Asyik, Warga Karanganyar Sekarang Bisa Belanja Online di 4 Pasar Tradisional Ini
Pasar Jungke menjadi salah satu pasar tradisional di Karanganyar yang diakses untuk belanja onlie via GoShop. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Masyarakat Karanganyar sekarang sudah bisa belanja secara online di pasar tradisional. Ada empat pasar di Kabupaten Karanganyar yang sudah bisa diakses secara online.

Empat pasar tersebut, yakni Pasar Palur, Pasar Nglano, Pasar Jungke, dan Pasar Tegalgede. Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar menggandeng Gojek.

Mereka menghadirkan layanan belanja secara online di empat pasar di wilayah kota kabupaten sejak beberapa pekan lalu. Kepala Seksi (Kasi) Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disdagnakerkop dan UKM Kabupaten Karanganyar, Eko Supriyadi, menyampaikan masing-masing pasar memiliki akun di menu GoShop.

Viral Habib Umar Assegaf Langgar PSBB Hingga Bersitegang dengan Petugas, Begini Kronologinya

Masyarakat Karanganyar dapat belanja dari rumah secara online tanpa harus datang ke pasar. "Mau belanja apa pun bisa. Lebih praktis, aman, cepat, dan mudah," ujar Eko saat dihubungi Solopos.com, Kamis (21/5/2020).

Layanan belanja online baru tersedia di empat pasar itu karena di sekitar pasar sudah tersedia layanan Gojek. Berbeda dengan pasar di kecamatan lain yang belum ada layanan transportasi berbasis aplikasi itu.

Satu Akun Satu Pasar

Meski setiap pasar di Karangayar itu hanya memiliki satu akun pada layanan GoShop untuk belanja online, akun itu dapat digunakan untuk berjualan berbagai jenis barang. Calon pembeli dipersilakan memilih barang yang akan dibeli.

Demikian halnya kurir dari Gojek juga dibebaskan membelanjakan barang di warung mana pun di kompleks pasar yang ditunjuk calon pembeli.

Penyaluran BST Kemensos di Manahan Solo Menimbulkan Kecurigaan Warga, Ada Apa?

"Jadi sistemnya pembeli titip Gojek untuk dibelikan barang. Gojek mau belikan ke warung mana pun terserah yang penting di pasar itu. Ada legalitas kuitansi oleh petugas pasar dan cap," ungkap dia.

Eko mengatakan satu akun pada sistem belanja online di Karanganyar digunakan untuk seluruh pedagang di pasar. Harga barang seperti harga jual yang ditentukan pedagang. Tidak ada mark up dan pemotongan. "Gojek tidak mengambil untung dari transaksi. Gojek mengambil untung dari jasa kurir," jelas dia.

Eko menjelaskah Pemkab Karanganyar sudah memiliki aplikasi penjualan online bernama Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar atau Semarak. Pedagang pasar bisa membuat akun untuk berjualan secara online pada Semarak.

Luwes Gading Solo Makin Ramai, Pengelola: Pembeli Tak Dilayani Jika Tidak Pakai Masker Secara Benar!

Tetapi aplikasi itu terkendala belum ada modul pemesanan kurir atau pengantar barang belanjaan. Penjual harus mengantar atau pembeli harus mengambil sendiri barang yang mereka beli.

Terobosan

"Nah, transaksi online membutuhkan perantara. Maka kami gandeng Gojek yang sudah komplet karena ada kurir. Dalam kondisi pandemi Covid-19 Pemkab Karanganyar berusaha membuat terobosan. Hal itu agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan tetapi tetap dengan protokol pencegahan Covid-19," jelas dia.

Selain sistem belanja online, untuk mencegah persebaran Covid-19, pasar di Karanganyar juga dilengkapi sarana prasarana penunjang, seperti tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer di setiap pintu masuk pasar.

Tak Ingin Lagi Ada Korban Jiwa, Petani Sragen Cabuti Jebakan Tikus Berlistrik

Pemkab pun memasang spanduk berisi imbauan agar penjual dna pembeli memakai masker saat hendak berbelanja dan menjaga jarak selama berbelanja. Pasar tradisional rentan menjadi lokasi persebaran Covid-19 karena menjadi tempat bertemu banyak orang dari berbagai wilayah.

"Kami support pencegahan persebaran Covid-19 semaksimal mungkin. Maka dari itu kami inisiasi kerja sama dengan Gojek untuk pasar-pasar yang sudah ada layanan Gojek di sekitar pasar."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho