Analisis Permainan Persis Solo Saat Melawan Persika Karanganyar
Pemain Persis Solo, Yan Pieter Nasadit (kanan) berebut bola dengan pemain Persika Karanganyar, Eksan Pamungkas, saat pertandingan uji coba di Stadion UNS, Solo, Rabu (7/10/2020). Dalam pertandingan uji coba tersebut Persis Solo menang 3-1 atas Persika Karanganyar. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo seperti bermain dengan dua karakter yang benar-benar berbeda saat mengalahkan Persika Karanganyar 3-1 dalam laga uji coba di Stadion Mini Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (7/10/2020).

Intensitas tinggi diperagakan Gufroni Al Maruf dkk. di babak pertama yang membuat Persika kalang kabut. Namun di babak kedua Laskar Sambernyawa mendadak kehilangan tempo. Persika yang diisi mayoritas pemain U-23 bahkan sempat mengambil alih kendali permainan di pertengahan babak kedua.

Empat peluang emas diciptakan Singo Lawu hanya dalam rentang waktu lima menit yakni menit 65-70. Beruntung upaya Eksan Pamungkas dkk. masih dapat digagalkan kiper Wildan M. Achyar dan tiang gawang.

Tegas! Ini 2 Poin Tuntutan Peserta Aksi Soloraya Menggugat

Apa sebenarnya yang membuat Persis kehilangan identitasnya di babak kedua? Perombakan mayoritas pemain di pergantian babak tampaknya menjadi pemicu utama Persis gagal menjaga tempo permainan. Dari 11 pemain starter, hanya Anis Mujiono yang dipertahankan Pelatih Salahudin di babak kedua.

Trio Yan Pieter Nasadit, Oky Derry dan Engelberd Sani terbukti kesulitan mendorong permainan dinamis dan trengginas seperti yang dilakukan Iman Budi Hernandi, Irfan Afghoni dan M. Shulton di babak pertama.

Pantauan Solopos.com, Oky Derry yang bermain sebagai metronom lebih banyak menahan bola di lini tengah ketimbang langsung mengalirkannya ke lini depan. Pieter dan Engelberd juga tampak masih ragu dalam melakukan penetrasi sehingga bomber Rishadi Fauzi tak cukup mendapat suplai bola.

Serangan Mudah Digagalkan

Winger Nanang Asripin dan Hapidin sendiri lebih banyak melakukan solo run individu untuk membongkar pertahanan lawan. Alhasil Persika cukup mudah menetralisir serangan Persis Solo. Di babak kedua, hampir tidak ada overlap dan crossing berbahaya yang dilakukan bek sayap seperti halnya Anis Mujiono di babak awal.

Di sisi lain, Persika malah mampu melancarkan lima percobaan berbahaya meski hanya berbuah satu gol. Keputusan pelatih Aris Budi Sulistyo yang tak banyak mengganti pemain dalam uji coba membuat Eksan Pamungkas dkk. mampu menemukan ritme di babak kedua.

Izin Demo Dipersulit Polisi, Aksi Soloraya Menggugat Bergema di Twitter

“Saya jujur bingung. Tim I (skuad babak pertama) bisa menekan, tim II (babak kedua) malah ditekan. Padahal saya enggak ada instruksi mengurangi tempo,” keluh Salahudin.

Dia menilai skuad babak kedua belum mampu menerjemahkan instruksinya di lapangan. “Latihan pressing-nya sama, kok mainnya beda [antara tim I dan II]. Berarti ada pemahaman yang belum jalan, bisa juga karena fisik mereka belum menunjang. Masalah ini akan jadi pembenahan kami di latihan selanjutnya.”



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom