antara besi penyusun mahkota dan ornamen batiknya sudah aus kan bisa lepas dan membahayakan pengguna jalan. Kebetulan saya dulu yang bertugas memasang ornamen batik. Umurnya sudah hampir 10 tahun,” kata dia, dijumpai Solopos.com, Jumat (13/12/2019) sore.

Slamet menyebut ornamen batik tersebut dibuat dari alumunium sehingga tak berkarat. Namun, sekrup yang mengikatnya dengan besi mahkota bisa longgar karena usia bangunan serta terpaan hujan dan panas sepanjang hari.

“Kalau tidak dilihat dari dekat, dicek satu per satu kan enggak kelihatan. Jangan sampai kalau [bagian dari Tugu Makutha] sudah jatuh dan ada korban baru ada tindakan,” ucap dia.

Warga lain, salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di dekat Tugu Makutha, Warno, mengaku kurang memperhatikan kondisi bangunan yang menjadi ikon Kota Bengawan itu. Namun, ia mengakui beberapa bagian pada besi Tugu Makutha tampak berkarat.

“Ya kadang memang suka lihat pas angin itu [takut roboh], tapi tidak terlalu. Kalau dari tembok beton penyangganya memang kelihatan besinya berkarat. Lihat saja temboknya berwarna cokelat karena air karat,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku bakal meminta dinas terkait untuk mengecek kondisi Tugu Makutha. Pengecekan juga dilakukan pada baliho dan pohon-pohon tinggi. Hal itu untuk mengantisipasi musim penghujan yang diikuti angin kencang.

“Saya akan minta agar baliho dan pohon itu dicek. Jangan sampai terjadi seperti di daerah lain. Soloraya beberapa bulan terakhir kan selalu kena angin puting beliung, beruntung Solo masih aman meski kemarin sempat menjatuhkan baliho di daerah Nusukan. Kalau soal Tugu Makutho, saya yakin tidak mungkin tersapu angin karena desainnya bolong, angin lewat. Misal keropos dan jatuh, itu bisa jadi. Nanti biar dicek,” jelas Rudy.

Rudy menyebut Tugu Makutha masih dimiliki dan dikelola oleh pihak ketiga. Rudy tak mengetahui pasti lama masa kontrak dan kapan aset itu menjadi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Kerja sama itu sudah selesai atau belum, saya kurang tahu. Saya pastikan dulu, ya. Tapi yang pasti akan dicek,” tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten