Tutup Iklan
Arab Saudi Longgarkan Lockdown, Tapi Haji dan Umrah Masih Dilarang
Ilustrasi Ibadah haji (Freepik)

Solopos.com, Mekah -- Arab Saudi akan mulai melonggarkan lockdown pada 21 Juni 2020. Namun, pihak kerajaan memastikan belum akan membuka kegiatan haji dan umrah di tengah pandemi.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi menerapkan lockdown sebagai dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Arab Saudi mengumumkan pengawasan 24 jam untuk mencegah penyebaran virus corona sampai 27 Mei 2020. Warga Saudi diizinkan bepergian cuma dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.

Alhamdullilah! Wonogiri 0 Kasus Positif & PDP Covid-19

Kebijakan itu pun berefek pada pelaksanaan sholat Idulfitri yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2020. Grand Mufti Saudi, Syekh Abdulaziz al-Sheikh, menerbitkan maklumat perihal instruksi pelaksanaan sholat Idul Fitri di rumah saja. Padahal, biasanya sholat Idul Fitri digelar di masjid dengan berjamaah.

Meski melonggarkan lockdown, Arab Saudi masih belum memperbolehkan pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Umrah dan haji yang biasanya menarik jutaan orang dari seluruh dunia tetap dihentikan sementara.

Seperti dikutip Detik.com dari Al Jazeera, pemerintah Arab Saudi membatasi perkumpulan orang sampai maksimal 50 orang saja, jadi tidak mungkin umrah dan haji akan bisa dilakukan. Aktivitas di Mekah pun masih dibatasi.

Wali Kota dan Pejabat Pemkot Solo Jalani Rapid Test Massal, Waduh Ada Apa?

Boleh Berbelanja dan ke Kafe

Meski umrah dan haji masih dilarang, aktivitas masyarakat di lain di luar Mekah seperti berbelanja, atau pergi ke kafe akan diperbolehkan. Larangan penerbangan domestik, salat di masjid, dan bekerja di kantor akan diangkat mulai 31 Mei 2020.

Aturan baru ini bakal dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan situasi. Sebelumnya, Menteri kesehatan mengatakan bahwa pelonggaran akan dilakukan secara bertahap sampai keadaan kembali normal.

Solopos Hari Ini: 3 Lapis Menuju Ibu Kota

"Fase-fase dimulai secara bertahap sampai kita kembali normal dengan konsep baru berdasarkan jarak sosial," kata Menteri Kesehatan, dr. Tawfiq Al-Rabiah.

Arab Saudi kali pertama memberlakukan lockdown pada awal Maret 2020 di wilayah Qatif timur, yang merupakan tempat tinggal kalangan muslim Syiah yang paling banyak untuk mencegah penyebaran virus corona.

Lockdown di Arab Saudi kemudian diperluas ke bagian lain, termasuk Mekah dan Madinah. Arab Saudi sebelumnya mengumumkan pada bulan April 2020 bahwa dua masjid suci di Mekah dan Madinah akan tetap ditutup sepanjang Ramadan sampai 23 Mei 2020.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho