Tutup Iklan
Bakul Tahu Kupat Jadi Klaster Covid-19 Solo: Lurah, Polisi, TNI Keliling Sosialisasi Protokol Kesehatan
Lurah Purwosari, Suharti (kedua dari kiri), mengimbau para pemilik toko di pinggir Jl Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, menaati protokol kesehatan untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19, Senin (13/7/2020) siang. (Istimewa/Pemerintah Kelurahan Purwosari)

Solopos.com, SOLO -- Lurah Purwosari, kepolisian, dan TNI langsung terjun keliling toko-toko di kawasan Purwosari, Laweyan, Solo menyusul adanya klaster baru Covid-19 yakni bakul tahu kupat timur RS Kasih Ibu.

Para pedagang di sekitar lokasi berjualan tahu kupat itu diminta tutup sementara atau tidak beroperasi. Sedangkan toko-toko di pinggir Jl Slamet Riyadi Solo diperbolehkan tetap berjualan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal tersebut disampaikan Lurah Purwosari, Suharti, Selasa (14/7/2020). “Saya kasih pengumuman, sampai ada keputusan berikutnya, kios-kios itu untuk sementara waktu libur. Mereka yang di sepanjang jalan timur RS Kasih Ibu mulai dari selatan ke utara. Jumlahnya 18 atau 28 orang,” kata dia.

4 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Sukoharjo Tutup 14 Hari

Berdasarkan pantauan Suharti bersama petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa pada Senin (13/7/2020), sudah ada beberapa warung dekat bakul tahu kupat yang menjadi klaster Covid-19 Solo yang tutup. Diharapkan seluruh pemilih warung yang sudah diberi sosialisasi menaati imbauan pemerintah.

“Untuk toko-toko besar yang di pinggir Jl Slamet Riyadi saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Solo. Mereka tidak tutup ndak apa-apa. Tapi harus disosialisasikan agar menaati protokol kesehatan,” tutur dia.

Pada Senin pagi hingga siang, Suharti pun sudah menemui pemilik dan pengelola toko-toko itu seperti Indomaret, Rodalink, Sasami, Harpindo, dan toko lainnya. Dari kegiatan itu diketahui beberapa toko tak menyediakan ember untuk cuci tangan.

2 Maling HP Spesialis Rumah Sakit dan Hotel Lintas Kota Tertangkap di Solo, Ini Identitasnya

Padahal keberadaan ember, air, dan sabun merupakan salah satu standar protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19. Apalagi setelah lokasi bakul tahu kupat timur RS Kasih Ibu Solo menjadi klaster Covid-19.

Menyediakan Ember Air dan Sabun

Setelah diberikan sosialisasi para pengelola toko siap untuk menyediakan ember dan sabun. “Semula pengelola beralasan sudah menyediakan hand sanitizer sehingga tak menyediakan ember cuci tangan. Akhirnya saya bilang akan saya bawakan esok harinya. Tapi akhirnya ditolak dan mereka siap menyediakan ember,” ujar dia.

Suharti berharap masyarakat lebih waspada menyusul melonjaknya angka kasus Covid-19 beberapa hari terakhir. Caranya dengan disiplin mengenakan masker, menghindari kontak langsung, dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

Puting Beliung Pasar Nusukan Solo, Saksi Mata: Atap Terangkat ke Atas, Lalu Bruk!

Sebagaimana diberitakan, bakul tahu kupat timur RS Kasih Ibu Solo menjadi klaster penularan Covid-19 setelah dinyatakan positif dan sembilan kontak eratnya juga positif.

Total ada 60 kontak erat dan dekat yang sudah diambil sampel swab untuk dites di laboratorium. Dari jumlah itu, 48 sampel sudah keluar hasilnya dan sembilan orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, dari sembilan orang yang positif itu, hanya dua orang yang tercatat sebagai warga Solo. Sedangkan tujuh orang lainnya dari kabupaten tetangga.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho