Angkringan Lorin, Energi Positif di Saat Pandemi
Direktur Utama Lorin Group, Purwanto Yudhonagoro (kanan) saat talkshow virtual. (Tangkapan layar)

Solopos.com, SOLO – Pandemi menjadikan perekonomian tak berjalan dengan baik. Sejumlah industri pun mengalami dampaknya, salah satunya wisata termasuk di dalamnya industry perhotelan. Namun, Lorin punya cara unik agar mampu bertahan, yakni dengan membuka angkringan.

“Iya ada angkringan harga kaki lima tapi kualitas bintang lima di Lorin, karena yang melayani berdasi. Ini sebagai bentuk survive kami juga memberikan energi positif bagi karyawan. Tidak hanya berteori tapi berbuat, agar kami tetap on,” ujar Direktur Utama Lorin Group, Purwanto Yudhonagoro.

Purwanto menyampaikan hal itu saat talkshow virtual Indonesia Bangkit dengan tema, Gairah Industri Hadapi Pandemi. Talkshow yang digelar Solopos tersebut dimoderatori Presiden Direktur Solopos Group, Arief Budisusilo atau AB.

Sejumlah narasumber hadir dalam talkshow virtual tersebut. Selain Purwanto, ada juga CEO Jamu Iboe, Stephen Walla dan Direktur Cat Tembok Weldon PT Citra Warna Abadi, Rudy Zulkarnain.

Baca jugaCat Weldon dan Filosofi Akeh Apike di Saat Pandemi

Menurut Purwanto, pada awal pandemi industri perhotelan paling terpukul karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Bahkan tingkat hunian atau okupansi hotel di bawah 10 persen. Kendati demikian Lorin tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

“Kuncinya bagaimana mengelola sumber daya manusia [SDM] yang dimiliki. Yakni terus berubah jangan terjebak pada zona aman dan nyaman sehingga siap setiap saat. SDM harus mau berbuat atau mau capai, sehingga ketika ada pandemi kami tetap survive,” kata Purwanto

Selain pengelolaan SDM secara baik dengan terus berubah, Purwanto menyampaikan Lorin melakukan tujuh langkah. Agar tetap ada pemasukan karena industri perhotelan tetap berjalan.

Baca jugaJamu Iboe: Pandemi Membuat Kita Melakukan Inovasi

Tetap Optimistis

Talkshow Virtual
Talkshow Virtual Solopos (Tangkapan layar)

Pertama, lanjut Purwanto, dengan cara mengoptimalkan media sosial (medsos) secara kreatif untuk mempromosikan Lorin. Kedua, program sanitized stay dengan menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan opersional hotel. Mulai dari proses check in hingga check out.

Ketiga, promo untuk mengakomodasi tren staycation atau menginap di hotel sebagai pengganti liburan dengan potongan menarik. Keempat, program Book Now Stay Later di Lorin yakni dengan membeli voucher sehingga bisa menginap kapan saja.

Kelima, mengoptimalkan pemasaran food & beverage secara online agar tetap ada pemasukan buat operasional Lorin. Keenam, mengoptimalkan kolaborasi dengan event organizer (EO) dan wedding organizer (WO). Kendati ada aturan berubah-ubah mengenai hal ini.

Baca jugaAkhirnya Jelas, Ini Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia

“Ketujuh adalah upaya di luar internal Lorin. Yakni mendorong pemerintah untuk melanjutkan program relaksasi atau bahkan penghapusan pajak-pajak. Juga kewajiban-kewajiban lain yang bisa ditunda yang sangat membebani industri perhotelan,” ujar Purwanto.

Sehingga dalam menghadapi kondisi pandemi ke depan, Purwanto mengaku Lorin tetap positif thingking, optimistis. Apalagi program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah sudah mulai. Optimis industri perhotelan akan bangkit kembali.

“Pada setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Optimistis akan ada semacam balas dendam berwisata. Jika sudah melandai kasus Covid-19, yang selama ini di rumah saja akan berwisata. Sehingga industri perhotelan akan booming lagi,” kata Purwanto.

 

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom