Beredar Video Penjarahan Bantuan Korban Gempa Sulbar, Mensos Beri Penjelasan
Warga mengamati Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). (Antarafoto-Akbar Tado)

Solopos.com, JAKARTA -- Video yang menampilkan aksi penjarahan bantuan yang disebut terjadi di Sulawesi Barat beredar viral di media sosial. Video berdurasi sekitar 30 detik itu si pembuat menarasikan warga untuk berhati-hati bila ingin menyalurkan bantuan ke Mamuju, Sulbar. Bahkan disebutkan ada penghentian kendaraan pengangkut bantuan di Majene, Sulbar.

Terkait kabar tersebut, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, memastikan video tersebut hoaks. Ia menegaskan tidak ada penjarahan bantuan gempa Sulbar. "Jadi begini, ada beberapa video yang beredar bahwa seolah-olah itu penjarahan. Tapi kejadian sebetulnya bukan begitu. Memang karena kemarin (jalur penghubung) Makassar dengan Mamuju itu terputus karena ada longsoran. Mungkin sekarang baru dikerjakan," kata Risma kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/1/2021).

32 Gempa Susulan Terjadi di Sulbar Hingga Pagi Ini

Dengan terputusnya jalur penghubung tersebut akibat longsor, Risma menyampaikan pengiriman bantuan di Mamuju dan Majene harus memutar dengan waktu sekitar 6 jam. "Jadi baru tadi pagi sampai, karena mestinya 9 jam. Tapi ditambah muter lagi 6 jam baru sampai. Kita baru bisa membagi. Mungkin mereka juga kelaparan kondisinya," ungkap Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya itu kembali menegaskan peristiwa dalam video yang beredar tersebut terjadi di Majene bukanlah penjarahan. "Jadi sekali lagi, bukan penjarahan. Karena kita harus bisa membaca situasi, karena tidak ada pasar yang buka, tidak ada toko yang buka. Karena semua takut, sehingga semua mengungsi. Semua bahan makanan yang kita bawa dari Palu dan Makassar," tegas Risma.

Takut Tsunami

Menurut Risma, warga mengungsi ke lokasi jalan yang lebih tinggi karena takut terjadi tsunami. Risma pun sempat melihat video yang beredar tersebut.

Update Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 42 Orang

"Kalau nggak salah di Majene, tadi aku sempat lihat videonya, supaya jangan sampai terkesan bahwa seolah apa yang salah tidak. Yang terjadi karena ada yang putus itu jalan operasional dari Makassar ke Mamuju," ungkap Risma.

"Itu makanan kita, warga itu tersebar, mereka mengungsi karena takut tsunami. Nah, itu mereka tersebar di sepanjang jalan. Jadi mereka ada di jalan, jadi sebetulnya ya lumrah, karena mungkin mereka sudah lapar. Kemarin sore aku juga masak sendiri, karena butuh cepat sampai setengah enam, aku masak dan bagi-bagikan supaya cepat. Jadi bungkusin sendiri. Tapi dibantu teman-teman Tagana," jelas Risma.

Ke depan, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Risma akan menjadikan balai milik Kementerian Sosial akan dijadikan gudang logistik.

Waduh, Mahasiswi Cantik di Mamuju Tertabrak Motor Gara-Gara Panik Ada Gempa

"Tapi nanti ke depan kita punya 41 balai, nanti ditambah diklatnya ada 6 kalau nggak salah. Itu akan kita jadikan gudang [logistik] kita. Jadi sekarang ini ada di balai tertentu, sehingga kesulitan mobilisasinya, kemudian ada masalah transportasi," tandas Risma.

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom