Kategori: Sragen

Bendera Identik HTI di SMKN 2 Sragen, DPRD: Kok Baru Dibina Setelah Viral?


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN -- Beredarnya pengibaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di SMKN 2 Sragen menimbulkan pertanyaan baru. Jika foto itu tidak viral, bukan tidak mungkin kejadian itu berlangsung tanpa terpantau.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, berencana memanggil guru dan kepala SMKN 2 Sragen untuk mengetahui duduk perkara menyangkut beredarnya foto di medsos yang menunjukkan siswa membawa bendera yang mirip dengan logo HTI tersebut. Dia menyesalkan mengapa para siswa dan guru yang terlibat baru dilakukan setelah telanjur viral.

“Saya menyesalkan kenapa setelah foto itu beredar luas di medsos baru ada pembinaan. Seharusnya sebagai guru, kalau tahu siswa memakai bendera itu ya ditegur saat itu juga. Yang telanjur difoto ya dihapus dulu, usahakan jangan sampai tersebar di medsos. Jangan-jangan kalau tidak tersebar di medsos justru tidak ada pembinaan. Ini yang perlu diluruskan,” terang Sugiyamto, Sabtu (19/10/2019).

Hasil klarifikasi dari SMKN 2 Sragen, para siswa yang terlibat mengaku tak tahu bendera itu identik simbol HTI. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, pun mengklaim para siswa SMKN 2 Sragen terbebas dari paham radikalisme atau paham dari luar yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

Beda Bendera HTI dan Bendera di SMKN 2 Versi Muhammadiyah Sragen

Menurut Yuni, munculnya bendera yang identik dengan logo HTI itu merupakan bentuk ketidaktahuan siswa bahwa bendera itu terkait organisasi terlarang.

"Mereka tidak tahu hal-hal seperti itu bisa memicu konfliks yang berkepanjangan. Mereka adalah generasi bangsa. Mereka masih dalam masa pertumbuhan sehingga perlu pendampingan orang tua, guru dan pemerintah. Tugas kami sebagai pemerintah daerah ya mengingatkan apa bila ada kekeliruan," jelas orang nomor satu di Sragen itu, Jumat (18/10/2019).

Viral Bendera Identik HTI, Ini Nasib Guru Rohis SMKN 2 Sragen

Bupati menegaskan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, sudah memberikan peringatan kepada siapapun yang mencoba memasukkan paham radikal di lembaga pendidikan. Menurutnya, guru pendamping Rohis SMKN 2 Sragen sudah mendapat pembinaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.

Share
Dipublikasikan oleh
Adib Muttaqin Asfar