Begini Strategi Sekolah di Jabar & Banten Tanamkan Pendidikan Karakter Siswa
Siswa belajar mengenakan masker medis dengan benar saat aksi Waspada Virus Corona di SDII Al Abidin, Solo, Senin (3/2/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO – Sekolah-sekolah di Jawa Barat dan Banten memasukkan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran melalui sejumlah strategi. Secara umum, kegiatan itu terbagi dalam intrakurikuler dan eksrakurikuler.

Dalam riset yang digelar Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI menunjukkan strategi pendidikan karakter melalui kegiatan intrakurikuler misalnya membaca Al-Qur’an sebelum mata pelajaran. Sekolah juga membuka mata pelajaran khusus tentang lagu-lagu wajib nasional dan daerah untuk membangun jiwa nasionalisme.

Sekolah juga memberikan penugasan untuk mengasah kemandirian siswa dengan model pembelajaran yang tidak membedakan antara siswa reguler dan yang berkebutuhan khusus.

Dua Wajah Smartphone Bagi Siswa MA

“Diharapkan tumbuh sikap saling kerja sama dan tolong menolong antara satu dengan yang lainnya. Terutama bagi sekolah inklusi, sebagai bentuk strategi penanaman karakter gotong royong,” tulis Badan Diklat dan Kementerian Agama, sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Jumat (26/6/2020).

Ekstrakurikuler

Tak hanya itu, sekolah juga memasukan isu pendidikan karakter melalui strategi ekstrakurikuler. Sejumlah kegiatan itu misalnya salat berjamaah, tafakur (I’tikaf) di masjid, hingga salat Jumat sebagai bentuk penanaman nilai religiusitas.

Dalam riset itu pula ditemukan penanaman jiwa nasionalisme diterapkan melalui kegiatan upacara bendera setiap Senin dan hari besar nasional. Kemudian, menyanyikan lagu Indonesia Raya di kelas dan menyanyikan lagu-lagu daerah.

“Sedangkan aspek gotong royong diterapkan melalui kegiatan konser amal dan solidaritas untuk korban bencana, santunan fakir miskin, hingga pembagian zakat fitrah. Ada pula menengok temannya yang sakit,” imbuh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Kementerian Agama Perkenalkan Flipped Classroom, Apakah Itu?

Untuk membangun kemandirian siswa, misalnya, sekolah menggelar kegiatan Pramuka. Ada pula kegiatan Carrier Day untuk membantu siswa mewujudkan cita-citanya. Selain itu, kegiatan nyantri di pondok pesantren juga turut menanamkan jiwa kemandirian.

“Seiring dengan semakin meningkatnya mandiri siswa untuk mengurus dirinya sendiri, maka ketergantungannya terhadap orang tua dan orang yang lebih dewasa semakin berkurang. ,” urai Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Peran Orang Tua

Dalam riset itu, ditemukan pula strategi pendidikan karakter yang dilakukan sekolah memerlukan dukungan orang tua. Dukungan itu bisa berupa materi maupun nonmateri. Sebagai contoh misalnya perhatian dan pemberian support terhadap kegiatan yang diselenggarakan sekolah.

“Sedangkan faktor penghambat adalah pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan yang kurang maksimal. Dan kurangnya keterlibatan orang tua dan masyarakat sebagai alat kontrol terhadap siswa ketika berada di luar sekolah,” imbuh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Mengungkap Manuskrip Lampung, Kisah Penyebaran Islam di Ujung Timur Sumatera

Rekomendasi

Untuk itu, dalam riset yang sama, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama memberikan sejumah rekomendasi terkait strategi pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Salah satunya yakni strategi pengembangan karakter religius dalam menyongsong era revolusi indutri 4.0.

Selain itu, perlu menerapkan model reward and punishment terhadap siswa yang berkarakter ketika pembagian rapor. Hal ini bisa pula diberikan pada momen tertentu misalnya peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Berikutnya pengkondisian budaya kearifan lokal. Sekolah juga perlu melaksanakan pertemuan melibatkan oran tua, siswa terkait persepsi pengembangan karakter peserta didik.

“Kementerian Agama dapat memberikan perhatian yang signifikan kepada MA berbasis pondok pesantren dengan memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tulis Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Hoaks di Media Sosial Hambat Respons Dini Konflik Keagamaan


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho