Asale Dawet Ayu Banjarnegara, Penjualnya Ayu-Ayu?

Seperti pada minuman dawet pada umumnya, Dawet Ayu ini juga disajikan dengan santan dan dicampur es dingin supaya lebih menyegarkan.

 Es Dawet Ayu khas Banjarnegara. (visit.banjarnegarakab.go.id)

SOLOPOS.COM - Es Dawet Ayu khas Banjarnegara. (visit.banjarnegarakab.go.id)

Solopos.com, BANJARNEGARA – Dawet adalah dessert atau hidangan pencuci mulut khas dari Jawa Tengah yang berupa minuman. Minuman yang terdiri dari olahan tepung beras atau tepung ketan, santan, dan gula merah ini sangat populer. Salah satu yang paling terkenal adalah es dawet ayu khas Banjarnegara.

Tekstur dawet yang dibuat dari tepung beras dan tepung ketan membuatnya tidak terlalu kenyal. Berbeda dengan dawet atau cendol di tempat lain. Bentuk dawetnya pun lebih kurus dibandingkan cendol pada minuman dawet pada umumnya. Seperti pada minuman dawet pada umumnya, es dawet ayu ini juga disajikan dengan santan dan dicampur es supaya lebih menyegarkan.

PromosiDekat Golden Triangle, Indonesia Ladang Empuk Jaringan Narkoba Global

Namun tidak banyak tahu tentang kisah di balik segarnya es dawet ayu khas Banjarnegara ini. Dilansir dari Ensiklopedia Digital, Jumat (13/5/2022), ada tiga versi terkait kisah dari minuman yang juga dikenal dengan sebutan Cendol Banjarnegara itu.

Versi pertama berasal dari Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara, Tjundaroso yang mengatakan bahwa Dawet Ayu Banjarnegara mulai dikenal sejak munculnya lagu yang diciptakan oleh seniman Banjarnegara bernama Bono yang berjudul Dawet Ayu Banjarnegara.

Pada tahun 1980an, lagu tersebut dipopulerkan kembali oleh grup seni calung dan lawak Banyumas, Peang Penjol yang terkenal se Karesiddenan Banyumas pada era 1970an-1980an. Sejak saat itu, banyak orang di Karesidenan Banyumas Raya mengenal julukan Cendol Banjarnegara sebagai Dawet Ayu.

Baca Juga: Kenapa Purbalingga Dijuluki Kota Knalpot? Ini Sejarah dan Awal Mulanya

Versi kedua dari kisah es dawet ayu khas Banjarnegara ini dikemukakan oleh seorang sastrawan asal Purwokerto bernama Ahmad Tohari. Menurutnya berdasarkan kisah turun temurun, ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal abad ke-20. Generasi ketiga pedagang itu terkenal karena cantik sehingga dawet yang dijual dikenal dengan sebutan Dawet Ayu (Bahasa Jawa: Cantik).

Sedangkan versi yang ketiga datang dari seorang tokoh masyarakat Banyumas yang bernama Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu yang tidak jauh berbeda dengan Ahmad Tohari. Wiranu menyebut nama dawet ayu muncul dari pedagang bernama Munardjo yang memiliki istri berparas ayu (cantik), sehingga dawetnya disebut dengan nama dawet ayu. Istri Munardjo tersebut masih hidup hingga sekarang dan kabarnya tinggal di Kelurahan Rejasa, Banjarnegara.

Seiring berjalannya waktu, banyak warga Banjarnagera yang menjajakan dawet ke luar kota. Sampai akhirnya dawet menjadi sajian kuliner kategori dessert yang  populer di Jawa Tengah.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

+ PLUS Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

Koalisi organisasi perlindungan hewan Act for Farmed Animals bersama Open Wing Alliance menyelenggarakan protes massal menuntut McDonald’s Asia menghentikan penggunaan telur ayam dari kandang baterai.

Berita Terkini

Keterlaluan! Selama 7 Tahun, Pria di Banjarnegara Rudapaksa Anak Tiri

Polisi menangkap seorang ayah yang melakukan pemerkosaan terhadap anak tiri di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), selama tujuh tahun.

Miris! Seorang Ibu di Pulokulon Bunuh Diri Ajak Dua Anaknya

Kejadian memilukan, seorang ibu bunuh diri dengan mengajak dua anaknya di Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Dana untuk Parpol di Kota Magelang Capai Setengah Miliar Lebih

Sebanyak delapan parpol di Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), menerima bantuan keuangan dari Pemkot Magelang.

Cegah Kecelakaan, Objek Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mendesak pemerintah segera membuat kebijakan yang mewajibkan tempat wisata menyediakan tempat istirahat bagi sopir bus pariwisata.

Rob Mulai Surut, Truk Antre Masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Banjir rob yang melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sudah mulai surut pada Jumat (27/5/2022).

Ganjar Ikut Salati Jenazah Buya Syafii Maarif

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, hadir secara langsung ke Kota Jogja untuk melayat jenazah mantan Ketua PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif.

Jejak Harimau di Banjarnegara Misterius, Ini Hasil Penelusuran BKSDA

Berikut hasil penelusuran BKSDA Jawa Tengah (Jateng) terkait kabar kemunculan harimau di kawasan perkebunan di dekat permukiman warga desa di Banjarnegara.

Asl-Usul Cilacap, Bekas Kekuasaan Pajajaran & Mataram Islam

Asal-usul Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah memiliki kisah sejarah yang unik.

Hampir Seluruh Pantura Jawa Tengah Tergenang Rob, Pati Paling Parah!

Kabupaten Pati disebut sebagai wilayah yang terdampak banjir rob paling parah di pesisir pantura Jawa Tengah.

Momok Sejak 1990, Ini Penyebab Utama Banjir Rob di Semarang

Penyebab banjir rob di Semarang menjadi momok yang telah diperingatkan para akademisi sejak 1990.

Pasar Kelet Jepara Kebakaran, 4 Kios Ludes Terbakar

Pasar Kelet yang ada di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami kebakaran.

Menteri PUPR: Cepat Tutup Tanggul Jebol di Semarang Pakai Karung Pasir!

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memerintahkan agar tanggul yang jebol di Semarang lekas ditutup memakai karung pasir terlebih dahulu.

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Truk di Alas Roban Batang

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Jalan Lingkar Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022) siang.

Tabrakan Karambol 4 Truk di Alas Roban, 1 Meninggal

Tabrakan karambol yang melibatkan empat truk terjadi di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jateng, Kamis (26/5/2022).

BKSDA Jateng Sebut Jejak Satwa Liar di Banjarnegara Bukan Tapak Harimau

Warga di Desa Penawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menemukan jejak satwa liar di area persawahan dan kebun sekitar hutan Jlegong desa setempat.

Cegah Air Masuk, Pembangunan Tanggul Darurat di Tanjung Emas Dikebut

Pembangunan tanggul laut darurat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dikebut.