Kategori: Wonogiri

Alhamdulillah Lima Ibu Hamil di Wonogiri Sembuh dari Covid-19


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com,WONOGIRI -- Kabar baik datang dari Wonogiri. Lima dari 11 ibu hamil di Wonogiri yang terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa hari lalu telah dinyatakan sembuh.

Kesembuhan lima ibu hamil itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Wonogiri, Edy Santosa, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/10). Edy mengatakan salah satu ibu hamil yang positif Covid-19 dan dirujuk ke Rumah Sakit dr. Moewardi Solo telah melahirkan dengan cara cesar. Saat lahir, bayi dalam keadaan sehat dan dinyatakan negatif Covid-19 setelah dites. Jadi tidak ada penularan dari ibu ke bayi.

"Saat ini, ibu dan bayinya sudah dibawa pulang. Namun berada di rumah saudaranya. Karena di rumahnya ada dua anggota keluarga yang terpapar covid-19 setelah dilakukan upaya tracing oleh petugas kesehatan," ungkap dia.

Update Covid-19 Wonogiri: Positif Tambah 6, Meninggal 1, Sembuh 9

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (5/10/2020), sebanyak 11 ibu hamil di Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu diketahui setelah Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengadakan tes swab terhadap ibu hamil yang memasuki tri semester ketiga dari Senin (28/9/2020), hingga Jumat (2/10/2020).

Takut di-Swab

Edy mengakui bahwa pada saat dilakukan tes swab, sebagian ibu hamil menolak karena takut. "Sebenarnya tindakan tersebut bukan untuk menakut-nakuti. Itu sebagai bentuk perlindungan awal kepada ibu hamil sebelum melahirkan. Kalau sudah tau kondisinya, semua akan berjalan enak," ujar dia.

Maka dari itu, ia berharap agar ibu hamil tidak ketakutan saat dijadwalkan tes swab. Ini karena, ibu hamil masuk dalam kategori orang berisiko tertular Covid-19. Pemkab Wonogiri masih akan melakukan tes swab bagi ibu hamil ke depan.

Pemkab Wonogiri Kesulitan Lacak Kontak Erat Kasus Covid-19 dari Pelaku Perjalanan, Pemudik Pun Diminta Simpan Tiket Bus

Lebih lanjut, Edy mengimbau pasangan yang menikah pada masa pandemi sebaiknya direncanakan dahulu soal kehamilan. Jika tetap menginginkan untuk segera hamil, istri dan seluruh keluarga yang berada dalam satu rumah harus selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Jika sudah telanjur hamil harus rutin periksa di fasilitas kesehatan, terlebih di tengah pandemi ini. Ibu hamil juga harus menjaga asupan gizi. Kalorinya juga harus terjaga. Sehingga energinya tidak berkurang," ungkap dia.

Ibu hamil Diminta Proaktif

Jika sudah hamil tua atau memasuki tri semester ketiga, lanjut dia, ibu hamil diperkenankan untuk meminta tes swab di puskesmas setempat. Suami atau keluarga bisa mendampinginya.

95 Pengelola Pasar Tradisional di Wonogiri Ikuti Tes Swab, Ada Apa?

"Jika ibu hamil proaktif, kesadarannya terbangun untuk meminta tes swab, itu malah bagus. Lapor saja ke puskesmas, nanti dijadwalkan. Tidak seketika ke Puskesmas langsung diswab, tapi nanti tunggu jadwalnya," kata dia.

Edy menambahkan, jika tes swab itu diagendakan atau dijadwalkan oleh Puskesmas, biayanya gratis. Jika saat melahirkan ibu hamil terpapar Covid-19, biaya persalinannya juga digratiskan, ditanggung pemerintah.

"Kami berharap ibu hamil proaktif, jangan takut. Ini kan juga gratis, tidak seperti tes mandiri yang harus mengeluarkan biaya banyak. Dengan di swab nanti jadi jelas status ibu hamil. Sehingga saat persalinan lancar dan semua pihak merasa aman dan nyaman," kata Edy.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy