Baru 40-An Pelaku Usaha Ajukan QR Code PeduliLindungi lewat Pemkot Solo

Jumlah pelaku usaha yang mendaftar pengajuan QR Code PeduliLindungi melalui Dinas Pariwisata Solo masih minim, baru 40-an.

 Aplikasi PeduliLindungi. (Antara)

SOLOPOS.COM - Aplikasi PeduliLindungi. (Antara)

Solopos.com, SOLO — Pendaftaran pengajuan QR Code atau kode batang aplikasi PeduliLindungi bagi pelaku usaha yang difasilitasi Dinas Pariwisata Kota Solo sudah dibuka sepekan lalu.

Namun, jumlah pendaftar masih minim. Pada sisi lain, penggunaan aplikasi tersebut bakal diperluas. Sejak pendaftaran dibuka pada Rabu (22/9/2021), Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solo baru menerima 40-an pengajuan.

Sekitar 30 pengajuan di antaranya sudah disetujui dan kode batang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah dikirim. Puluhan pengajuan itu berasal dari restoran, sarana olahraga, museum, kafe, sekolah, dan instansi pemerintah.

Baca Juga: Wali Kota Solo Gibran Dukung Konser Musik dan Hajatan Boleh Digelar

Kasi Pengembangan Industri Pariwisata Dispar Kota Solo, Bonita Rintyowati, mengatakan jumlah pelaku usaha yang mendaftar pengajuan QR Code PeduliLindungi itu terbilang sedikit. Jumlah usaha yang terdaftar di Kota Solo mencapai ribuan.

Ia menduga minimnya pengajuan lantaran kekhawatiran mereka kehilangan pelanggan. Kalau sudah terdaftar, mereka wajib menyediakan papan kode batang di depan tempat usaha.

“Nah, mereka yang boleh masuk hanya yang punya aplikasi PeduliLindungi. Sementara masih banyak masyarakat yang belum punya [aplikasi],” katanya kepada Solopos.com, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Satpol PP Solo Selidiki Kafe Viral Gelar Nonbar Liga 2, bakal Ditutup?

Bonita menyampaikan kekhawatiran lain adalah banyak warga yang sudah divaksin namun sertifikatnya belum muncul di aplikasi itu sehingga statusnya masih kuning. Sementara sejumlah tempat mensyaratkan status pengunjungnya hijau atau sudah vaksin dua kali.

Kurang Sosialisasi

“Selain itu, mungkin kami masih kurang sosialisasi. Pengumuman kami sampaikan via media sosial yang sudah direplikasi di mana-mana, termasuk media. Ya, harapannya, makin banyak pelaku usaha yang mengurus,” jelasnya.

Ia menyebut lama pengurusan kode batang tak sampai satu hari setelah diajukan. Namun, pelaku usaha terkadang lama membuka email yang didaftarkan, sehingga kode verifikasi yang dikirimkan Kementerian Kesehatan kedaluwarsa.

Baca Juga: Bangga Produk UMKM Solo Masuk Uniqlo, Gibran sampai Live Instagram

Bonita berharap pelaku usaha di Solo lebih sering membuka email ketika sudah mengajukan QR Code PeduliLindungi. “Paling banyak kode yang turun pada periode pertama kami ajukan, adalah sekolah, restoran, dan instansi pemerintah,” ucap Bonita.

Pemkot tak menutup pendaftaran pangajuan dan bakal terus dibuka hingga ada instruksi penutupan dari Kemenkes. Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengingatkan penggunaan aplikasi itu pada masa yang akan datang.

“Sekali lagi aplikasi PeduliLindungi dipakai dalam setiap aspek kehidupan, masuk pasar, mal, kafe, restoran, mungkin sekolah. Tujuannya bukan bikin ribet tapi melacak warga ke mana saja, ke daerah berstatus hijau, kuning, merah, hitam. Semuanya bisa dimonitor,” katanya belum lama ini.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kenapa Solo Tidak Jadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta?

Kenapa Solo Tidak Jadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta? Begini jawaban dan penjelasan dari sejarawan dari UGM.

Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Acara deklarasi dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid, diikuti para pengurus DPC Partai Gerindra se Jateng.

Pengusaha Warung Apung Rawa Jombor Klaten Usul Dapat Ruang 1,5 Hektare

Usulan itu disampaikan setelah mereka mendapatkan sinyal jika warung apung dan pemancingan masih bisa beraktivitas di badan waduk waktu penataan dan revitalisasi Rawa Jombor yang mulai bergulir.

Dari Ponpes Al Qohar Klaten, Tas Kanvas Melalang Buana hingga Eropa

Khusnul mulai serius menjadikan hobi menjahitnya menjadi ladang usaha membikin tas pada 2011 lalu sembari membantu mengelola ponpes.

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Vaksinasi Pelajar Usia di Atas 12 Tahun di Solo Selesai

Pemkot Solo belum mendapatkan petunjuk soal vaksinasi untuk pelajar di bawah usia 12 tahun.

Kadisdik Solo: Pulang Sekolah Siswa Harus Langsung Pulang

Kepala Disdik Solo Etty Retnowati mengatakan temuan siswa yang terpapar Covid-19 tak selamanya bernilai negatif.

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.