Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama perwakilan dari Universitas Brawijaya (UB) Malang dan jajaran Kepala OPD Pemkot Malang meninjau pembangunan sumur injeksi di halaman kantor Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (11/2/2020). (Istimewa/Antara)

Solopos.com, MALANG – Banjir yang kerap terjadi di Malang saat musim hujan kini bisa diatasi dengan sumur injeksi. Selain itu, sumur ini sekaligus digunakan untuk menabung air pada musim kemarau.

Sumur Injeksi atau Injection Well awalnya merupakan sumur yang digunakan untuk injeksi air limbah dalam kegiatan industri. Namun, ternyata sumur ini juga bisa berfungsi untuk mengurangi, menyimpan air, dan konservasi lingkungan.

Di Malang, saat ini ada sekitar 30 sumur injeksi yang salah satunya bisa ditemui di kawasan Masjid Jami’ Alun-alun Kota Malang dan di kawasan kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang sekitar 12 sumur berkapasitas masing-masing 10 meter kubik.

Ajaib! Air Sumur Bor di Krendowahono Karanganyar Bisa Terbakar

Menurut Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Prof. Mohammad Bisri, Kota Malang setidaknya membutuhkan ribuan sumur injeksi dalam rangka konservasi air. Jumlah itu dinilai mampu mengembalikan air bawah tanah yang selama ini disedot untuk berbagai keperluan.

“Sumur injeksi sebenarnya untuk menampung limbah air dan diolah sedemkian rupa sehingga bisa dipakai kembali sebagai pengganti air sumur bawah tanah,” kata Mohammad Bisri.

262 Bidang Tanah Kas Desa Klaten Kena Proyek Tol, Dispermasdes Belum Tahu Lokasinya

Ia menjelaskan sumur ini bisa digali dengan kedalaman 50-100 meter atau minimal berkedalaman 20-25 meter dengan diameter sekitar 6 meter. Ukuran inilah yang membedakan dengan sumur resapan yang umumnya berkedalaman 5-6 meter dengan diameter 1 meter.

Keberadaan sumur injeksi direspons positif oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. Ia mengajak warganya membikin sumur injeksi di lingkungan masing-masing. Hal ini penting untuk menabung air yang bisa digunakan saat kemarau.

Cerdik, Warga Cawas Klaten Tanam Akar Wangi buat Perkuat Tanggul Sungai & Usir Tikus

“Sumur ini merupakan salah satu upaya mengartasi permasalahan banjir yang sering terjadi saat intensitas hujan cukup tinggi,” kata Sutiaji, di sela-sela peninjauan pembuatan sumur injeksi di halaman kantor Kecamatan Blimbing, Malang, Selasa (11/2/2020).

Sutiaji bahkan berencana membangun sumur injeksi di tiap kelurahan secara bergilir dengan Kecamatan Blimbing sebagai percontohan. Program ini akan diselaraskan dengan Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) yang diluncurkan beberapa waktu lalu.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten