Banjir di Gondokusuman Jogja, 100 Rumah Terendam Air 1 Meter
Banjir di Kelurahan Klitren, Gondokusuman, Jogja (Yogyakarta), Rabu (11/3/2020) sore. (Twitter @TRCBPBDDIY)

Solopos.com, JOGJA -- Banjir melanda Gondokusuman, Jogja, setelah hujan melanda kota tersebut Rabu (11/3/2020) siang hingga sore. Sekitar 100 rumah terendam air setinggi 1 meter atau pinggang orang dewasa.

Hujan deras yang mengguyur Kota Jogja tersebut juga mengakibatkan satu talut longsor. Banjir cukup parah terjadi di Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman. Sementara talut longsor terjadi talut Sungai Winongo, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen.

Lurah Klitren, Akhmad Zainuri, menuturkan banjir terjadi di tiga RW, yakni RW 1, RW 7 dan RW 8. Pada RW 7 dan RW 8, banjir terjadi disebabkan tanggul yang tidak mampu menampung debit air. “Sementara RW 1 ada bekas tembok rumah yang jebol, sehingga air menggenangi tiga RT di RW 1,” ujarnya, dilansir Harian Jogja, Rabu.

Ketiga RW itu kata dia sempat tergenang selama setengah jam dengan ketinggian paling tinggi hingga sepinggang orang dewasa. Karena cukup tinggi, air banjir pun masuk ke rumah warga. Meski demikian warga tetap bertahan dan tidak mengungsi.

Stimulus Fiskal Corona II, Pemerintah Habiskan Rp10,3 Triliun Demi Pengusaha

“Tadi sudah dikondisikan dari Polsek, BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah], KTB [Kampung Tangguh Bencana] dan warga,” katanya.

Banjir di Gondokusuman kerap kali terjadi di di RW 007 dan 008 Kelurahan Klitren, khususnya saat di daerah utara hujan deras. Namun intensitas banjir sebenarnya sudah cukup berkurang dengan adanya program Mundur Munggah Madep Kali (M3K) dan Kotaku.

Banjir di Gondokusuman, Jogja, kali ini, menurut Zainuri, bukan karena sampah atau sumbatan pada saluran drainase, melainkan karena kapasitas sungai belik yang kecil. “Drainasenya tidak masalah, tapi memang sungainya yang tidak mampu menampung air begitu banyak,” ungkapnya.

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Bonafius Slamet, mengatakan banjir di RW 001 Klitren terjadi pukul 14.30 WIB dan menggenangi 100 rumah di sisi timur sungai. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun banyak peralatan tidur, peralatan sekolah, motor, mobil dan barang lain yang terendam air.

Pasien Corona Indonesia Meninggal di RSUP Sanglah Bali

“Kemudian warga secara gotong royong dibantu anggota Polsek, BPBD Kota Jogja, KTB, Tagana dan lainnya membersihkan puing-puing dan kotoran dengan peralatan seadanya. Kami juga menyedot air dengan mesin disel penyedot air, hingga pukul 17.00 WIB air mulai surut,” katanya.

Longsor

Kejadian lainnya yakni talut longsor di Kelurahan Pringgokusuman, tepatnya di RT 008. Lurah Pringgokusuman, Eni Purwati, menjelaskan talut longsor terjadi sebanyak dua kali di lokasi yang sama, pertama pada pukul 14.30 WIB dan kedua pukul 16.45 WIB.

Talut yang longsor setinggi 15 meter dengan panjang 10 meter. Akibat kejadian ini, satu rumah terdampak ikut longsor di bagian dapur, kamar mandi dan satu kamar tidur.

“Longsoran pertama masih kecil, penghuni rumah beserta barang-barang berharga langsung dievakuasi. Longsoran kedua yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia menuturkan rumah ini merupakan yang paling dekat letaknya dengan Sungai Winongo. Sudah sejak tiga bulan yang lalu posisi rumah yang berada di dekat gorong-gorong sedikit turun. Rumah-rumah itu sudah diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk diperbaiki, namun masih dalam proses assessment.

Data Risiko Penyebaran Corona di KRL Tertinggi, Anies Baswedan: Bukan Konsumsi Publik

Akibat banjir di Gondokusuman, penghuni rumah tersebut saat ini diungsikan di rumah tetangganya yang lebih aman. Bantuan dari BPBD Kota Jogja berupa logistik dan terpal untuk menutup talut yang longsor sudah datang.

“Namun karena kondisi masih sulit, tanahnya masih labil, kami sepakat baru akan kerja bakti besok pagi [Kamis],” kata dia.

Sumber: Harian Jogja


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho