Asyik, Museum Sangiran Sragen Dibuka dengan Pembatasan Akhir Maret
Museum Purba Sangiran di Sregan, Jawa Tengah. (Instagram)

Solopos.com, SRAGEN--Setelah beberapa kali gagal dibuka karena terjadi ledakan kasus Covid-19, Museum Purbakala Sangiran rencananya dibuka pada akhir Maret ini.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Yusep Wahyudi, mengatakan Museum Sangiran akan menjadi destinasi wisata kedua yang dibuka setelah Objek Wisata Religi Gunung Kemukus setelah terjadi pandemi Covid-19. Jika tidak ada halangan, objek wisata yang sudah ditetapkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Warisan Budaya Dunia itu bakal dibuka pada akhir Maret.

“Sekarang kami masih terus berkoodinasi dengan Kemendikbud, pengelola museum, dan lain-lain untuk pembukaan objek wisata. Nanti akan kami uji cobakan dahulu dengan pembatasan jumlah pengunjung,” papar Yusep saat ditemui wartawan di kawasan Pasar Bahulak, Desa Karungan, Plupuh, Sragen, Minggu (7/3/2021).

Baca Juga: Mayat Bayi Misterius Di Sungai Sawur Sragen Masih Bertali Pusar

Persiapan

Sebagai persiapan, Disparpora sudah mendaftarkan sekitar 70 pekerja pariwisata di lingkungan Museum Purbakala Sangiran untuk divaksin Covid-19. Pembukaan Museum Sangiran diharapkan menjadi tolok ukur untuk membuka objek wisata lain di Sragen seperti Pemandian Air Panas Bayanan yang baru selesai direnovasi pada 2020.

“Teknisnya nanti bila ada bus datang bawa rombongan wisatawan, yang dipersilakan masuk 10 orang dulu. Setelah 30 menit, pengunjung lain baru dibolehkan masuk. Begitu seterusnya. Tidak seperti dulu, pengunjung bisa masuk dengan bergerombol,” papar Yusep Wahyudi.

Gunung Kemukus menjadi satu-satunya objek wisata di Sragen yang dibuka selama pandemi Covid-19. Namun, jumlah pengunjung objek wisata ini juga menurun drastis. Selain masih terjadi pandemi, masih berlangsungnya proyek penataan objek wisata membuat jumlah pengunjung turun.

Baca Juga: Menteri Pertanian Sebut Boyolali Bisa Jadi Lokomotif Sektor Pertanian, Begini Caranya

“Kemukus ini berbeda dengan objek wisata lain. Konsepnya wisata religi. Pengunjung yang datang itu untuk berziarah sehingga itu yang membuat kami tidak menutup. Biar begitu, pengunjung turun karena ada proyek penataan objek wisata,” terang Yusep.

Pada 2021, Pemkab Sragen memasang target pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata senilai Rp1,8 miliar. Jumlah itu sama dengan target PAD dari sektor pariwisata pada 2020.

“Pada 2020, realisasi PAD tidak sampai separuh dari target karena objek wisata ditutup setelah terjadi pandemi. Tahun ini tidak ada pengurangan target, jadi cukup berat untuk mencapai target itu. Kemungkinan nanti target itu akan direvisi dalam pembahasan APBD Perubahan 2021,” jelas Yusep.



Berita Terkini Lainnya








Kolom