Ancam Petani Tembakau, Kenaikan Cukai Rokok Jadi Perhatian DPRD Jateng
Ilustrasi cukai rokok (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, SEMARANG — Kenaikan cukai rokok menjadi perhatian kalangan DPRD Jawa Tengah karena dianggap mengancam petani tembakau. Anggota DPRD Jateng M. Hendri Wicaksono menyoroti rencana kenaikan cukai hasil tembakau dan harga jual eceran pada 2020 mendatang.

"Kebijakan ini akan berdampak kepada 2,5 juta petani tembakau dan 200.000 buruh dan karyawan industri rokok," katanya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2019).

Menurut anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jateng itu kenaikan cukai di atas 20% dan harga jual eceran sebesar 35% bisa memicu masalah sosial bagi masyarakat yang bergelut dengan dunia tembakau. Ia juga mengkhawatirlan efek domino dari kenaikan cukai rokok itu yang bisa memicu banyak permasalahan sosial di masyarakat.

"Mulai nasib merana petani tembakau karena serapan tembakau merosot, industri rokok akan gulung tikar, serta berdampak pada pengurangan tenaga kerja lainnya," ujarnya.

Pria yang juga menjabat sekretaris Komisi C DPRD Jawa Tengah itu menambahkan jika memang harus ada kenaikan cukai, sebaiknya tidak terlalu tinggi sehingga tak memberatkan kalangan petani. "Kenaikan cukai rokok harus moderat dengan melihat inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai acuan," ujarnya.

Tuntutan ini, kata Hendri, adalah aspirasi dirinya selaku wakil rakyat sehingga pihaknya meminta agar pemerintah pusat kembali memikirkan nasib rakyat, terutama para petani tembakau dan pelaku usaha dan industri rokok.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 152/2019, pemerintah akan menaikkan cukai rokok tahun depan dengan rata-rata kenaikan mencapai 21,56%, dan kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok rata-rata sebesar 35%.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho